Phoenix, Motif Ekslusif Milik Permaisuri Kaisar Cina

oleh -69 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sobat para pecinta drama Cina atau novel juga komiknya pasti sudah tidak asing dengan burung Phoenix. Iya burung agung dalam mitologi Cina yang selalu hadir dalam sulaman jubah juga pernak-pernik milik permaisuri kaisar. (Nd)

Phoenix atau masyarakat Cina menyebutnya dengan Feng Huang merupakan salah satu dari empat mahluk supranatural (si ling) bersama naga (long), kilin (qilin), dan kura-kura (gui).

Secara kebahasaan arti dari nama feng huang cukup beragam. Mulai dari, “feng” yang merujuk pada phoenix jantan dan “huang” adalah phoenix betina sehingga feng huang merupakan simbol persatuan antara jantan-betina, laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Qilin, mahkluk perlambang kemakmuran dan Kedamaian

Pendapat legenda lain menyebutkan feng huang mengindikasikan kata feng adalah kata ‘angin’ sehingga pada masa legenda phoenix dikenal sebagai dewanya angin. Phoenix juga sering mewakili arah utara.

Dalam ragam motif budaya Cina, phoenix dan naga sering bersanding dalam lukisan, bangunan dan motif dalam kain atau pakaian. Pada masa lalu, motif tersebut khusus untuk pakaian dan perhiasan permasuri kaisar. Sedangkan Kaisar, sang ‘anak langit’ akan mengenakan motif naga.

Burung legenda ini kemungkinan besar telah muncul sebagai hias pada masa pemerintahan Kaisar Huang Ti. Yang memerintah pada tahun 2698 SM – 2598 SM.

Phoenix muncul kembali pada masa pemerintahan Dinasti Han (206 M – 220 M). Pada masa tersebut phoenix mulai menjadi piranti persembahan. Sejak masa dinasti ini pula, phoenix bersama naga menjadi hiasasan di setiap sudut istana. Dalam sejarah Cina masa itu, phoenix menjadi simbol sanjungan bagi penguasa yang berhasil dalam memimpin negara dengan damai.

Pada perkembangan selanjutnya, phoenix pun menjadi lambang agung dan eksklusif untuk permaisuri kaisar Cina. Selama berabad silam, satwa mitologi ini menjadi satu-satunya motif resmi kerajaan pada jubah permaisuri, mahkota, hiasan rambut, tusuk, konde, dan aksesori mewah lainnya. Semuanya hanya boleh milik sang ratu.

Source: Nationalgeographic.grid.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.