Ragnarok, Serangkaian Peristiwa Kiamat Pada Mitologi Nordik

oleh -291 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Dalam cerita Mitologi Nordik, Ragnarok merupakan serangkaian peristiwa apokaliptik yang akan menentukan akhir dunia. Para raksasa es dan api akan menggabungkan kekuatannya untuk melawan para dewa dalam pertempuran yang akan menghancurkan planet. (cva)

Dunia yang hancur itu akan muncul kembali. Para dewa yang masih hidup akan bertemu dan dunia akan dihuni kembali oleh orang-orang yang selamat.

Mitologi Nordik terbagi dalam dua kelompok besar, yakni dewa Aesir dan Vanir. Mereka tinggal di Jötunheimr, salah satu dari sembilan dunia kosmologi Nordik, yang sebelumnya para raksasa tempati.

Dalam kisah-kisah Nordik kuno, para raksasa sering berinteraksi dengan Aesir dan Vanir, tetapi mereka biasanya berselisih atau bersaing dengan mereka.Seperti kisah kiamat dalam agama Kristen, Ragnarok memiliki serangkaian tanda yang pada akhirnya akan menentukan akhir zaman.

Tanda-Tanda

Tanda pertama adalah Fimbulvetr, musim dingin yang panjang terus menerus yang berlangsung selama satu tahun. Ayam merah bernama Fjalar akan memperingatkan para raksasa bahwa Ragnarok telah bermula.

Ayam jantan kedua akan memperingatkan semua orang mati bahwa Ragnarok telah bermula.

Lalu ada ayam jantan merah ketiga yang tinggal di Asgard bernama Gullinkambi, yang akan memperingatkan semua dewa tentang awal dari akhir.

Dewa Heimdallr akan menggunakan terompetnya untuk memainkan nada khusus yang akan terdengar di Valhalla. Dan ini akan membawa orang mati hidup kembali. Mereka akan berbaris ke alam yang bernama Vigrid (tempat pertempuran) sebagai tempat pertempuran terakhir.

Lautan akan terkoyak dan seekor ular yang begitu besar, akan bangkit dari laut dalam untuk bergabung dalam pertempuran.

Para dewa Baldr dan Hod juga akan kembali dari kematian untuk bertarung dalam pertempuran terakhir ini. Manusia, dalam kisah kiamat Ragnarok adalah korban perang para dewa seperti halnya dalam mitologi Hindu. Tentang kisah avatar dan manusia di atas kuda.

Kiamat Ragnarok berbeda dari ajaran Abrahamik, di mana manusia di hukum pada “Hari Penghakiman”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *