Mengapa Kita Perlu Melatih Kontrol Diri

oleh -483 views
Melatih kontrol diri

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kemampuan kontrol diri memang menjadi momok penting dalam kesehatan mental maupun fisik. Seseorang bisa juga di nilai kesehatan mentalnya dengan melihat apakah orang itu bisa mengontrol diri dengan baik atau sebaliknya. Di samping itu semua, self control memang  hal yang cukup penting dalam hidup. Di katakan orang yang mampu mengontrol diri cenderung di sukai orang lain, medapatkan pendidikan yang tinggi, bahkan mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. (herdi)

Menurut psikolog, Dr Roy Baumeister, sejumlah penilitian menunjukan kontrol diri  yang kuat juga membantu seseorang hidup lebih lama.

“Makan dengan benar, berolahraga, berhenti merokok, tidak minum alkohol..semua hal itu sangat bergantung pada pengendalian diri dan hal itu berkontribusi pada kesehatan seseorang baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek”

Dr. Roy Baumeister

Semua itu terdengar simple, tapi itu hanya untuk orang yang mempunyai kontrol diri yang kuat. Kecuali untuk kamu yang mudah di pengaruhi hanya dengan melihat makanan pencuc mulut.Untuk orang yang tidak memiliki kontrol diri yang kuat hidupnya tidak bisa di bilang akan kurang optimal.

Karena menurut Dr.Baumeister, kontrol diri bukan fitur yang konstan dari karakter Anda, sebaliknya bisa berfluktuasi. Sejumlah penelitian menunjukan turun naiknya kemampuan orang mengendalikan diri akan sangat tergantung pada bagaimana seseorang mengelola dan meningkatkan kontrol diri nya sendiri.

Kontrol Diri Dari Pandangan Islam

Dalam Islam Pengendalian diri atau kontrol diri (Mujāhadah an-Nafs) adalah menahan diri dari segala perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, seperti sifat serakah atau tamak. Dalam literatur Islam, pengendalian diri di kenal dengan istilah aś-śaum, atau puasa. Puasa adalah salah satu sarana mengendalikan diri. Hal tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

“Wahai golongan pemuda! Barangsiapa dari antaramu mampu menikah, hendaklah dia nikah, kerana yang demikian itu amat menundukkan pemandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah dia puasa, kerana (puasa) itu menahan nafsu baginya.” (HR. Bukhari)

Bahkan di tulis di firmal Allah SWT orang yang melukiskan saling melindungi satu sama lainnya, sungguh mengagumkan. Itulah wujud dari persaudaraan

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Anfal:72).

Mayoritas orang percaya bahwa kontrol diri merupakan hal yang bisa di latih. Para ahli pun berhasil mengidentifikasi faktor dan strategi untuk meningkatkan kontrol diri seseorang. Kemampuan seseorang untuk menggunakan kontrol diri nya di sebut dengan tekad atau willpower. Tekad membantu kita untuk mengarahkan perhatian, walaupun ada banyak godaan yang dapat mengganggu tujuan diri.

Secara biologis, bagian otak yang mengatur kontrol diri adalah prefrontal cortex. Bagian ini juga berimplikasi terhadap perencanaan, penyelesaian masalah, dan pembuatan keputusan. Tak hanya itu, saraf di korteks prefrontal juga mengatur dalam evaluasi tindakan dan menghindari untuk melakukan hal yang dapat membuat kita menyesal.

Cara Melatih Kontrol Diri

Studi menemukan bahwa kontrol diri memiliki batasannya sendiri. Meskipun begitu, para pakar psikologi mengungkapkan bahwa kontrol perilaku yang kuat dalam pergaulan dapat di miliki dengan cara berikut:

1. Identifikasi godaan dan menghindarinya

Rasanya memang sulit untuk menghindari godaan yang bisa muncul saat kita berusaha meraih suatu tujuan. Walau begitu, dengan sedikit komitmen, godaan-godaan tersebut bisa kita identifikasi dan hindari, agar kontrol diri kita tak terbuang dengan percuma.

2. Buat skenario

Kita bisa merancang skenario dan situasi yang membuat kontrol diri menjadi goyah. Artinya, bayangkan jika Anda di hadapkan dengan sebuah godaan. Apa aksi yang perlu di ambil agar kita tak menyerah?

Sebuah studi telah menemukan bahwa merancang skenario seperti ini dapat meningkatkan kontrol diri, bahkan dalam situasi yang membuat kita mengalami efek kelelahan ego (ego depletion). Kelelahan ego sederhananya di artikan sebagai kondisi melemahnya kontrol diri.

3. Berlatih dengan kontrol diri

Kontrol diri dapat dipandang sebagai otot. Apabila kita mulai rutin melatihnya, otot memang akan sedikit lelah untuk sementara. Namun seiring berjalannya waktu, otot dan kontrol diri akan tumbuh lebih kuat jika kita memang rutin dalam melatihnya.

4. Fokus pada satu tujuan untuk satu waktu

Merancang banyak tujuan dalam satu waktu (resolusi Tahun Baru, misalnya) umumnya kurang efektif di bandingkan satu tujuan spesifik dalam satu jangka waktu tertentu. Dengan merancang satu tujuan yang spesifik, kita bisa memfokuskan energi diri pada tujuan tersebut.

Di riwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *