Alur Cerita Goblin Episode 4 (Part 1)

oleh -146 views
goblin
Photo credit : tvn

Alur Cerita Goblin Episode 4 (Part 1) – Eun Tak memberi tahu Kim Shin bahwa ia mengetahuinya sejak pertama kali bertemu dengan kim Shin. Kemudian bertanya apakah dirinya bukan pengantin goblin. Kim Shin mengatakan bahwa benar Eun Tak memang pengantin goblin. (Dheva)

“Apakah aku berharga bagimu sekarang? Kau tak jadi pergi?” ucap Eun Tak

“Ya, untuk sementara ini. Aku mungkin harus pergi sejauh mungkin”, ucap Kim Shin

Kim Shin bertanya kenapa tidak memberitahunya sejak awal kalau melihat pedangnya. Eun Tak memberikan alasan dia tidak memberi tahu Kim Shin dengan alasan kesopanan. Karena menurutnya tidak sopan baru pertama kali bertemu langsung menanyai seperti itu dan juga dirinya takut sesuatu akan terjadi padanya jika mengatakan hal tersebut. Eun Tak bertanya kepada Kim Shi apa yang harus ia lakukan sekarang. Dan kim shin menyuruh Eun Tak menunggu di luar.

Kim Shin berlari masuk kekamar malaikat maut, malaikat maut yang ingin tidur menjadi terkejut.

“Dia melihat pedangnya. Dia menunjuk pedangnya seperti ini”, ucap Kim Shin mencontohkan.

“Baguslah. Keluarlah kau sekarang”, ucap malaikat maut.

“Dia melihat pedangnya. Dia memang pengantinku. Berarti, aku akan mati” ucap kim Shin.

“Terus apa? Bukankah bagus begitu? Bukankah itu alasannya kau mencari pengantinmu? Seorang penganti yang akan mengubahmu menjadi abu” teriak malaikat maut.

Kim Shin mengatakan memang sedang mencari pengantinnya, tapi kemudian bingung karena sebagian dirinya lega karena segera mengakhiri kehidupan abadinya, tapi ada sebagian lagi dari dirinya yang masih ingin hidup. malaikat maut pun berbaik hati mengatakan agar dia saja yang membawa Eun Tak, karena sudah tugasnya dari sejak lama. Kim Shin merasa lega dan ingin berterima kasih dengan mencoba memeluk malaikat maut tetapi tidak jadi karena malaikat maut menghindari. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi dan mengejutkan keduannya

“Kematian memanggilku”, ucap Kim Shin ketakutan.

“Itu artinya kematian yang tulus karena kematian menjemputmu dengan membunyikan bel. Tenanglah, kau tidak pernah bilang sesuatu yang kejam padanya ka?” ucap malaikat maut.

Kim Shin pun menginggat dan sudah banyak kata-kata kejam yang sudah ia lontarkan kepada Eun Tak.

Kim Shin memarahi Eun Tak karena tak sabaran. malaikat maut yang bersamanya juga menginggatkan agar Kim Shin bersikap lebih kasar kepada Eun Tak. Eun Tak pun menjawab kalau dia tidak bisa sabar karena telah lama menunggu dan meminta Kim Shin untuk membawanya ataupun mengadopsinya dan tinggal di rumahnya karena ia tidak memiliki siapa-siapa lagi. Eun Tak pun menceritakan kisah hidupnya kepada Kim Shin dengan tujuan bisa membujuk Kim Shin dan tidak memberikan kesempatan Kim Shin untuk bicara.

Kim Shin menanyakan apakah Eun Tak tidak takut tinggal serumah dengan malaikat kematian. Eun tak menoleh ke malaikat maut dan langsung beralasan dia akan mati dijalan jika tidak tinggal dirumah Kim Shin. malaikat maut pun Akhirnya angkat bicarasebagai sahabat, tapi sebelum sempat menjelaskan Kim Shin pun langsung memotong omongan malaikat maut dan menyuruk Eun Tak masuk ke dalam rumah. Kim Shin merasa perlu bicara kembali dengan malaikat maut.

Eun Tak yang baru masuk ke rumah Kim Shin terkagum-kagum dengan isi rumah Kim Shin dan segera menjelajahi rumahnya.

Kim Shin memarahi malaikat maut dan mengatakan persahabatan macam apa yang berlangsung kurang dari 5 menit dan memarahi mengapa berkata seperti itu kepada Eun Tak. Ia menyuruh malaikat maut untuk tidak keluar dari kamarnya. malaikat maut pun menanyakan apakah Kim Shn sudah punya solusinya. Kim Shin mengatakan bahwa dia sudah menemukan solusinya, tetapi akan dianggap sebagai orang yang matrealistis oleh Eun Tak.

“Aku memilih no 2. 5 juta won, ucap Kim Shin menyodorkan amplop pada Eun Tak.

Eun Tak menolak amplop tersebut dan merasa sudah lupa dengan yang ia katakan tadi dan situasinya sudah beda karena Eun Tak sudah di dalam rumah Kim Shin.

Eun Tak dengan senang mengungkapkan bahwa ini adalah rumah yang sempurna untuk mebesarkan anak dan menanyakan tipe wanita yang disukai Kim Shin untuk menjadi istrinya. Kim Shin hanya bisa tertegun mendengar ucapan Eun Tak dan berkata bukankah dia bukan termasuk tipenya Eun Tak. Eun Tak mengatakan saat itu hanya bercanda.

‘Ahjussi, kau itu sangat tampan, kau itu sangat keren. Aku jadi tidak perlu melihat bintang di langit. Karena apa? Karena aku hanya perlu memandang matamu saja. Ahjussi, kau bisa dengan pikiranku?’ ucap Eun Tak dalam hati pada Kim Shi.

Kim Shin yang dari tadi diperhatikan Eun Tak merasa heran dan bertanya apa yang dilakukan oleh Eun tak. Eun Tak pun senang mengira ucapan hatinya tadi telah didengar oleh Kim Shin. Kim Shin pun akhirnya menjelaskan bahwa ia telah berbohong bisa membaca pikiran Eun Tak. Eun Tak pun marah karena selama ini ia selalu berhati-hati untuk tidak memikirkan Kim Shin taku Kim Shin mendengar isi hatinya, dan kim Sin pun jadi tersentuh karena Eun Tak selalu memikirkannya.

Eun Tak dibawa oleh Kake Deok Hwa ke hotel, kemudian Deok Hwa masuk memanggil kakeknya. Deok Hwa dan Eun Tak terkejut karena pernah bertemu sebelumnya. Deok Hwa bertanya kepada kakeknya kenapa Eun Tak bisa ada disitu. Kakeknya mperkenalkan kepada Eun Tak Deok Hwa adalah cucu yang telah ia ceritakan dan dia akan melakukan apa saja yang Eun Tak perintahkan. Deok Hwa komplain kepada kakeknya kenapa ia harus menuruti semua perintah Eun Tak dan kakeknya mengatakan apakah Deok Hwa tidak memerlukan kartu kreditnya lagi. Dengan sigap Deok Hwa menyapa Eun Tak dan berjanji akan melayani Eun Tak dengan baik.

Kakek pun memberikan kartu namanya kepada Eun Tak agar bisa dihubungi jika ada perlu dengannya dan menyuruh Eun Tak istirahat.

Eun Tak sangat senang melihat kamarnya yang besar. Ia langsung berlari ke kamar mandi dan memakai handuk baju kemudian bergaya seakan-akan dia baru selesai mandi, kemudian mengganti sepatunya dan masuk kembali kekamar mandi dan keluar seolah-oleh ia telah selesai keramas. Kemudian mencoba tempat tidurnya yang besar, tetai merasa kesepian karena ia sendirian di kamar yang besar.

Deok Hwa bertanya pada kakeknya Eun Tak itu siapa? Tapi kakeknya hanya menjawab Deok Hwa tidak perlu tahu dan harus fokus melaksanakan perintah Eun Tak, karena ada hal yang penting tergantung pada dirinya. Deok Hwa pun penasaran dan menanyakan hal penting apa?. Kakek pun menjawab kartu kredit Deok Hwa. Deok Hwa penasaran dan mengatakan tidak mungkin seorang ahli waris kaya raya bergantung kepada perempuan untuk memutuskan ia dapat kartu kredit atau tidak.

Deok Hwa datang menemui Kim Shin ingin mengadu, tetapi sesampainya dirumah ia melihat Kim Shin sedang ingin makan obat dan bertanya apakah Kim Shin sedang sakit.

“Ini buat gangguan saraf, ini buat gangguan bipolar, dan ini buat insomnia”, tunjuk kim Shin lalu memakannya.

Kim Shin menjelaskan bahwa dirinya hal aneh, kadang merasa senang, habis itu sedih, habis itu merasa kesepian, kemudian merasa kegirangan dan juga tidak bisa tidur dan juga berat badannya turun.

Deok Hwa mengira keadaan Kim Shin seperti itu diakibatkan oleh malaikat maut dan ingin memarahinya. Kemudian malaikat maut pun datang keadaannya pun sama dengan apa yang terjadi dengan Kim Shin. Hal tersebut membuat Deok Hwa heran.

Eun Tak sedang berada di resturan Sunny. Seperti biasa tidak ada seorangpun pelanggan yang datang ke restoran tersebut. Saat Eun Tak bekerja, acara di televisi sedang membahas tantang kesehatan jiwa dan yang jadi nara sumbernya adalah wanita misterius (kadang-kadang jadi cantik, kadang-kadang berubah menjadi nenek-nenek)

Eun Tak tidak memperhatikan acara tersebut tetapi malah teringat akan tanda lahirnya dan kemudian menyentuhnya.

Wanita tersebut membicarakan tentang gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan insomnia yang menghantui masyarakat modern. Ia menginggatkan jika ada orang yang membeli barang berlebihan secara tiba-tiba harus di cegah karena itu termasuk hangguan bipolar.

Kim Shin dan Deok Hwa menonton acara tersebut dan ternyata Kim Shin telah melakukan hal tersebut, dan banyak tumpukan belanjaannya di belakang mereka. Deok Hwa hanya bisa menggeleng-geleng melihat kelakuan Kim Shin.

Gejala lainnya adalah kepercayaan diri yang ekstrim dan berlebihan. Lalu Kim Shin keluar dari kamarnya dan bergaya di depan Deok Hwa dan malaikat maut kemudian bertanya apakah ingin ke sauna bersamanya?. Melihat kelakuan Kim Shin, Deok Hwa memberi ide kepada malaikat maut untuk mengikatnya saja, dan malaikat maut pun menyetujuinya kemudian pergi dan bergaya seperti Kim Shin. Deok Hwa melihat kelakuan malaikat maut seperti itu pun menyebut mereka berdua aneh.

Dan Wanita tersebut menjelaskan lagi gejala utama dari ganguan saraf adalah hipokondria. Kim Shin mendekati malaikat maut yang ingin minum susu, mengatakan bahwa akhir-akihr ini perutnya sakit dan meminta susu milik malaikat maut. malaikat maut yang tidak mau lalu meminum susunya hingga habis, melihat itu Kim Shin tersinggung dan memarahi malaikat maut sampai hampir menanggis. malaikat maut pun frustasi melihat kelakuan Kim Shin.

Eun Tak keluar dari hotel untuk pergi ke sekolah dan melihat langit tiba-tiba menjadi mendung. Eun Tak pun teringat dengan Kim Shin.

Di rumahnya Kim Shin sedang memikirkan Eun Tak dan melihat daun maple yang di berikan oleh Eun Tak. Kemudian hujan pun turun yang menandakan suasana hati Kim Shin sedang sedih. Eun Tak yang melihat hujan turun mengatakan kalau hatinya sakit jika melihat Kim Shin sedih. Eun Tak marah sambil melihat ke langit menyuruh Kim Shin untuk mengatakan dengan jujur jika ia menolak Eun Tak dan jangan mendatangkan hujan karena akan membuat semua orang susah.

Kemudian Eun Tak ingin mengambil payung dalam tasnya, tiba-tiba Deok Hwa muncul dengan mobil sport mewahnya. Dia datang menjemput Eun Tak dan akan mengantarnya ke sekolah takut nantinya Eun Tak akan mengadu pada kakeknya. Eun Tak merasa dia tidak akan mengadu dan menolak di antar oleh Deok Hwa. Tapi Deok Hwa mengatakan bahwa dia akan tetap mengantar Eun Tak karena ada orang lain yang akan mengadu jika tidak melakukannya.

Eun Tak datang ke sekolah di antar oleh Deok Hwa, para siswa melihat penasaran karena ada mobil sport mewah masuk kelingkungan sekolah mereka. Eun Tak yang malu terus menyembunyikan diri agar tidak kelihatan, dan memarahi Deok Hwa mengapa mengantarnya sampai depan pintu sekolah. Deok Hwa mengatakan harus mengantarkannya samai ke depan pintu sekolah agar semua orang tahu kalau dia ada pewaris kaya. Kemudian ia membukakan pintu mobil Eun Tak, dengan perasaan malu karena di lihat teman-temannya Eun Tak pun keluar dari mobil.

“Bukankah itu Ji Eun Tak?” teriak teman yang selalu jahat dengan Eun Tak dan memandang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Aku harus pergi”, ucap Eun Tak tak enak.

“Apa kau Ji Eun Tak?” tanya Deok Hwa yang terkejut mengetahuinya.

“Ya, maaf aku telat berkenalan denganmu. Aku Ji Eun Tak”, ucap Eun Tak.

“Jadi kau si Shabashaba itu? Kau selalu menangis ya? Jadi kau membeli buku goblin itu karena… Ah, kau ternyata sudah kenal pamanku selama ini. Semuanya perlahan-lahan mulai terbongkar”, ucap Deok Hwa.

“Pamanmu?” tanya Eun Tak

“Bibimu kemana? Hukuman itu, emas?” tanya Deok Hwa penasaran

“Hukuman? Emas? Apa bibiku harus membayar denda?”, ucap Eun Tak bingung.

“Entahlah,aku hanya ingin tahu hukuman apa yang di berikan paman pada mereka”, jelas Deok Hwa penasaran.

Di toko emas bibi Eun tak dan kedua anaknya ingin menjual emas yang di ambilnya. Pegawai toko bertanya dari mana mereka mendapatkan emas tersebut. Bibinya pun dengan gugup menyuruh pegawai toko membawanya dan jangan menanyainya macam-macam, jika tidak ia akan mencari toko emas lain. Pegawai toko pun langsung memberitahu bahwa emasnya sangat bagus. Bibi dan kedua anaknya tersenyum lega dan mengatakan bahwa itu adah warisan. Pegawai tokopun mulai curiga bertanya ada apa dengan wajah anak perempuannya. Anak perempuannya langsung mengatakan bahwa ia di tampar oleh ibunya dan ibunya pun langsung menyuruhnya diam. Pegawai toko menyuruh mereka menunggu karena ia akan menguji emas tersebut.

Ternyata pegawai tadi melaporkan bibi dan kedua anaknya karena telah mencuri emas. Di kantor polisi bibinya tidak terima di katakan pencuri, ia menjelaskan bahwa ia mengambil emasnya dari laci keponakannya. Polisi pun bertanya kenapa ia berbohong saat di toko emas dan mengatakan bahwa emas batangan tersebut adalah warisan. Bibinya beralasan bahwa ia tidak mengatakan itu warisannya tetapi itu warisan milik keponakannya. Polisi pun menanyakan tangal lahir dari keponakannya.

Bibi Eun Tak tidak bisa menyebutkan dan juga lupa dengan nama keponakannya, ia bertanya kepada kedua anaknya dan hasilnya juga sama mereka juga tidak tahu namanya. Polisi membentak memarahi mereka karena sedang mempermainkan polisi, kemudian menjelaskan bahwa itu adalah emas yang di buat bank korea dan seharusnya di simpan di bank Federal New York dan bibinya mencurinya lagi dari Eun Tak. Bibinya meyakinkan polisi bahwa ia tidak mencuri dan bisa menanyakan sendiri pada keponakannya, kemudian polisi meminta alamat Eun Tak tetapi bibinya tetap tidak bisa menyebutkannya dan bertanya pada anaknya di mana alamat rumahnya dulu. Bahkan anaknya pun lupa kalau ia dulu pernah punya rumah. Ternyata mereka semua di beri hukuman oleh Kim Shin menjadi lupa.

Di ruang makan Deok Hwa bertanya pada malaikat maut apakah benar Eun Tak itu pengantin pamannya dan kenapa bisa Eun Tak jadi pengantinnya. malaikat maut menjawab tidak tahu tetapi pikirannya melayang kemana-mana. Deok Hwa pun menegur malaikat maut karena piringnya membeku, dan menginggatkan bahwa itu piring favorit Kim Shin karena di membeli pada masa pemerintahan Raja Louis XIV. malaikat maut dengan tatapan lemahnya memanggil Deok Hwa, dan Deok Hwa agak ketakutan kemudian menanyakan apakah sikap malaikat maut seperti itu di karenakan wanita yang membuat malaikat maut menangis pada saat pertama kali melihatnya.

Malaikat maut terkejut mendengar pertanyaan Deok Hwa. Deok Hwa meminta malaikat maut untuk menginggat kemungkinan ia pernah bertemu ataupun melukai wanita tersebut sebelumnya dan yuruh malaikat maut bertangung jawab akan hal tersebut. malaikat maut pun menjelaskan bahwa saat ia bertemu wanita tersebut tampak riang sekali dan memperagakan bagaimana wanita tersebut memperkenalkan diri. Kemudian mengatakan bibirnya sambil memonyongkan bibirnya seperti yang di lakukan Sunny. Deok Hwa yang penasaran memarahi malaikat maut karena ceritanya tidak tuntas. Wan Yeo pun marah dan membuat piringnya retak, melihat itu Deok Hwa ketakutan dan mengatakan tidak akan bertanya lagi kemudian pergi.

malaikat maut pun pergi ke jembatan penyebrangan dengan tujuan agar bertemu dengan Sunny, tetapi Sunny tidak muncul.

Seorang pria tua yang sakit keras dan di temani oleh istrinya. Tak lama pria tersebut meninggal.

Kim Shin berpakaian rapi menggunakan jas hitam terlihat sedih. Kebetulan saat Kim Shin keluar dari kamarnya malaikat maut baru pulang dan bertanya Kim Shin mau pergi kemana karena berpakaian sangat rapi.

“Kau mau menikah atau menghadiri pemakaman? Apa ini yang mereka maksud kalau pernikahan itu bagaikan kuburan?” ejek malaikat maut.

“Ku peringatkan sekarang. Kuharap kau jujur menjawab pertanyaanku. Kau juga bekerja di luar negeri,’kan? Atau kau tak bisa bahasa inggris?” ucap Kim Shin

“What? Pardon?” ucap malaikat maut memamerkan keahliannya.

“Pengucapanmu bagus juga. Sayangnya aku butuh bantuanmu”, ucap Kim Shin.

“Kenapa? Kau mau mati di luar negeri?” ledek malaikat maut.

Kim Shin tidak mau meladeni lagi dan hanya diam saja.

Eun Tak pulang dari sekolah membuka pintu apartemennya tidak ada siapapun di ruangannya. Ia pun belajar sendirian merasa sepi dan mengumpat karena Kim Shin meninggalkannya sendiri di apartemen.

EunTak pun kemudian pergi ke Rumah Kim Shin mukul-mukul pintunya menyuruh Kim Shin keluar.

“Buka pintunya! Aku di depan rumahmu. Kenapa kau menghindariku? Keluarlah! Aku tahu kau ada didalam”, teriak Eun Tak.

tetapi Kim Shin tidak ada dirumah. Eun Tak mengancam jika Kim Shin tidak keluar maka ia akan meniup lilin panjang dan besar yang ia pegang, kemudian memanggilnya di tempat yang memalukan. Dan Eun Tak pun memutuskan menunggu didepan rumah Kim Shin.

Pria tua yang tadi meninggal membuka pintu ruangan tempat malaikat maut biasanya membawa orang-orang yang telah meninggal. Ketika masuk pria tua tersebut berubah menjadi anak remaja. Ternyata remaja tersebut adalah remaja yang pernah bertemu dengan Kim Shin di eposode 1.

Dalam ruangan sudah tampak Kim Shin yang menunggunya. Remaja tersebut langsung duduk didepan Kim Shin dan menyapanya dan mengatakan Kim Shin tidak menua.

“Sudah kubilang padamu jawaban soal nomor 17 itu 4. tapi kau tetap saja menulis 2”, ucap Kim Shin.

“Seberapa kalipun aku mencoba, aku menjawabnya dua. Kalaupun aku tahu jawaban yang benar, aku selalu menjawab dua. Jadi aku tidak bisa menjawab dengan benar. Aku tidak bisa memecahkan soalnya”, jelas remaja tersebut.

“Tidak. Kau memecahkan soal itu dengan sangat baik. Pilihanmu adalah satu-satunya jawaban dalam hidupmu”, jelas Kim Shin.

“Ah, jadi begitu maksudnya”, ucap remaja tersebut senang mengatahuinya.

“Kau jadi seorang pengacara rupanya. Kau sudah banyak membantu orang yang kesusahan”, ucap Kim Shin.

“Aku ingin membalas budimu karena telah memberiku sandwich waktu itu. Juga, aku tidak punya pilihan lain lagi. Aku tahu kau selalu ada”, ucap remaja tersebut dan tersenyum pada Kim Shin. Dan Kim Shin pun membalas senyumannya.

“orang-orang biasanya tidak bisa melupakan momen saat suatu keajaiban terjadi”, ucap remaja itu.

“Aku tahu. Aku memberikan sandwich pada ribuan orang. Tapi sangat jarang melihat seseorang yang cepat maju sepertimu. Kebanyakan orang hanya berdiam dimomen keajaiban itu.. dan berharap keajaiban terjadi lagi padanya. Mereka selalu bilang mereka tahu kalau aku selalu ada bagi mereka. Seakan-akan aku berhutang suatu keajaiban pada mereka. Tapi kau mengubah hidupmu sendiri. Itu sebebnya aku selalu mendukungmu”, ucap Kim Shin.

“Aku juga tahu itu. Sekarang aju harus kemana?” tanya remaja tersebut.

Kim Shin menyuruhnya pergi lewat pintu yang ia masuki tadi, karena dunia orang mati ada pintu disebelahnya. Anak tersebut tersenyum mendengarnya, kemudian berdiri dan pergi menuju pintu tersebut. saat ingin membuka pintu, anak tersebut berubah kembali menjadi pria tua. dia berbalik melihat Kim Shin dan tersenyum. Kemudian pria tua itupun pergi menaiki tanggan menuju akhirat.

malaikat maut pun datang dan mengatakan pria tadi terlihat jelas aka pergi ketempat yang baik. Kim Shin pun sependapat dan berterima kasih kepada malaikat maut. malaikat maut ingin tahu kenapa Kim Shin mau melakukan hal tersebut, padahal itu tidak terlalu penting. Kim Shin membenarkan dan tidak akan sekeren itu jika melakukannya. malaikat maut kesal mendengarnya dan terserah dengan Kim Shin.

~Bersambung

Episode sebelumnya

Lihat juga : 6-drama-korea-yang-akan-tayang-pada-bulan-agustus/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.