Bahaya Ammonia Pada Budidaya Perikanan

oleh -447 views
Budidaya Perikanan

ZETIZEN RADAR CIREBON – Perikanan budidaya atau budidaya perikanan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memproduksi biota-biota organisme akuatik secara terkontrol atau upaya yang dilakukan manusia untuk meningkatkan hasil produksi perairan melalui kegiatan budidaya. Budidaya perikanan menjadi penyumbang utama dalam produksi pangan. Hanya saja jika dilihat dalam prosesnya baik secara semi intesif dan intesif ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan. Oleh karena itu, hal penting dalam perikanan budidaya adalah menjaga kualitas airnya agar tetap baik. Untuk memperoleh kualitas air yang baik bisa dengan tetap menjaga atau mengkontrol aktivitas perikanan pada ikan yang dibudidayakan.

Lihat juga: Hukum dan Berbagai Kosakatanya dalam Bahasa Inggris

Sumber nitrogen dalam pembudidayaan perikanan biasanya berasal dari sisa makanan ikan serta hasil dari metabolisme ikannya. Hasil nitrogen pada ikan sangat berpengaruh bagi kualitas air serta akan memberikan keuntungan bagi budidaya perikanannya. Oleh karena itu, jika ammonia bebas (NH3) ini  berada pada konsentrasi yang tinggi atau tidak terionisasi maka akan bersifat toksik terhadap organisme akuatik yang di budidaya. Toksisitas ammonia bisa semakin meningkat jika terjadi penurunan pada kadar oksigen terlarut, pH, maupun suhu.

Fakta Ammonia

Ammonia menjadi sorotan dunia terutama dalam budidaya (akuakultur) karena ammonia dapat mempengaruhi faktor lingkungan pada kolam budidaya. Amonia pada perairan terbagi menjadi dua yaitu NH3 (amoniak) atau NH4 (amonium), pada konsentrasi amoniak dalam lingkungan air biasanya dapat dinyatakan sebagai Total Ammonia Nitrogen (TAN). Senyawa anorganik berbentuk racun berasal dari Total Ammonia Nitrogen (TAN) yang mengakibatkan ancaman bagi organisme akuatik itu sendiri. TAN biasanya berasal dari siklus nitrogen, dekomposisi bahan organik, hasil dari ekskresi organisme akuatik, bangkai organisme akuatik maupun sisa-sisa makanan yang tidak dimakan. Banyak dari perikanan budidaya tentang penggunaan kepadatan dan volume dalam pemberian pakan yang bisa mengakibatkan peningkatan dari konsentrasi TAN dalam kolam ikan.

Lihat juga: Hal yang Harus Kamu Perhatikan Dalam Budidaya Perikanan

Pada budidaya perikanan, ammonia menjadi senyawa toksik yang dapat menyebabkan efek buruk bagi kesehatan ikan maupun kematian. Penyebabnya adalah bisa karena kadar ammonia tersebut sangat tinggi. Amoniak dipandang sebagai zat toksit berbahaya dan paling potensial dalam sistem budidaya tertutup. Penelitian-penelitian terdahulu menyatakan bahwa amoniak dalam air budidaya dapat mengakibatkan beberapa macam kerusakan terhadap organisme akuatik. Kerusakan berpengaruh pada fungsi dan struktur organ. Kerusakan-kerusakan tersebut adalah seperti Kerusakan pada insang, Kerusakan pada hati, Amoniak pada darah, Amoniak terhadap pertumbuhan ikan. Selain itu, ammonia juga mengakibatkan ikan dapat mengalami kejang-kejang hingga kematian.

Metode Mengurangi Ammonia

Adapun usaha yang dilakukan kita untuk mengurangi konsentrasi amonia ke tingkat yang mematikan biasanya dapat dicegah dengan sejumlah metode. Dengan cara memanajemenkan pemberian pakan agar tidak ada sisa-sisa makanan pada kolam budidaya, Pergantian air pada kolam budidaya. Cara lainnya yaitu meningkatkan aerasinya, pemupukan dengan fosfat, dan juga penambahan bakteri. Selain itu, ada pula cara agar ammonia tidak berbahaya adalah dengan pengubahan amoniak dan nitrit ini menjadi tidak berbahaya nitrat dibutuhkan sistem resirkulasi buatan dengan filter biologis. Filter biologis ini akan menggunakan bakteri pada proses nitrifikasi. Nitrifikasi akan berkerja dengan baik apabila jumlah oksigen yang cukup pada setiap prosesnya.

Penulis: Nursyahidatul Qur’ani Ma’ruf, Universitas Padjadjaran
Editor : Seno Dwi Priyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.