Yuk, Ketahui Perbedaan Trauma dan PTSD

oleh -97 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Karena masih stay at home, jadi kerjaanku di rumah sering nonton TV. Setiap aku nonton TV, banyak berita yang menginformasikan tentang bencana alam, kasus kekerasan, pembullyan, pemerkosaan, dan lain-lain yang bikin aku cemas sendiri. (cva)

Nggak jarang juga berita-berita itu tuh men-trigger apa yang pernah menjadi pengalamanku dan membuat aku trauma. Meskipun kejadian itu udah lamaaaa banget, tapi kadang tetep aja blow up dan membuat aku teringat lagi.

Mungkin kalian ada yang merasa sama nih kayak aku. Mempunyai sebuah kejadian traumatis yang kadang keinget-inget lagi dan berpengaruh sama kehidupan kalian sehari-hari.

Nah, sekarang pertanyaannya yang kamu rasain itu adalah sebuah trauma atau PTSD?

Trauma

Melansir dari Pusat Nasional PTSD AS, sekitar 60% pria dan 40% wanita mengalami peristiwa traumatis dalam hidupnya. Peristiwa traumatis dengan jenis dan tingkatan yang berbeda-beda tiap individu.

Trauma adalah peristiwa yang membahayakan diri, mengancam nyawa, dan memiliki efek jangka panjang bagi kehidupan. Bukan sebatas pelecehan, pemerkosaan, kecelakan, bencana, dan sesuatu yang kamu pikir serem banget. Trauma bisa juga karena hal-hal kecil, tapi berulang.

Kamu dikatain sama temen-temenmu dari SD sampe SMP aja bisa, lho jadi trauma. Segala hal yang menakutkan atau berefek pada hidup kamu dalam jangka panjang termasuk trauma. Kamu diselingkuhin, dibohongin, di-PHP-in terus menerus juga bisa buat kamu trauma soal cinta-cintaan bahkan sampe punya trust issue.

Meskipun ‘trauma’ a.k.a. PTS (post-traumatic stress) itu kedengerannya serem, tapi PTS itu adalah respon yang normal dan wajar terjadi setelah kamu mengalami hal yang traumatis. Waktu itu aku ikut program Basic Mental Health Training Satu Persen dengan topik Emotional First Aid yang menjelaskan tentang trauma.

Jenis-Jenis Trauma

Trauma itu sendiri ada dua jenis, yaitu trauma primer dan trauma sekunder. Trauma primer adalah suatu kejadian traumatis yang kamu alami sendiri. Misal kayak kecelakaan, operasi, dan lain-lain yang mungkin menyakitkan bagi kamu yang merasakannya.

Trauma sekunder adalah suatu kejadian traumatis yang terjadi dengan orang lain, tapi kamu melihat atau mendengarkan secara langsung pengalaman trauma orang lain. Bisa disebut juga vicarious trauma. Contohnya, kamu liat orang kecelakaan sampe berdarah-darah atau kamu dengerin kisah temenmu yang pasangannya meninggal dunia pas detik-detik pernikahan.

Selain dua itu, trauma juga punya dua jenis berdasarkan waktu, yaitu trauma akut dan trauma kompleks. Trauma kompleks itu adalah peristiwa traumatis yang berulang-ulang selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, seperti pembullyan, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam keluarga, dan lain-lain, sedangkan trauma akut itu adalah peristiwa trauma yang terjadi hanya sekali, tetapi secara masif, seperti bencana alam.

Trauma di setiap orang juga berbeda-beda. Kalau temenmu trauma digigit anjing dan kamu enggak, bukan berarti temenmu lemah karena takut anjing. Karena respon setiap individu itu berbeda. Respon dari trauma juga beda-beda, kalau kamu pernah denger kalimat ‘fight or flight’ itu adalah respon dari trauma kamu. Mau lari dan menghindar atau kamu lawan traumanya.

PTSD

PTSD termasuk golongan dari gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang merupakan kelanjutan dari Acute Stress Disorder (ASD).

Menurut DSM-V (Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorder V), PTSD merupakan sekelompok gejala kecemasan yang terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis yang mengakibatkan perasaan ngeri, tidak berdaya, dan ketakutan.

PTSD bukan cuma kamu nggak bisa move on dari peristiwa traumatis, tapi lebih lebih lebih dari itu.

Gejala-gejala dari PTSD yang menurut Psikologi FK UNS:

1. Paparan terhadap peristiwa traumatis

Mengalami efek atau dampak dari peristiwa traumatis. Contohnya kalo peristiwa kecelakaan, kakinya patah. Atau ancaman dan emosi negatif kayak selalu murung setelah dibully.

2. Re-experiencing atau perasaan mengalami kembali peristiwa traumatis

Kamu merasa kayak peristiwa itu tuh kejadian lagi. Misal trauma tentang kecelakaan kereta, kamu bisa aja mendengar klakson kereta, bisa mencium bau-bau di dalam kereta atau bahkan bau darah ketika keretanya tabrakan dan korban berjatuhan. Bisa juga mengalaminya lewat mimpi buruk dan emosi-emosi negatif dari peristiwa itu.

3. Menghindar dari ingatan tentang peristiwa traumatis

Kalau kamu trauma soal pelecehan seksual di sekolah, kamu nggak akan mau pergi ke sekolah lagi. Kamu nggak akan mau membahas apapun yang berkaitan sama sekolah. Pokoknya BIG NOdeh sama hal-hal yang bikin kamu inget sama traumamu. Mau itu tempat, suasana, individu/pelaku, atau perilaku yang berkaitan dengan peristiwa traumatis.

4. Kewaspadaan berlebih

Apa-apa bikin kamu takut, gelisah, bikin kamu kaget. Itu terjadi karena kamu memasang kewaspadaan yang berlebih bagi diri kamu sendiri.

5. Adanya penurunan fungsi psikologis

Kamu jadi sulit berinteraksi dengan orang lain dan cenderung menarik diri dari kehidupan sosial. Dan juga jadi nggak bergairah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kamu baru bisa didiagnosis dengan PTSD ketika lima gejala tadi terjadi selama satu bulan atau lebih. Sama dengan gangguan mental lainnya, PTSD juga nggak cuma masalah psikis, tapi juga fisik.

Sebuah studi pada tahun 2018 menyatakan bahwa pasien PSTD mengalami kerusakan otak pada area hippocampus menjadi lebih kecil. Jadi kerusakan itu beneran nyata pada organ tubuh, yaitu otak.

C-PTSD

Selain PTSD, ada juga loh yang namanya C-PTSD atau Complex Post-Traumatic Stress Disorder. Kalau kamu baca soal jenis trauma berdasarkan waktu, itu ada dua yaitu trauma akut dan trauma kompleks. C-PTSD ini terfokuskan dengan trauma kompleks.

Di Indonesia sendiri, C-PTSD masih jarang dibahas, but it’s okay to know more about the new thing!

Persamaan dan Perbedaan PTS dan PTSD

Trauma atau post-traumatic stress (PTS) dengan PTSD mempunyai kesamaan yaitu sama-sama merasakan perasaan takut, gelisah, cemas, berusaha untuk menjauhi atau menghindar dari sesuatu hal bisa tempat atau situasi yang dapat membuat mereka teringat akan traumanya, dan juga mimpi buruk.

Perbedaan yang mendasar dan dapat terlihat adalah PTS tidak berlangsung lama setelah peristiwa traumatis itu terjadi, lain halnya dengan PTSD yang terus akan ada menghantui kamu lama setelah peristiwa traumatis itu terjadi.

Akhir kata, trauma itu sesuatu yang mengerikan ya guys, tapi jangan sampai trauma kalian membuat orang lain juga trauma karena kalian nggak bisa mengendalikan trauma kalian sendiri.

Jadi, jangan lupa untuk selalu berusaha lebih baik lagi setiap harinya, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.