Bagaimana Cognitive Behavioral Therapy Bekerja?

oleh -325 views
cogntive behavioral therapy

ZETIZEN RADAR CIREBON – Terapi perilaku kognitif  atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah terapi berbicara yang dapat membantu Kamu mengelola masalahmu dengan mengubah caramu berpikir dan berperilaku. Ini paling sering digunakan untuk mengobati kecemasan dan depresi, tetapi dapat berguna untuk masalah kesehatan mental dan fisik lainnya. (herdi)

Cara kerja Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

CBT di dasarkan pada konsep bahwa pikiran, perasaan, sensasi fisik, dan tindakan Kamu saling berhubungan, dan bahwa pikiran dan perasaan negatif dapat menjebakmu  dalam lingkaran setan. CBT bertujuan untuk membantumu mengatasi masalah yang luar biasa dengan cara yang lebih positif dengan memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Kamu di perlihatkan cara mengubah pola negatif ini untuk meningkatkan perasaanmu. Tidak seperti beberapa perawatan berbicara lainnya, CBT menangani masalahmu saat ini, daripada berfokus pada masalah dari masa lalu kamu. Ini mencari cara praktis untuk meningkatkan keadaan pikiran Kamu setiap hari.

Penggunaan untuk CBT

CBT telah terbukti menjadi cara yang efektif untuk mengobati sejumlah kondisi kesehatan mental yang berbeda.

Selain gangguan depresi atau kecemasan, CBT juga dapat membantu orang dengan:

  • Bipolar disorder               
  •  Borderline Personality Disorder
  • Obsessive Compulsive Disorder
  • Panic attack
  • Phobias
  • Post traumatic stress disorder
  • Skizofrenia
  • Insomnia

Dan masih banyak lagi kegunaan CBT, tapi butuh di katakana kalau terapi ini tidak membantu menyembuhkan penyakit mental yang di derita. Tapi terapi kognitif hanya bisa membantunya menekan rasa stress nya agar pasien merasa lebih baik.

Selama CBT

Terapismu akan mendorong Kamu untuk berbicara tentang pikiran dan perasaanmu dan apa yang mengganggmu. Jangan khawatir jika Kamu merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan Kamu. Terapismu dapat membantumu mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri dan kenyamanan.

CBT umumnya berfokus pada masalah tertentu, menggunakan pendekatan berorientasi pada tujuan. Saat Kamu menjalani proses terapi, terapismu mungkin memintamu untuk mengerjakan pekerjaan rumah  aktivitas, membaca, atau praktik yang di dasarkan pada apa yang Kamu pelajari selama sesi terapi reguler  dan mendorongmu untuk menerapkan apa yang Kamu pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan terapismu akan tergantung pada situasi dan preferensi khusus Kamu. Terapismu dapat menggabungkan CBT dengan pendekatan terapeutik lain – misalnya, terapi interpersonal, yang berfokus pada hubunganmu dengan orang lain.

Langkah-langkah dalam CBT

CBT biasanya mencakup langkah-langkah ini:

  • Identifikasi situasi atau kondisi yang mengganggu dalam hidupmu. Ini mungkin termasuk masalah seperti kondisi medis, perceraian, kesedihan, kemarahan atau gejala gangguan kesehatan mental. Kamu dan terapismu mungkin meluangkan waktu untuk memutuskan masalah dan tujuan apa yang ingin Kamu fokuskan.
  • Sadarilah pikiran, emosi, dan keyakinanmu tentang masalah ini. Setelah Kamu mengidentifikasi masalah yang harus di atasi, terapismu akan mendorongmu untuk membagikan pemikiran Anda tentang masalah tersebut. Ini mungkin termasuk mengamati apa yang Kamu katakan pada diri sendiri tentang suatu pengalaman (pembicaraan diri sendiri), interpretasimu tentang makna suatu situasi, dan keyakinanmu tentang diri Kamu, orang lain, dan peristiwa. Terapismu mungkin menyarankan agar Kamu membuat jurnal tentang pemikiranmu.
  • Identifikasi pemikiran negatif atau tidak akurat. Untuk membantu Kamu mengenali pola berpikir dan perilaku yang mungkin berkontribusi pada masalahmu, terapismu mungkin memintamu untuk memperhatikan respons fisik, emosional, dan perilakumu dalam situasi yang berbeda.
  • Membentuk kembali pemikiran negatif atau tidak akurat. Terapismu kemungkinan akan mendorongmu untuk bertanya pada diri sendiri apakah pandanganmu tentang suatu situasi di dasarkan pada fakta atau persepsi yang tidak akurat tentang apa yang sedang terjadi. Langkah ini bisa jadi sulit. Kamu mungkin memiliki cara berpikir lama tentang hidupmu dan diri mu sendiri. Dengan latihan, pola pikir dan perilaku yang membantu akan menjadi kebiasaan dan tidak membutuhkan banyak usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *