, , ,

Apa Itu Attention Deficit Hyperactive Disorder?

oleh -54 views
Attention DEficit Hyperactive Disorder

ZETIZEN RADAR CIREBON – Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) Kelainan hiperaktivitas karena kurang perhatian adalah kelainan perilaku yang mempengaruhi perilaku atau perkembangan pada anak kecil. Anak-anak yang menderita ADHD menunjukkan tanda-tanda ketidakpedulian, terlalu aktif atau impulsif. Banyak anak yang menderita ADHD tidak dapat menjelaskan, mengapa kadang-kadang mereka tidak bisa mengendalikan diri atau merasa sangat kesepian. (herdi)

Rentang perhatian normal anak-anak biasanya berlangsung  dalam tiga tahap. Dari memfokuskan hanya pada satu benda untuk waktu yang sangat lama, hingga mengembangkan rentang perhatian yang luas namun dalam waktu yang sangat singkat, dan terakhir, mereka mencapai tahap perhatian selektif, di mana mereka akhirnya bersedia mengalihkan fokus mereka. Tahap terakhir ini sangat penting bagi anak untuk bisa berhasil dalam sekolah. ADHD lebih umum di jumpai pada anak laki-laki daripada perempuan, dan anak-anak yang mengidap ADHD mulai menampakkan gejalanya sebelum mereka mencapai usia tujuh tahun.

Penyebab ADHD

Penyebab ADHD belum di ketahui secara pasti. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena ADHD. Faktor risiko ini meliputi faktor genetik dan lingkungan. ADHD juga di duga berkaitan dengan gangguan pada pola aliran listrik otak atau gelombang otak.

Ada pula yang menganggap bahwa gangguan perilaku hiperaktif pada anak di sebabkan oleh Sugar Rush atau konsumsi gula berlebihan. Namun, hal ini belum terbukti benar.

Terdapat tiga gejala utama yang di kaitkan dengan ADHD:

  • Terlalu aktif.
  • Menunjukkan perilaku impulsif, mudah marah dan cenderung mengalami kecelakaan.
  • Tidak mampu mencurahkan perhatian atau konsentrasi pada tugas yang harus di kerjakan.

Oleh karena itu, gejala-gejala ini menyebabkan anak menghadapi tantangan berikut:

  • Akademis, dalam hal akademis bisa menyebabkan anak sulit fokus belajar dan mendapat prestasi.
  • Kognitif, dalam hal ini kognitif yaitu tidak akan mampu memahami konsekuensi dari perbuatannya yang keliru dan bersikap kekanak-kanakan.
  • Emosional, sulit mengendalikan emosinya dan suka merasakan depresi, biasanya di ikuti dengan suasana hati yang tidak terduga.
  • Sosial, dalam hal sosial pengidap ADHD mengalami agresif dan tidak dapat mengendalikan diri, tidak mampu mengikuti instruksi, tidak mampu menjalin pertemanan, berbihing, mencuri dan suka mengambil resiko tinggi, serta kurangnya kemampuan bersosialisasi dan menyelesaikan masalah.

Pengobatan ADHD

Umumnya ADHD sulit untuk disembuhkan. Hal yang bisa Anda lakukan adalah mengurangi gejala agar kondisi tersebut tidak menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila gejala sedang kambuh, jangan panik dan mudah emosi. Segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk konsultasi. Ingat, perilaku sabar dalam menangani anak adalah kunci untuk menghindari risiko yang tidak di inginkan.

Berikut ini hal-hal yang penting di lakukan jika Anda memiliki anak yang menderita ADHD:

• Memberikan makanan yang bernutrisi tinggi.
• Ajak anak untuk berkomunikasi dan bercerita.
• Rencanakan hari anak dengan aktivitas bermutu.
• Seimbangkan waktu istirahat dan aktivitas fisik anak.
• Berikan anak instruksi yang jelas saat Anda memintanya melakukan sesuatu.
• Jauhkan benda tajam dan benda yang mudah pecah dari jangkauan anak.

Apabila Anda yang menderita ADHD, terapkanlah hal-hal berikut:

• Buat rencana harian dan cobalah untuk selalu melaksanakannya.
• Lakukan olahraga secara teratur.
• Cari cara untuk lebih rileks.
• Lakukan kontrol ke dokter secara rutin.
• Apabila Anda memiliki pekerjaan, diskusikan kondisi Anda dengan atasan dan kolega.

Selain cara-cara tersebut, ada beberapa terapi yang juga bisa di lakukan pasien, yaitu:

  • Terapi obat-obatan. Obat yang biasanya di berikan adalah obat golongan methylphenidate, dexamfetamine, lisdexamfetamine, dan atomoxetine.
  • Terapi nutrisi dan diet. Orang-orang yang menderita ADHD harus menerapkan diet yang bernutrisi tinggi dan seimbang. Hindari konsumsi makanan yang mengandung pengawet atau pewarna buatan.
  • Suplemen. Beberapa studi menunjukkan bahwa omega-3 dan omega-6 bisa memberikan manfaat bagi penderita ADHD.
  • Terapi lainnya. Terapi lain yang bisa di lakukan adalah psikoedukasi, terapi perilaku, terapi sosial, hingga terapi perilaku kognitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.