Kraken, Mahluk Laut Raksasa yang Ditakuti Para Pelaut

oleh -190 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Menurut mitologi Skandinavia, Kraken adalah makhluk laut raksasa yang mengerikan, panjangnya bisa mencapai satu mil. Cerita-cerita umum menggambarkannya sebagai gurita yang sangat besar atau cumi-cumi yang menyerang kapal. Menurut beberapa kisah lainya, tubuhnya yang besar kerap disalahartikan sebagai pulau. (cva)

Sejarah

Makhluk tersebut pertama kali tercantum dalam Örvar-Oddr, kisah Islandia abad ke-13 yang melibatkan dua monster laut. Hafgufa (kabut laut) dan Lyngbakr (punggung heather). Hafgufa masyarakat yakini sebagai referensi ke Kraken.

Sekitar tahun 1250, laporan lain tentang Kraken terdokumentasi dalam karya ilmiah Norwegia Konungs Skuggsja. Tersebut bahwa mereka hanya ada dua karena tidak dapat bereproduksi. Pasalnya, mereka membutuhkan begitu banyak makanan sehingga tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama.

Laporan itu selanjutnya menggambarkan kebiasaan makan Kraken. Mengklaim bahwa ia akan menjebak ikan di sekitarnya dengan meregangkan lehernya melalui sendawa–melepaskan makanan dari mulutnya. Catatan lain menunjukkan bahwa binatang itu mengeluarkan “aroma yang kuat dan aneh”, atau mungkin kotoran, ketika ingin makan.

Di sisi lain, ikan-ikan akan terpikat dan masuk ke mulut Kraken saat ia makan. Sejumlah besar ikan akan terperangkap. Oleh sebab itu, ikan yang berkumpul secara tiba-tiba masyarakat yakini sebagai tanda peringatan bagi para pelaut untuk pindah dari suatu daerah dengan cepat.

Karya Ilmiah

Kraken juga terdapat dalam edisi pertama Systema Naturae (1735). Klasifikasi taksonomi organisme hidup oleh ahli botani, dokter, dan ahli zoologi Swedia Carolus Linnaeus.

Dia mengklasifikasikan makhluk ini sebagai cephalopoda, menunjuk nama ilmiah Microcosmus Marinus. Meskipun setiap penyebutan terhadap Kraken tak ada dalam edisi-edisi selanjutnya dari Systema Naturae.

Linnaeus menggambarkannya dalam karyanya yang belakangan, Fauna Suecica (1746), sebagai “monster unik” yang mendiami lautan Norwegia.

Kraken biasanya masyarakat anggap seperti gurita raksasa atau cumi-cumi, yang mungkin merupakan dasar dari monster legendaris. Tetapi selain itu, ia juga digambarkan sebagai makhluk “mirip kepiting” yang diyakini menyebabkan pusaran air besar.

Min Son På Galejan

Penulis Swedia Jacob Wallenberg menggambarkan Kraken dalam karya 1781 Min Son På Galejan (My Son on The Galley) sebagai berikut:

“Berangsur-angsur, Kraken naik ke permukaan. Dan ketika ia berada di sepuluh hingga dua belas depa, kapal-kapal sebaiknya bergerak keluar dari sekitarnya, karena ia akan segera meledak. Seperti pulau terapung, ia menyemburkan air dari lubang hidungnya dan membunyikan gelombang di sekelilingnya, yang bisa mencapai bermil-mil. Bisakah orang meragukan bahwa ini adalah pekerjaan dari seekor Leviathan?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *