Jadi Favorit! Deretan Perguruan Tinggi Kedinasan Terbaik Indonesia

oleh -137 views
Seragam PKN STAN (Sumber: akupintar.id)
Seragam PKN STAN (Sumber: akupintar.id)

ZETIZEN RADAR CIREBON – Beberapa perguruan tinggi sudah pasti menjadi pilihan favorit bagi hampir sebagian besar calon mahasiswa di tanah air. Sebut saja UGM, UI, ITB, IPB, UNDIP, dan masih banyak lagi. Bukan tanpa alasan, dipilihnya deretan perguruan tinggi negeri tersebut sudah pasti karena dilatarbelakangi kualitas pendidikan dan sistem pembelajaran yang ada. Sehingga membuat perguruan tinggi terkait dilabeli sebagai institusi terbaik untuk mengenyam pendidikan. (az)

Tapi, di sisi lain nyatanya ada jenis instansi pendidikan setara perguruan tinggi yang tidak kalah populer lho. Bahkan menjadi pilihan utama bagi lulusan SMA dan sederajat yang sudah memiliki rencana karir di bidang tertentu yaitu sekolah kedinasan.

Sesuai namanya, sekolah kedinasan merupakan institusi setara perguruan tinggi yang memiliki ikatan dinas dengan berbagai lembaga pemerintahan sebagai penyelenggara pendidikan. Tidak hanya itu, sekolah kedinasan yang ada di tanah air pada dasarnya memiliki prospek kerja yang pasti. Karena lulusannya akan langsung menjadi CPNS.

Apa saja sekolah kedinasan yang ada di Indonesia dan tak kalah populer dari perguruan tinggi? Berikut daftarnya.

Baca juga: Terbaru! 10 Kampus Terbaik Indonesia Versi QS World University 2022

Politeknik Keuangan Negara – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN)

Sekolah kedinasan satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya. Sebelum dikenal dengan nama PKN STAN, institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan ini berawal dari program Kursus Djabatan Ajun Akuntan yang dimulai pada tahun 1952.

PKN STAN saat ini memiliki 4 jurusan pendidikan yang tentunya berkaitan dengan bidang keuangan, yaitu Akuntansi, Pajak, Kepabeanan dan Cukai, serta Manajemen Keuangan. Semuanya tersedia dalam pilihan jenjang Diploma-I sampai Diploma-III, kecuali untuk jurusan Akuntansi yang hanya memiliki pilihan jenjang Diploma-III dan Diploma-IV.

Baca juga: Cara Pede Milih Jurusan, gimana sih?

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Sesuai namanya, sekolah kedinasan satu ini berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Namun berdasarkan keterangan dari laman resmi STIS, dalam pembinaan secara teknis akademik dilakukan oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi, yang berarti saat ini berada di bawah naungan Kemendikbudristek.

Sama halnya dengan PKN STAN, pembentukan STIS juga melalui jalan panjang sebelum hadir sebagai institusi pendidikan seperti saat ini. STIS awalnya didirikan tahun 1958 yang dimulai lewat keberadaan Akademi Ilmu Statistik (AIS). Terakhir di tahun 2018 dibuat surat edaran yang menetapkan STIS sebagai Politeknik Statistika STIS.

Untuk pilihan program studi, STIS memiliki dua jurusan yaitu Statistika yang tersedia dalam jenjang Diploma-III dan Diploma-IV, serta Komputasi Statistik dalam jenjang Diploma-IV.

Baca juga: STIS : Sekolah Kedinasan yang Menjadi Favorit

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

IPDN merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri untuk mendidik lulusan pekerja pemerintahan baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat. Dalam pembentukannya, institusi pendidikan satu ini diawali oleh Akademi Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 1956.

Membentuk institusi yang berbeda di tahun-tahun berikutnya, pada tahun 2004 Berdasarkan Keppres No. 87 Tahun 2004 dua institusi serupa yang ada, yaitu Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dilebur menjadi satu dan membentuk IPDN yang ada hingga saat ini.

Adapun dalam hal penjurusan, IPDN memiliki 3 program studi yang tersedia yaitu Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat yang tersedia dalam pilihan jenjang Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor.

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

Sesuai namanya, sekolah kedinasan satu ini berada di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) yang pertama kali didirikan pada tahun 1955 dengan nama Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG).

Untuk program studi, STMKG memiliki empat jurusan yang terdiri dari Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Instrumentasi yang masing-masing tersedia dalam jenjang Diploma-IV.

Politeknik Siber dan Sandi Negara (POLTEK SSN)

Lebih dikenal sebagai Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), institusi pendidikan ini berawal dari pendidikan sandi pada tahun 1946 yang bersamaan dengan berdirinya organisasi sandi di Kementerian Pertahanan. Pada saat itu dikenal dengan nama Bagian Code Kementerian Pertahanan Bagian B (Intelijen).

Melansir situs resmi poltekssn.ac.id sama halnya seperti PKN STAN yang mengalami banyak perubahan bentuk instansi dari tahun ke tahun. Akhirnya pada tahun 2019, secara resmi dibentuk sebagai POLTEK SSN yang menjadi instansi pendidikan khusus dalam persandian dan keamanan siber.

Berada di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), POLTEK SSN memiliki 3 program studi Diploma-IV yaitu Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Kriptografi, dan Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi.

Baca juga: Penyakit Utama Pengganggu Belajar, Apa aja sih?

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Berbeda dengan sekolah kedinasan sebelumnya, STIN yang berada di bawah naungan Badan Intilijen Negara (BIN) dapat dikatakan masih terbilang baru. STIN diawali dari berdirinya Institut Intelijen Negara (IIN) pada tahun 2003 yang diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu.

Baru di tahun 2004 IIN berganti nama menjadi STIN, dan berdasarkan UU No. 17/2011 lulusan dari STIN ditetapkan menjadi sumber utama untuk sumber daya manusia bagi BIN. Adapun tingkat pendidikan yang dimiliki oleh STIN terdiri dari jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor.

Terkait program studi, untuk jenjang Sarjana STIN memiliki program studi jurusan Agen Intelijen, Teknologi Intelijen, Cyber Intelijen, dan Ekonomi Intelijen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *