Pertempuran Tsushima, Militer Jepang VS Rusia

oleh -112 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pertempuran Tsushima merupakan puncak dari perang Rusia-Jepang yang berlangsung sejak 8 Februari 1904 sampai 5 September 1905. Kekalahan Rusia ini membuat mereka harus menyerahkan Manchuria, China kepada Jepang. Sebelum kalah dari Jepang, Manchuria utara berada di bawah kepentingan Rusia. (cva)

Awal Mula

Pasca Restorasi Meiji 1868, Kekaisaran Jepang muncul sebagai pelopor kemajuan di Asia di bidang industri dan pengetahuan. Pengetahuan pun menjadi tonggak kebangkitan militer Jepang selama awal abad XX (20).

Berkat Restorasi Meiji pun, secara politik Jepang berani mengambil langkah untuk bersaing dengan Rusia untuk pengaruhnya di semenanjung Korea dan Manchuria ketika Tiongkok mengalami masalah politik internalnya.Di sisi lain, Rusia menginginkan ekspansinya ke semenanjung Korea. Jepang menganggap tindakan ini merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi.

Maka 8 Februari 1904, Angkatan Laut negeri matahari terbit itu menyerang tiga pangkalan laut Rusia di Korea: Port Harbour, Dalny, dan Chenulpo. Pertempuran pecah baik di darat maupun laut Korea, yang menyebabkan Rusia mundur ke Mukden, Manchuria.

Mengetahui kekalahan militernya, Tsar Nicholas II segera memerintahkan armada laut di Baltik untuk ke Selat Tsushima dengan memutar jauh melewati Terusan Suez. Bahkan salah satunya harus singgah di Madagaskar untuk isi bahan bakar.

Angkatan Darat Rusia pun didatangkan dari Moskow lewat Kereta Api Trans-Siberia. Kekuatan penuh ini bertujuan untuk mematahkan blokade Jepang dan meraih kembali dominasi laut mereka di Perairan Korea.

Alur Perang

26-27 Mei 1905

Tengah malam antara 26 dan 27 Mei, armada Rusia memasuki Selat Tsushima dengan harapan bisa menghadapi Jepang di siang hari. Namun mereka kepergok kapal penjelajah Jepang, Shinamo Maru di antara kabut sebelum subuh.

Terdeteksinya keberadaan kapal Rusia membuat Armada Jepang di pelabuhan Masampo, pesisir tenggara Korea berangkat dari pukul 05.05 waktu setempat. Armada juga diberangkatkan dari Pulau Tsushima. Total yang dikerahkan Jepang berjumlah 103 kapal.

Pukul 13.39 27 Mei, armada laut Jepang berhasil memergoki armada Rusia. Butler dan tim menulis, kapal-kapal Jepang relatif modern daripada Rusia dalam pertempuran ini, bahkan satu jam setelahnya, mereka dapat melakukan manuver rumit agar bisa sejajar dengan armada Rusia. Sedangkan armada Rusia berada dalam formasi berantakan yang terbagi dalam dua barisan.

Kedua pihak dalam baku tembak. Jepang memfokuskan targetnya pada Savaroff dan Oslyabya yang mengakibatkan keduanya lumpuh dan kebakaran. Sedangkan Rusia berhasil melumpuhkan Asama. Kedua pihak mengalami keberhasilan.

Pada 14.05, Oslyabya membawa 515 pelaut tenggelam ke dasar laut. Satu jam berikutnya pun, Jepang terus menghujani kapal-kapal Rusia hingga formasi menjadi kelompok-kelompok kecil.Kondisi memburuk bagi armada Rusia membuat mereka tak ada pilihan kecuali harus lari ke pelabuhan Vladivostok, sekitar 1.040 km jauhnya di utara.

Pukul 18.00, kedua armada kehilangan kontak. Dalam selimut asap dan kabut itu, Jepang lagi-lagi berhasil menemukan armada Rusia. Lewat Fuji, mereka berhasil menenggelamkan Alexander III dan Borodino dan meledekkan gudang senjatanya.Dilaporkan dari 1.660 awak di kapal itu, hanya lima pelaut yang selamat. Sedangkan di pihak Jepang korban terdapat 514 orang, tanpa kehilangan kapal sama sekali. Kekalahan telak bagi Rusia yang sudah berantakan itu, akhirnya membuat sebagiannya memilih berlayar ke Shanghai lalu menyerahkan diri di Manila, Filipina.

18 Mei 1905

Pukul 09.30 28 Mei 1905, Jepang melalui tiga skuadron kapal penjelajahnya mengontak armada Rusia yang tersisa. Mereka pun mengepung dan kadang-kadang menembak skuadron Rusia. Laksamana Madya Nikolai Nebogatov, pemimpin armada menganggap melawan adalah hal yang sia-sia. Ia pun menyerahkan empat kapalnya pada Jepang.

Setelah Nebogatov ikut tertangkap, armada Jepang masih menyisir selat Tsushima dan Laut Jepang. Beberapa pasukan Rusia pun mendaratkan diri, dan menyusuri pantai hingga tiba di Vladivostok. Berdasarkan laporan yang Butler dan timnya catta, secara keseluruhan Jepang kehilangan 118 orang tewas dan 583 luka-luka. Di pihak Rusia sendiri kehilangan 4.380 orang tewas, 5.917 yang tertawan, dan 1.862 tertahan di negara-negara netral.

Akhir

Pertempuran itu menjadi awal dominasi Jepang di Pasifik. Tsar Nicholas II akhirnya mengadakan Perjanjian Portsmouth dengan Jepang dan menandatanganinya pada 5 September 1905. Perjanjian itu membuat Rusia menyerahkan Pulau Sakhalin, pangkalan militer di Korea dan Manchuria, maupun hak pengunaan jalur kereta api di sana.

Dalam buku the Battle of Tsu-Shima oleh Vladimir Semenoff (1907), ia mengutip tulisan Sir George Sydenham Clarke, petinggi militer Inggris. Petinggi militer itu mengatakan Tsushima adalah “pertempuran besar dan sangat momentum penting bagi angkatan laut terpenting sejak Trafalgar.”

Sedang Butler dan tim menulis, “Keberhasilan Jepang membuat mereka menjadi kekuatan dominan di Pasifik, berasama A.S. Persaingan yang kemudian terjadi akhirnya membuka jalan bagi menyebarnya Perang Dunia II di Pasifik.”

Itulah tadi sejarah mengenai Pertempuran Tsushima. Terimakasih sudah membaca! :3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *