Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 2 (4)

oleh -58 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 4 dari episode 2. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 2 (4)

“Ini termasuk sebuah berkah kecil bagi kami kedua mempelai yang baru menikah ini. Bagaimana jika Anda dulu?” katanya,  mempersilahkan Hakim Daerah Xu untuk maju terlebih dahulu.

Tanpa rasa aneh ataupun curiga sama sekali, Hakim Daerah Xu maju sambil tersenyum memuji Ning Yi dan menulis namanya diatas kertas yang telah disiapkan.

Setelah Hakim Daerah Xu menulis namanya, Ning Yi membaca namanya dan memujinya dengan bersemangat, “Paman Xu, tulisannya sama seperti penulisnya,” pujirnya.

Melihat cara pintar yang Ning Yi pakai, Su Tan’er merasa sangat lega dan kagum. Sedangkan Su Zhongkan dan Su Wenxing merasa kesal.

Tamu selanjutnya maju, dan seperti sebelumnya, setelah tamu- tamu selesai menuliskan nama mereka, Ning Yi bakal membaca nama mereka dan memuji mereka. Sehingga tidak ada seorangpun yang curiga bahwa dia hilang ingatan serta tidak mengingat satupun dari mereka.

Didalam aula pernikahan, host menyambut para tamu dengan ramah. Lalu setelah itu, dia mempersilahkan kedua orang tua dari mempelai wanita untuk masuk. Dan yang datang hanyalah, Menantu Yao saja, Ibu Su Tan’er. Sedangkan Su Boyong tidak datang. Karena itu, setiap orang mulai berbisik- bisik pelan, menggosipi mereka.

Mari menyambut Tuan Menantu baru,” panggil Host dengan suara keras. Dan lalu Ning Yi pun memasuki aula.

Ning Yi tersenyum dengan ramah kepada Menantu Yao dan mengangkat alisnya dengan sikap main- main. Melihat itu, Menantu Yao mendengus pelan dan malas menatapnya.

“Mari menyambut mempelai wanita,” panggil Host dengan suara pelan. Dan lalu Su Tan’er masuk ke dalam aula sambil menutupi wajahnya menggunakan kipas merah.

Saat Su Tan’er melihat ke arah tempat duduk orang tuanya, dia merasa agak sedih, karena Ayahnya tidak datang. Dan Xiao Chan menghiburnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.