Qilin, mahkluk perlambang kemakmuran dan Kedamaian

oleh -345 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Tiongkok merupakan salah satu negara dengan akar budaya yang dapat kamu telusuri jauh ke masa lalu. Oleh karena itu budaya dan mitologi mereka pun tak kalah beragam dengan bangsa lainnya. Salah satunya adalah makhluk mitologi yang mereka sebut dengan Qilin. (Nd)

Qilin adalah salah satu dari “empat hewan mulia” bangsa Cina. Yang lainnya mencakup kura-kura, naga, dan burung phoenix. Mitos kuno mereka mengisahkan tentang dewa Pangu, yang melindungi langit dan bumi dari kekacauan.

Empat makhluk ini lah yang membantunya. Ketika pekerjaan selesai, Qilin masuk ke hutan lebat. Sejak itu, masyarakat menyebutnya sebagai hewan pertanda baik.

Salah satu legenda Tiongkok menceritakan tentang Kaisar Fu Xi, yang hidup 2.900 tahun lalu. Suatu hari, dia melihat qilin muncul dari Sungai Kuning. Punggung makhluk tersebut berukir tanda magis yang Kaisar coba untuk salin. Konon, tanda-tanda itu kemudian menjadi dasar tulisan Cina.

Terlepas dari penampilannya yang seperti makhluk jahat, Qilin adalah hewan yang baik hati dan damai. Ia dapat berjalan di permukaan air, melayang ke langit, dan di atas tanah tanpa menginjak rumput.

Ia juga merupakan perlambang kemakmuran dan kedamaian. Tidak pernah menyakiti tumbuhan, hewan, bahkan serangga terkecil. Namun terkadang hewan ini bisa menjadi agresif untuk menghukum orang jahat.

Qilin melambangkan kelahiran orang bijak pada masa depan dan personifikasi dari sifat kemanusiaan. Selama berabad-abad, makhluk legenda ini telah dikenal di beberapa budaya dan tradisi Asia Timur (Korea dan Jepang).

Baca Juga: Brigid, Dewi Kaum yang Cantik

Penggambaran makhluk ini terbilang beragam. Seperti misalnya campuran rusa kecil, singa, dan ikan. Tetapi ia juga dapat digambarkan bertubuh harimau namun berkepala serta berekor naga.

Sumber sejarah paling awal tentang Qilin ada pada sejarah naratif Cina kuno abad ke-5 SM, Zuo Zhuan yang menggambarkan peristiwa di Cina pada 722-468 SM. Kemudian, kisah Qilin muncul dalam berbagai karya sejarah dan fiksi Tiongkok periode berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.