, , ,

Quarter Life Crisis (QLC)! Pahami Untuk Mengatasinya

oleh -337 views
memberikan pemahaman tentang Quarter Life Crisis

ZETIZEN RADAR CIREBON – Istilah quarter life crisis mungkin sering kamu dengar. Secara sederhana QLC adalah krisi “seperempat abad” yang d ialami oleh mereka yang berusia 20 tahunan, bahkan kini ada yang lebih muda dari itu. Krisis yang dimaksud di sini adalah fase perubahan remaja menuju dewasa awal, masa dimana kita diperhadapkan pada tuntutan kedewasaan maupun pilihan hidup yang mulai serius. (herdi)

Tanda-Tanda QLC

Apakah kamu sering mengalaminya ? berikut adalah beberapa ciri Quarter Life Crisis yang bisa kamu perhatikan.

  • Sering mempertanyakan hidup , tentang tujuannya dan apakah yang kamu lakukan selama ini benar.
  • Merasa Cemas, gtakut dan gelisah akan masa depan.
  • Di perhadapkan kepada banyak pilihan hidup yang membingungkan.
  • Merasa “terjebak” dalam rutinitas dan zona nyaman.
  • Mulai membandingkan hidupmu dengan orang lain.

Menurut penelitian dari , Harvard Business Review mereka yang mengalami QLC akan melewati 4 fase

  • Pertama, perasaan seakan-akan terjebak dalam komitmen datang menghantui. Entah itu dalam pekerjaan, atau bahkan hubungan yang di rasa kurang pas atau di sesali.
  • Kedua, kesepian yang mendalam. Biasanya fase kedua yang datang adalah munculnya perasaan bahwa tidak ada orang yang paham betul apa yang anda butuhkan, sehingga anda merasa kesepian dan sendiri di dunia ini.
  • Ketiga, muncul kesadaran di mana selama ini kita hanya berpura-pura menjadi orang dewasa, tanpa merasakan seutuhnya bahwa sebenarnya memang sudah dewasa. Biasanya, rasa kesepian akan berlanjut ke frustasi ringan di mana ada perasaan kehilangan jati diri dan arah.
  • Fase keempat, pada akhirnya muncul kesadaran tentang apa yang kita inginkan dan butuhkan. Beberapa memilih untuk mencari pekerjaan di bidang yang baru, mencari pasangan baru, atau bahkan akhirnya bisa menerima versi dewasa dari diri mereka. Biasanya, setelah fase ini terlewatkan kebanyakan akan merasa lega dan akhirnya mulai melihat tujuan atau arti baru dalam hidup mereka.

Penyebab QLC

  • Belum mengenali diri sendiri secara baik, bisa jadi kamu masih ragu mengenali pilihan, kepribadian serta kemampuan yang kamu miliki.
  • Tuntutan dari orang terdekat, seperti keluarga yang mempertanyakan tentang hidup kita dan membandingkannya dengan orang lain.
  • Social Clock, rujukan atau harapan yang ada di masyarakat yang bisa saja menjadi beban. Seperti “Kok masih belum nikah? Belum punya anak? Pekerjaannya bukan di perusahaan?

Mengatasi QLC

  • Antisipasi setiap perubahan kecil, karena perubahan besar biasanya berdampak signifikan, mulailah “mencicil” perubahan dari kebiasaan terkecil.
  • Berhenti membandingkan diri dengan orang lain,  setiap pribadi memiliki perjalanannya perjalannyamasing-masing, fokuslah pada tujuanmu.
  • Kelilingi diri kamu dengan orang yang tepat, mereka yang mendukungmu dan bisa menjadikan diri kamu terupgrade.
  • Banyak belajar dan mencoba hal baru, karena ini bisa menjadi bekal kamu dalam rangka menuju kedewasaan yang baru.
  • Bicarakan dengan kawan. Salah satu hal sederhana yang bisa di lakukan adalah membicarakan apa yang kita rasakan dengan teman dekat. Mungkin, saran yang kita dapat tidak seberapa, tetapi pasti akan ada rasa lega setelah meluapkan emosi yang tertahan.
  • Jangan terlalu keras dengan diri sendiri. Terkadang, secara tidak sadar kita memaksakan kehendak untuk mencapai suatu tujuan yang mustahil. Hal ini murni di lakukan karena rasa gengsi atau ingin membuktikan diri sendiri ke orang lain. Sebaiknya, kita harus lebih mengenal potensi diri dan kemampuan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.