Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

oleh -218 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Burung Dodo mungkin sudah punah lebih dari 300 tahun yang lalu. Namun masih tetap ada saja kisah yang belum terungkap dari burung yang tak bisa terbang ini. (cva)

Burung dengan nama latin Raphus Cucullatus ini merupakan spesies endemik Mauritius, sebuah pulau di timur Madagaskar di Samudera Hindia. Orang-orang Eropa pertama kali menyadari keberadaan burung itu saat penjelajah Belanda menemukan hewan tersebut pada tahun 1598.

Habitat

Habitat Burung Dodo adalah Pulau Mauritius di mana tak ada predator yang bisa memangsanya. Namun, kedatangan pelaut Belanda di Pulau Mauritius pada tahun 1598 menjadi penyebab kepunahan burung ini. Burung yang tak bisa terbang dan tidak merasa takut ini menjadi mangsa empuk untuk para pelaut saat itu.

Mauritius adalah pulau hutan hujan lebat yang terisolasi dari dunia luar. Di dalam Mauritius, burung Dodo berevolusi menjadi tidak bisa terbang dan hidup dalam ekosistem yang seimbang.

Pertama Kali Ditemukan

Melansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), Burung Dodo pertama kali para pelaut Belanda temukan pada tahun 1598, sekaligus menandakan awal kepunahan burung tersebut. Belanda menduduki Mauritius membuat pelabuhan dan pemukiman manusia di sepanjang pesisir pantainya.

Burung yang terisolasi seumur hidupnya ini tidak pernah melakukan kontak dengan manusia. Sehingga secara alami mendekati para pelaut ke pemukiman manusia dan berakhir dengan perburuan burung tersebut.

Burung Yang Kuat dan Pintar

Melansir dari The Atlantic, kedua ilmuan tersebut dalam jurnal berjudul Vertebrate of Peleontology mengungkapkan bahwa burung ini merupakan satwa yang kokoh dan kuat dengan tulang kaki yang tebal dan panggul yang luas.

Dodo memiliki tempurung lutut yang kuat juga rusuk yang ramping, membuatnya bisa berlari dengan cepat dan bermanuver dengan lincah. Hal ini mematahkan anggapan bahwa burung ini adalah burung yang gemuk juga lamban.

Studi berikutnya kelompok ilmuan dari American Museum of Natural History lakukan. Mereka mempelajari otak burung dodo dan menemukan bahwa ia memiliki volume otak yang seimbang dengan besar tubuhnya.

Penemuan ini kembali mematahkan anggapan orang-orang abad ke-17 yang menganggap dodo adalah burung bodoh dan pantas punah. Burung yang lincah, kuat, serta pintar tersebut selama ratusan tahun manusia anggap bodoh dan mereka anggap pantas punah.

Hal ini menyadarkan kita bahwa eksploitasi manusia yang tidak memperhatikan alam bisa berdampak buruk bagi makhluk hidup lain.

Kepunahan

Penyebab utama kepunahan Burung Dodo bukan hanya para pelaut, tetapi hewan-hewan yang berasal dari kapal seperti tikus. Hewan-hewan itu bisa menyebar ke seluruh pulau lalu memakan telur burung ini serta meningkatkan persaingan dalam mencari makanan.

Burung Dodo terlihat terakhir kalinya sekitar tahun 1660-an dan kemudian tak terlihat lagi dan dinyatakan punah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.