Tanda-Tanda Kamu Belum Bisa Memafkan Orang yang Pernah Menyakitimu

oleh -37 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernahkah kamu pernah mengalami luka fisik atau pernah memberi luka fisik ke orang lain? Dengan bertanggung jawab mengobati lukanya atau memberinya sejumlah uang untuk berobat lalu meminta maaf dan masalah pun hilang.

Tapi berbeda dengan luka di hati sulit rasanya memafkan orang yang telah menyakiti kamu, sebagian besar mungkin disebabkan kekecewaan kamu pada orang lain. Meski mulut sudah berucap minta maaf, namun hatimu masih belum menerimanya. Lalu apa sih tanda-tanda kamu belum bisa memafkan orang itu? (herdi)

Kamu Belum Bisa Berada di Dekatnya

Sulit untukmu  merasa tenang dan nyaman ketika harus berada di dekat orang yang pernah menyakitimu di masa lalu, meskipun kamu sudah berusaha memaafkannya. Entah itu karena kamu takut dia akan menyakitimu lagi ataupun karena kamu tidak ingin teringat kejadian masa lalu itu lagi.

Hal ini memang terkesan wajar apalagi jika luka yang diberikan sangat menyakiti perasaanmu dan memberikan trauma yang cukup besar. Jika hal ini terjadi padamu, maka kamu bisa menyiasatinya dengan menjaga jarak supaya tidak terlalu dekat. Lama-kelamaan, kamu akan terbiasa dan lukamu tadi juga akan pelan-pelan memudar.

Kamu Ingin Orang Lain Melihat Secara Negatif Orang yang Pernah Menyakiti Kamu

Kamu berusaha “didukung” oleh orang-orang terdekatmu dengan cara membuat mereka melihat secara negative orang yang pernah menyakitimu. Perasaan ini timbul karena kamu merasa tidak adil jika hanya kamu yang tersakiti hingga kamu ingin kalian berdua merasakan hal yang sama.

Jika perasaan ini tidak segera diatasi, maka bisa menjadi beban pikiran kamu apalagi jika yang sebenarnya terjadi nantinya tidak sesuai dengan yang kamu bayangkan.

Kamu Tak Bisa Berhenti Memikirkan Kesalahan Mereka

Ketika mendengar nama orang yang pernah menyakitimu, kamu selalu terbayang-bayang kesalahannya sampai menjadi dendam dan kesal sendiri.

Terus dihantui oleh luka masa lalu tentu saja bisa membuat hidupmu tidak tenang seperti diikuti oleh rasa takut akan kejadian yang sama terulang kembali.

Namun, jika kamu sudah memaafkan mereka, maka kamu tidak akan terus merasa dihantui lagi dan juga tidak merasakan sakit apapun lagi ketika mendengar ceritanya.

Kamu berhak merasa marah ketika orang menyakiti bahkan menyinggung kita, tentu wajar bila kamu marah apalagi bila sudah keterlaluan dan orang lain melihatmu sebagai korban.

Marah merupakan solusi tepat. Memafkan bukan berarti membenarkan dan melupakan kesalahan orang lain, Memafkan adalah cara yang bisa membuatmu damai tanpa harus memendam dendam dan kebencian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *