350 Ribu Akun Call Of Duty Telah Diblokir Karena Toxic dan Rasis

oleh -148 views
Call of Duty

ZETIZEN RADAR CIREBON – Call of Duty terus bertambah populer dan diminati gamer meski telah menjadi franchise tahunan selama satu dekade lebih. Dengan semakin populer sebuah game, semakin bervariasi juga tipe pemainnya. Salah satu yang paling dilawan ialah pemain yang bersifat rasis terhadap pemain lainnya. (mrg)

Sebagai bagian dari program anti-toxicitystaf developer Call of Duty umumkan kalau mereka telah memblokir banyak pemain diantaranya ialah 350 ribu pemain dikarenakan “nama rasis atau perilaku toxic“. Jumlah tersebut merupakan total dari banyak game mulai dari Call of Duty : Warzone, Black Ops Cold War, Modern Warfare, dan juga Call of Duty : Mobile.

Meski dengan jumlah yang cukup banyak tersebut, developer COD ungkap kalau tugas mereka masih jauh dari berakhir. Mereka berencana untuk terus melawan rasisme, seksisme, dan pelecehan lainnya yang merusak pengalaman bermain orang lain.

Baca juga : Game Action di Smartphone? Apakah Worth It?

Beberapa tim telah ditugaskan dalam mengurus sistem deteksi, monitoring, dan pemberian hukuman terhadap bermain yang dipermasalahkan tersebut. Diharapkannya dengan usaha yang dilakukan dapat memberikan pengelaman terbaik kepada semua pemain COD.

Sudah menjadi budaya tersendiri untuk game kompetitif semacam COD ini dibanjiri oleh sejumlah pemain dengan tingkah laku yang tak layak. Sebagian menganggapnya sebagai “bagian dari kesenangan” dalam bermain game ini, namun tak semua dapat menerima pemikiran yang sama. Memusnahkan toksisitas secara penuh sampai ke akar merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan. Namun selalu diapresiasi ketika developer mencoba untuk mengatasi permasalahan tersebut sebisa mungkin.

Sumber : Gamebrott

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.