Peristiwa Sejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

oleh -161 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sejarah memang terkenal sebagai sumber dari segala kebiadaban. Namun di balik kisah perang, penyakit, dan pembunuhan yang kita tahu, ada fakta yang lebih mengerikan dan penuh dengan teror. Mungkin beberapa kisah ini hanya dapat dibandingkan dengan kengerian yang ada di film-film Halloween. (cva)

Namun tidak seperti film horor di mana kita bisa mengatakan “itu hanya film,” kisah-kisah di bawah ini terjadi di dunia nyata. Berikut 7 peristiwa dalam sejarah yang lebih mengerikan dari film horor.

1. Wabah Besar London

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

Peristiwa sejarah Wabah Besar London terjadi pada tahun 1665-1666, dan membunuh sekitar 100.000 orang atau 20 persen penduduk London saat itu. Virus ini memang sudah muncul di Eropa sejak tiga ratus tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1347-1353, dan terkenal dengan nama “Black Death” (“Maut Hitam”).

Sebagai pusat metropolitan yang sedang berkembang, London punya alasan untuk sangat berhati-hati dengan penyebaran Maut Hitam. Saat itu, orang yang sudah tertular penyakit ini akan dipenjara di rumah mereka sendiri. Setiap rumah yang penghuninya telah terinfeksi akan ditandai dengan palang merah di pintu untuk memperingatkan orang lain agar menjauh.

Dengan jumlah makanan dan obat-obatan yang sedikit, kondisi saat itu sangatlah memprihatinkan. Dan seperti yang terjadi pada film Land of the Dead, orang yang terinfeksi mulai melawan balik. Mereka membunuh para penjaga untuk melarikan diri.

Namun sayang, kebebasan yang didapat tidak sebanding dengan darah yang sudah tertumpah. Para pengungsi wabah ini berkeliaran tanpa sumber daya. Ketika mereka melarikan diri dari London, banyak desa kecil yang melarang mereka untuk masuk. Penduduk setempat bahkan melempar batu dan pupuk kandang ke dalam rumah sakit. Yang lebih parah, mereka membiarkan orang sakit masuk hanya untuk merampok mereka.

2. Pembunuhan Berantai di Tengah London Blitz

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

London Blitz terjadi ketika Inggris dengan berani menentang Nazi, dan sebagai gantinya Luftwaffe — angkatan udara Jerman Nazi — memborbardir kota London dan seluruh Britania Raya sampai hancur. Keadaan saat itu sudah sangat buruk, dan kehadiran sosok psikopat di kota London saat itu semakin membuatnya lebih buruk. Dari balik kegelapan, Gordon Frederick Cummins meneror London dengan melakukan pembunuhan dan penyerangan selama enam hari. Sebanyak tujuh wanita diserang, empat dari mereka meninggal dunia.

Dalam sejarah, korban Cummins adalah pelacur. Korban pertamanya adalah Evelyn Hamilton, ia menyerang wanita tersebut secara seksual, merampok, mencekik, dan membuang mayatnya ke dalam selokan. Hampir dua puluh empat jam kemudian, tubuh Evelyn yang terpotong-potong polisi temukan bersama dengan pembuka kaleng. Keesokan harinya, tubuh wanita lain, Margaret Florence Lowe, polisi temukan dengan isi perut yang berhamburan. Kemudian di hari keempat, polisi menemukan seorang pelacur lainnya yang menjadi korban keganasan Cummins, yaitu Doris Jouannet.

Seperti mengutip pada laman Old Police Cells Museum, agar menjadi seperti sebuah “kisah horor” Cummins sengaja menunggu satu hari untuk menyerang wanita lain pada hari Jumat tanggal 13. Namun tidak seperti Jason Voorhees, Cummins tidak berhasil membunuh siapa pun pada malam itu.

Seorang wanita berusia 32 tahun bernama Mary Haywood berhasil selamat ketika seorang polisi malam menyorotkan senternya ke Cummins saat sedang melakukan serangan. Selama perkelahian, Cummins meninggalkan masker gas miliknya dan melarikan diri. Polisi melacak nomor seri masker tersebut dan mendapatkan identitas Cummins. Cummins sang “Blackout Ripper” akhirnya mendapat hukuman mati dan dieksekusi pada tanggal 25 Juni 1942.

3. Pembuatan pupuk dari mayat tentara Waterloo

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

Peristiwa dalam sejarah yang selanjutnya tak kalah mengerikan. Terkenal sebagai pertempuran paling menentukan dalam Perang Napoleon, Waterloo identik dengan bencana dengan korban kurang lebih sebanyak 60.000 tentara. Namun apa yang tidak para prajurit yang meninggal ketahui adalah bahwa tubuh mereka akan menjadi bagian penting dari kebun-kebun di Inggris.

Setahun setelah Pertempuran Waterloo, daerah itu dibersihkan. Perusahaan mengumpulkan semua tulang milik prajurit dan kuda yang sudah tewas. Untuk memaksimalkan ruang, mereka mengubah tulang menjadi bubuk. Praktik ini memang sering terjadi di banyak medan Perang Napoleon lainnya seperti Leipzig dan Austerlitz.

Melansir dari laman Shannonselin.com, surat kabar pada saat itu melaporkan bahwa total mereka mengangkut lebih dari satu juta gantang tulang manusia. Tentara Prancis yang gugur mendarat di pabrik-pabrik Yorkshire, menandai kekalahan kedua mereka terhadap Inggris.

Mereka mencampur bubuk tulang itu dengan sisa-sisa kotoran untuk membuat pupuk. Kemudian pupuk ini dikirim secara massal ke Doncaster, yang mana pupuk ini membantu menumbuhkan tanaman di pusat pertanian Inggris. Petani lokal kemudianmembelinya untuk tanaman mereka sendiri, dan satu generasi Eropa makan dengan makanan yang terbuat dengan “bantuan” mayat.

4. George Washington yang Kembali dari Kematian

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

Sebelum Dr. Victor Frankenstein, ada Dr. William Thornton. Jika Frankenstein menggali kuburan para penjahat yang baru saja tereksekusi untuk membuat monsternya, Thornton memilih mayat yang lebih baik, yakni dari bapak pendiri Amerika Serikat sendiri.

Hal ini bermula saat Martha Washington berjanji kepada suaminya, George Washington, bahwa ia akan hidup untuk melihat tahun 1800. Sayangnya, George Washington meninggal pada sabtu malam, 14 Desember 1799. Tidak mau mengingkari janjinya, Martha pun menghubungi Dr. William Thornton.

Mengutip dari laman Mountvernon.org, William Thornton adalah salah satu dokter paling bergengsi di masanya, dan bersumpah kalau ia dapat menghidupkan kembali George Washington. Ya, Washington memang sudah meninggal, tetapi hal itu tidak menghalangi Thornton untuk “menyembuhkannya.”

Untuk membawanya hidup kembali, Thornton akan menaruh jasad George di air dingin. Lalu untuk mencairkannya, Thornton akan membungkus sang presiden dengan selimut. Ketika suhu tubuh Washington meningkat secara konstan, Thornton akan memompa udara di paru-parunya untuk merangsang napas.

Sedangkan untuk mengaktifkan kembali jantungnya, Thornton akan menyuntikkan George dengan darah domba. Akhirnya, Washington akan hidup kembali seperti semula. Tetapi proposal itu ditolak. Dengan enggan, Thornton percaya selama 20 tahun percobaannya bahwa ia bisa menyelamatkan nyawa sang presiden.

5. Eksperimen pengkondisian Nikolai Krasnogorsky pada anak-anak yatim

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

Ivan Pavlov memang terkenal dengan sejarah percobaan pengkondisian terhadap anjing. Hal itu memang terlihat kejam, tetapi seorang murid Pavlov, Nikolai Krasnogorsky, malah memperluas eksperimennya pada manusia. Krasnogorsky memperoleh subyek dari panti asuhan setempat, dan mendapat sekelompok anak kecil yang dapat ia manipulasi dengan bebas.

Mengulangi set-up dari eksperimen anjing mentornya yang terkenal itu mustahil. Manusia tidak akan mau makan hanya dengan isyarat. Untuk mengatasinya, ia mengikat mereka dengan tali kulit dan perlengkapan kepala dari logam. Mulut anak-anak ini dikunci dalam keadaan terbuka.

Sedangkan perangkat yang terhubung di dalam mulut mereka akan mengukur air liur yang sudah terkumpul. Pad elektronik akan mengenai pergelangan tangan mereka setiap kali makanan akan dibagikan, dan mereka dipaksa untuk makan kue dan makanan busuk. Reaksi mereka terhadap sampel yang berbeda akan ia catat.

Meskipun sangat tidak etis, penelitian ini berhasil memberikan kemajuan ilmiah tentang pengkondisian manusia. Tidak seperti Pavlov dan anjingnya, manusia kurang peka dengan sedikit perubahan dalam rangsangan. Melalui penderitaan mereka, anak-anak milik Kransngorsky telah meletakkan dasar bagi teori modern terapi perilaku kognitif.

6. Perampokan makam John Scott Harrison

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

Melansir dari laman Cincinnati Magazine, John Scott Harrison adalah satu-satunya putra seorang presiden Amerika (William Henry Harrison) sekaligus menjadi ayah dari seorang calon presiden Amerika (Benjamin Harrison).

Karier John Scott Harrison dalam politik sangat sukses, yang menjelaskan mengapa ada banyak orang yang menghadiri pemakamannya pada 25 Mei 1878. Namun selama upacara pemakamannya, seorang pelayat menyadari kalau seseorang telah merampok makam pria bernama Augustus Devin yang ada di dekatnya.

Khawatir John Harrison akan mengalami nasib yang sama, putra-putranya menempatkan tiga batu besar yang kemudian ia ikat dengan semen di peti matinya. Butuh 16 orang untuk mengangkat batu tersebut, dan sebagai tindakan pencegahan lebih lanjut, seorang penjaga mereka sewa untuk menjaga makam itu selama sebulan.

Karena penasaran dengan nasib Devin dan curiga dengan kebutuhan sekolah kedokteran terdekat untuk mempelajari mayat, surat perintah penggeledahan untuk Medical College of Ohio pun keluar. Setelahnya mereka menemukan beberapa temuan mengerikan termasuk sekotak bagian tubuh yang rusak dan mayat bayi berumur enam bulan. Namun yang lebih mengerikan lagi adalah mayat telanjang dengan topeng yang tergantung dengan tali. Saat mereka melepas topeng tersebut, terungkap kalau itu adalah mayat John Scott Harrison. Tubuhnya telah dirampok kurang dari 24 jam setelah penguburannya. Terlepas dari segala tindak pencegahannya, tidak ada yang tahu bagaimana hal itu bisa terjadi.

7. Korban yang terlupakan dari peristiwa pembunuhan Lincoln

7 Peristiwa Bersejarah yang Lebih Mengerikan dari Film Horor

Pembunuhan Abraham Lincoln adalah salah satu peristiwa yang paling menyedihkan dalam sejarah Amerika Serikat. Namun tidak hanya ia yang menjadi target para konspirator pada malam itu. Para pejabat tingkat tinggi Amerika termasuk Wakil Presiden Andrew Johnson dan Sekretaris Negara William Seward malam itu juga menjadi sasaran mereka.

Namun ada satu korban lagi dari peristiwa di malam itu. Ia adalah Clara Harris, seorang wanita yang tidak seharusnya berada di Teater Ford pada malam itu. Mengurip dari laman Historical True Crime, dia dan kekasihnya, Henry Rathbone, hadir atas permintaan Ibu Negara, Mary Todd Lincoln.

Menyusul kemenangan Perang Sipil, para penonton teater saat itu memang sedang berada dalam suasana perayaan. Tapi, perayaan itu terhenti ketika John Wilkes Booth menerobos masuk ke dalam ruangan presiden dan menembak kepala Lincoln.

Mencoba untuk menangkap si pembunuh, Rathbone meraih lengan Booth, tetapi Booth berhasil menikamnya dan melarikan diri. Darah Rathbone mengenai gaun Clara yang saat itu duduk di sampingnya. Bertahun-tahun kemudian, Clara dan Henry menikah. Tidak ingin membuang gaunnya yang berlumuran darah, Clara pun menyimpannya di dalam lemari. Terdorong karena rasa bersalah karena tidak menghentikan tragedi itu, Rathbone mendengar suara-suara dari dinding kamarnya. Mereka menyalahkannya atas kematian Lincoln dan memerintahkannya untuk membalas kematian sang presiden.

Layaknya film The Shining, Rathbone menciptakan kembali plot pembunuhan Lincoln pada malam Natal tahun 1883. Ia kemudian menembak Clara dan menikam dirinya sendiri dengan pisau. Dia kemudian berusaha untuk menyerang anak-anaknya sebelum penjaga rumah bisa menariknya keluar. Henry menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa.

Nah, itu tadi 7 peristiwa sejarah yang lebih mengerikan dari film horor. Bagaimana, lebih seram dari cerita horor kan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.