Resensi Buku : The Valley of Fear

oleh -1.038 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hi readers! Apa kabar? Di tulisan kali ini aku mau buat resensi salah satu buku Sir Arthur Conan Doyle. Yap, bener banget! Aku mau bahas buku series Sherlock Holmes yang berjudul ”The Valley of Fear” atau “Lembah Ketakutan“. (cva)

Epic adalah kata yang bisa aku berikan untuk The Valley Of Fear, novel ke empat dan terakhir karya Sir Arthur Conan Doyle. Keseluruhan dari cerita ini berisi kenyataan diluar dugaan. Luar biasa!

Well, kalau kalian penasaran, langsung aja baca resensinya di bawah ini. Eitss, aku mau ngingetin kalau tulisan ini mengandung spoiler. Buat kalian yang nggak mau kena spoiler, bisa baca artikel lain yang nggak kalah seru juga kok!

Happy reading!

Identitas Buku

Judul : Sherlock Holmes: Lembah Ketakutan (The Valley of Fear)

Kategori : Novel Fiksi

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 212 lembar

Sinopsis

Suatu pagi Sherlock Holmes menerima pesan dalam bentuk kode yang menginformasikan ancaman pembunuhan terhadap John Douglas di Manor House. Sayangnya Sherlock Holmes terlambat. Pada saat ia berhasil memecahkan kode itu, sudah terjadi pembunuhan terhadap John Douglas.

Sherlock Holmes dan Watson kemudian pergi ke lokasi kejadian di Sussex untuk menyelidiki pembunuhan tersebut. Penyelidikan mereka berhasil menyingkap rahasia besar di balik pembunuhan itu, dengan motif yang bermula di Amerika. Meskipun tidak punya cara untuk membuktikannya, Sherlock yakin Profesor Moriarty terlibat dalam hal ini, karena cuma Moriaty yang tertantang untuk menghabisi seseorang yang berkali-kali lolos dari maut.

Ringkasan

Novel ini mempunyai 2 bagian. Bagian pertama yaitu Sherlock Holmes dan Watson menyelidiki pembunuhan yang diduga Mr. John Douglas di Manor House, Birlstone. Bagian kedua tentang latar belakang Mr. John Douglas sebagai Scowrer (kelompok 341, Vermissa), perkumpulan orang jahat dengan tameng orang bebas.

Mr. John Douglas tewas di rumahnya, di Manor House, Birlstone dengan kondisi kepala yang hampir luluh lantak akibat senapan tabur. Namun sosok yang mengejutkan semua orang tiba-tiba muncul ke permukaan. Mr. John Douglas masih hidup!!!. Ia muncul dari goa (tempat persembunyian di rumahnya sendiri). Lalu siapakah yang terkapar mengenaskan itu dengan memakai semua barang yang bisa teridentifikasi sebagai Douglas?

Bukan Sherlock Holmes kalau tidak mengungkapkan kejadian perkara sebenarnya. Lewat dokumen yang apa pada Watson (yang telah ditulis Douglas selama persembunyiannya), jalan cerita mulai diurai sedikit demi sedikit baik tentang cerita asli maupun “Lembah Ketakutan”.

Korban yang tewas itu ternyata musuh lamanya yang terlibat cinta segitiga dengan istri pertama Douglas. Musuh yang tidak kenal lelah memburunya adalah Ted Baldwin. Baldwin membalaskan dendamnya kepada Douglas berujung senjata makan tuan.

Sebelum bernama John Douglas, ia memakai nama Jack McMurdo dalam penyamarannya. Ia juga merupakan pemilik nama Birdy Edwards dari Penkirton yang sebenarnya. Ia adalah seorang yang penuh keberanian, percaya diri yang mumpuni, pelakon penuh kepura-puraan dan penyamar yang hebat. Ia terpilih (bekerja sama dengan polisi, Kapten Marvin) untuk menghancurkan agen setan dan harus memainkan permainan yang keras dan berbahaya di lembah ketakutan, lembah batu bara Vermissa.

Pada saat itulah ia bertemu dengan gadis yang ia cintai, yang ternyata telah oleh Ted Baldwin miliki. Setelah bergabung bersama kelompok setan itu dan berhasil mengelabui juga menjebak semua anggota dan penasihat John McGinty, barulah identitasnya yang asli ia buka lebar-lebar. Seolah-olah ia tidak takut akan bahaya yang akan mengincarnya nanti. Cari mati. :v

McGinty berakhir di tiang gantungan. Delapan anak buah utamanya mengikuti jejaknya. Lima puluhan orang menjalani hukuman penjara untuk waktu yang berbeda-beda. Namun Ted Baldwin telah lolos dari gantungan dan beberapa orang terkejam di dalam kelompok itu. Mereka telah bersumpah untuk menghabisinya sebagai pembalasan untuk rekan-rekan mereka. Hingga pada waktunya tiba, Ted Baldwin berhasil mengikuti jejak Douglas di Inggris.

Di akhir cerita Mr. Douglas diberitakan telah tewas dengan cerita yang dibuat “jatuh ke laut” dalam badai St. Helena  saat kapalnya tiba di Cape Town (ia dan istrinya pergi bersama-sama ke Afrika Selatan). Douglas dibunuh dengan pengaturan yang sangat baik oleh pihak yang lebih pandai dan tidak terlacak sedikit pun.

Di kisah ini pula kita mengetahui siapa Profesor Moriarty, penjahat paling berbahaya di Inggris.

Kelebihan

Untuk novel dengan kalimat terjemahan dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, tentunya kita akan lebih nyaman dlaam membaca. Plot dan kebenaran yang mencengangkan membuat kita berpikir lebih dalam dari seri sebelumnya. Sherlock Holmes – Lembah Ketakutan ini patut untuk kalian, terlebih bagi para penggemar cerita kalian yang detektif yang mengasah otak. 

Kekurangan

Buku ini mampu melanjutkan buku sebelumnya dengan sangat apik. Namun, kisah dalam buku ini kurang menyajikan proses pemecahan masalah secara runtut sehingga pembaca hanya mampu menerima akhir kasus, tanpa menganalisisnya dari awal hingga akhir. Pilihan kata dalam buku ini sangat berat dan membutuhkan pemikiran lebih dalam memahaminya. Alur ceritanya pun harus benar-benar kita ikuti agar dapat mengerti keseluruhan cerita, karena memang alurnya berat dan rumit. Ada beberapa rincian kecil yang harus benar-benar kita perhatikan dalam memecahkan kasus.

Itulah dia tadi sedikit inti yang bisa aku ringkas. Semoga review singkat, padat, dan kurang jelas ini dapat menarik perhatian kalian, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.