Keistimewaan Kota Bukhara, Kota Kelahiran Imam Bukhari

oleh -336 views
Source: primeindonesia.net

ZETIZEN RADAR CIREBON- Bukhara adalah salah satu negeri dari negeri-negeri seberang sungai (bilad ma wara-u an-nahr). Sungai apakah yang dimaksud? Sungai panjang yang mengairi negeri-negeri Asia Tengah. Orang-orang Yunani menyebutnya Sungai Oxus. Orang Arab mengenalnya dengan nama Jeyhun. Pujangga Persia memujanya dengan Mulyan. Ada pula yang menamainya dengan Amu Darya, Sungai Amu, Panj, dan Vaksh. (IND)

Ya, Bukhara adalah sebuah kota yang terletak di Asia Tengah. Sebuah kota kuno yang merupakan bagian dari Republik Uzbekistan sekarang. di masa kejayaannya, kota ini menjadi salah satu pusat perekonomian negara bekas jajahan Uni Soviet itu. Ia juga menjadi tempat belajar, pusat kebudayaan, dan ilmu agama.

Luas kota ini adalah 32% dari luas wilayah Uzbekistan. Dan kepadatan penduduknya 8,2% mewakili negara tersebut.

Sejarah Perkembangan Kota Bukhara

Ada yang mengatakan, kota Bukhara di bangun oleh seorang pemimpin Iran yang bernama Siyâvaš. Putra Raja Kaykaus. Siyâvaš lari dari kerajaan karena sang ayah murka padanya. Kemudian ia menemui raja Kerajaan at-Turk, Afrasiab. Raja at-Turk ini memuliakannya dan menikahkannya dengan salah seorang putrinya. Kemudian memberinya sebuah wilayah kekuasaan. Wilayah itulah yang saat ini kita kenal dengan Bukhara.

Baca Juga: Uzbekistan, Negeri Para Ilmuan Muslim

Siyâvaš membangun Bukhara. Kemudian setelah kota ini kuat, ia berbalik menyerang dan membunuh Afrasiab.

Bukhara adalah salah satu kota penting di wilayah Khurasan. An-Narsyakhi, penulis kitab Tarikh Bukhara, mengatakan, “Daerah Bukhara adalah wilayah padang belantara yang banyak di huni hewan buas. Dilewati oleh Sungai Zeravshan. Gunung-gunungnya tinggi dengan puncak putih bersalju. Orang-orang datang ke daerah tersebut karena segar dan bersihnya udaranya. Para penduduknya di pimpin oleh seorang tetua”.

Sejak abad ke-5 M, orang-orang China menyebut wilayah ini dengan nama Nome (Arab: نومي). Ada yang mengatakan, nama kota ini di ambil dari kata Bakhr (Arab: بخر) dan padanan dalam Bahasa Sansekerta adalah Vihara, yakni tempat ibadah. Dikatakan bahwa kota ini dahulu adalah sebuah wilayah peribadatan orang-orang Budha sebelum datangnya Islam.

Literatur-literatur berbahasa Arab menyebutkan bahwa penduduk asli kota ini adalah Bakhãr Khudat (Arab: بخار خداة) atau Bukhãra Khudãh (Arab: بخارا خداه). Persitiwa-peristiwa penting di kota ini baru terjadi setelah masuk ke dalam wilayah Islam.

Sumber: Kisah Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *