Alur Cerita Itaewon Class Episode 1

oleh -264 views
itaewon class

Alur Cerita Itaewon Class Episode 1

Alur Cerita Itaewon Class Episode 1 – Jo Yi-seo (Kim Da-mi) mengatakan “Aku harapa dunia akan berakhir” pada saat dia duduk dalam terapi dan juga mengekspresikan perasaan dirinya. Ternyata bosnya, Park Sae-ro-yi (Park Seo-joon) menjelaskan kepadanya bahwa dia ingin dia mati. Pada saat dia meninggalkan ruangan, kita dapat mengetahui bahwa kisah tersebut merupakan kisah yang berputar di sekitaran jalan kecil Itaewon. (Dheva)

Selanjutnya waktu mundur 15 tahun sebelumnya di mana kita melihat Sae-ro-yi di hukum oleh gurunya.

Di kota Pajin saat Sae-ro-yi turun dari bus dan berbicara terhadap seorang gadis sombong di sana yang bernama Oh Soo-Ah (Kwon Na-ra) yang menepisnya ketika dia berusaha membuatnya meminta maaf terhadap insiden yang melibatkan pria tunawisma.

Ujian Kepolisian Nasional terlihat dan juga walaupun mendapatkan skor sempurna dalam ketakutan, cedera di lutut Sae-ro-yi membuatnya mundur. Akan tetapi entah bagaimana dia mampu berhasil membuat mereka terkesan.

Setelah ayah Sae-ro-yi menghadapi beberapa kesulitan dalam menghadapai Ketua, dia kemudian menjemput Sae-ro-yi dari ujian polisi dan juga membahas salah satu komentar mengenai dia yang canggsung secara sosial. Mereka kemudian pergi menuju Pajin Orphanage bersama di mana Sae-ro-yi mendapati Soo-ah yang mengenal ayahnya. Segalanya menjadi canggung mengingat pertemuan mereka sebelumnya.

Esok hari Sae-ro-yi bersiap ke sekolah sementara Soo-ah menolak tumpangan dari Jang Geun-won (Ahn Bo-hyun), alih-alih memutuskan naik bus. Sae-ro-yi melihat ini dari kejauhan dan memutuskan tidak naik bus dengannya namun di kelas, dia di perkenalkan terhadap semua orang, termasuk pengganggu kelas bernama Geun-won yang menuangkan susu di atas Ho-jin sehingga mempermalukannya.

Sae-ro-yi tampaknya ingin campur tangan tetapi Soon-ah menyarankan tidak melakukannya, sebab Geun-won merupakan putra Ketua dan kebanyakan orang tidak ingin ikut campur. Namun Sae-ro-yi tidak mendengarkan justru membela Ho-jin.

Guru datang menutup mata terhadap intimidasi dari Geun-won.

Kejadian ini sampai ke Ketua yang memanggil Sae-ro-yi keluar dari pertemuannya sementara itu putranya di pukuli menggunakan tongkat di sekolah. Pertemuan tersebut tegang, sebab Ketua memutuskan bahwa Sae-ro-yi harus menyelesaikan masalah.

Sae-ro-yi tetap berkepala panas walaupun dia di suruh berlutut di hadapan putranya dan meminta maaf, yagn merupakan satu-satunya cara mereka untuk menyelesaikan masalah. Sae-ro-yi menentang penindasan tersebut menyebutkan insiden intimidasi Geun-won dan juga menerima yang perlu di hukum juga.

Dia menolak meminta maaf terhadap seseorang yang menggertak teman sekelasnya dan juga tetap menantang. Namun kesombongan Sae-ro-yi mengakibatkan ayahnya terpaksa mengundurkan diri dari posisi pekerjaannya.

Saat mereka duduk bersama dan juga berbagi waktu ikatan antara ayah-anak malam tersebut, Sae-ro-yi meminta maaf terhadap tindakannya namun ayahnya menjelaskan kepadanya betapa bangganya dia dan juga bagaimana dia berdiri sendiri di hari sebelumnya.

Ketua Dae-hee menyesalkan sikap pemberontak dari Sae-ro-yi dan merenungkan apa yang harus di lakukan mengenai hal tersebut. Soo-ah berlari bersama Sae-ro-yi menuju kota usai dia lupa ID ujiannya dan juga mereka membuatnya tepat waktu untuk ujiannya. Dia berharap keberuntungan dirinya ketika dia pergi menuju wawancaranya, menunggunya di luar sepanjang waktu. Soo-ah bertemu dengan dirinya dan keudnya pun mulai terikat, duduk di tepi danau bersama-sama dan juga mendiskusikan insiden Geun-won.

Usai menerima nomor Soo-ah, Sae-yo-ri pulang ke rumah mendapati ayahnya yaang tetap bersemangat ketika dia bersiap untuk membuka bar sendiri. Namun ketika ayah Sae-yo-ri mengendarai motor, dia di tabrak dari belakang dan menjatuhkannya pada malam tersebut. Berdarah dan juga memar, dia bergumam bahwa dia harus bertahan hidup sebelum meninggal, dia meneteskan air mata dengan darah jatuh dari wajahnya.

Sae-ro-yi merasa berantakan karena ayahnya meninggal. Detektif Byung-heon tiba dan menjelaskan tersangka telah menyerahkan diri. Dia menginginkan mencapai penyelesaian dan saat Soo-ah melihat foto-foto tersebut ternyata mobil tersebut milik Geum-won. Sae-ro-yi sengaja ke rumah sakit d imana dia mendapati Geum-won di luar yang sedang merawat lengannya yang patah.

Ketika hujan turun, Sae-ro-yi mengalahkan Geum-won memukulinya berulang kali. Dia meminta maaf sebab membunuh ayah Sae-ro-yi yang mengakibatkan Sae-ro-yi terus memukulinya. Ketika Sae-ro-yi meraih batu besar, dia tampaknya akan membunuh Geum-won.

Lihat juga : Alur Cerita SKY Castle Episode 3 (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.