Mengenal Kotatsu, Meja Makan yang Multifungsi

oleh -234 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Apakah teman-teman suka menonton kartun Jepang atau membaca komik Jepang? Kalau kita perhatikan, karakter dari kartun itu sering berkumpul dan duduk bersama di sekitar meja makan sambil duduk di lantai. (cva)

Ketika duduk di sekitar meja makan ini, kaki akan berada di bawah meja. Kemudian ditutupi dengan kain panjang dari meja makan. Ternyata ini merupakan cara mereka untuk menghangatkan badan, lo. Meja makan ini juga memiliki sebutan, yaitu kotatsu, yang atau meja penghangat.

Sebenarnya bagaimana cara kerja meja penghangat ini, ya? Ketahui lebih jauh mengenai kotatsu, yuk!

Kotatsu, Meja Multifungsi ala Jepang

Kotatsu adalah meja berkaki pendek dari kayu yang dilengkapi oleh futon atau selimut tebal. Nah, yang menarik, kotatsu ini memiliki pemanas yang berada di bagian bawah meja, lho teman-teman.

Fungsi dari futon adalah untuk menjaga panas yang bersumber dari pemanas, agar tetap berada di balik selimut. Kotatsu ini tidak hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh saja, melainkan sebagai meja makan masyarakat Jepang.

Saat makan, anggota keluarga akan duduk mengelilingi kotatsu dan tetap merasa hangat selama sedang makan.

Sejarah Kotatsu Berawal dari Abad Ke-14

Sejarah kotatsu bermula sekitar abad ke-14 pada periode Muromachi. Pada awalnya tidak berbentuk meja, teman-teman. Di setiap rumah di Jepang pada periode itu memiliki sebuah tempat seperti perapian berlapis batu yang menggunakan arang.

Perapian ini bernama irori dan berfungsi sebagai tempat kompor dan juga tempat mereka menghangatkan makanan. Irori berbentuk seperti lubang yang rendah di tengah ruangan. Pada lubang tersebut terisi arang yang digunakan untuk memasak.

Bentuk irori kemudian berubah karena bagian atas irori ditambahkan kayu. Juga terdapat selimut yang menjadikan tempat memasak berpindah dari tempat duduk. Irori yang berubah fungsi ini kemudian disebut sebagai horigotatsu. Horigotatsu berasal dari kata ‘hori’ yang berarti parit, ‘ko’ yang berarti api, dan ‘tatsu’ yaitu kaki lebih hangat.

Kemudian pada abad ke-17, horigotatsu berubah dengan terciptanya irori yang berbentuk cekung dan lembaran kayu di sekitarnya. Selimut juga masih ada di bagian atas untuk menjaga panas tidak keluar dari selimut.

Kotatsu semakin mudah untuk dipindahkan setelah adanya tatami, yaitu lembaran anyaman yang terdapat di rumah-rumah di Jepang. Penduduk Jepang cukup meletakkan sebuah pot yang berisi arang di atas lembaran tatami. Kemudian meletakkan meja di atas pot berisi arang tadi. Cara ini bernama okigotatsu.

Rumah di Jepang Dahulu Tidak Memiliki Pemanas Ruangan

Cara menghangatkan tubuh penduduk Jepang memang berbeda dengan negara-negara yang ada di Amerika atau Eropa. Di sana mereka menggunakan pemanas ruangan terpusat di rumahnya dan dialirkan ke ruangan-ruangan lain.

Meja kotatsu yang penduduk Jepang gunakan ini awalnya bertujuan untuk menghemat biaya pemanas ruangan. Sebab, penggunaan pemanas ruangan terpusat bisa mengeluarkan biaya yang mahal.

Selain itu, kita juga tetap bisa beraktivitas saat sedang berada di kotatsu, lo, seperti makan, membaca, menonton televisi, bahkan tidur.

Kotatsu juga bernilai multifungsi. Jika tidak terpakai, mesin pemanas dan selimut dapat dilepas. Jadi, mejanya juga bisa digunakan untuk keperluan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *