Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 3 (1)

oleh -46 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 1 dari episode 3. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 3 (1)

Malam sudah berganti menjadi pagi. Su Tan’er duduk merenung, dia tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana. Sebab peresmian toko akan dimulai dua jam lagi, antrean di luar toko sudah sangat panjang, bahkan tandu Gubenur Zhang dan Hakim Daerah Li juga sudah dalam perjalanan.

“Nona, bagaimana jika kita menyalakan api dan segera membakarnya hingga kering?” tanya Xiao Chan, memberikan saran.

“Tidak ada gunanya,” jawab Su Tan’er, merasa agak putus asa. “Kain awan senja ini terbuat dari sutra dengan tekstur yang berbeda, sehingga di bawah sinar matahari akan muncul cahaya yang berbeda. Jika terbakar dengan api, akan merusak kainnya,” jelasnya.

Erhu kemudian datang dan melapor kepada Su Tan’er bahwa jumlah kain awan senja yang masih tersedia, hanya ada sekitar 30 potong saja.

“Tiga puluh potong? Bagaimana bisa cukup?” gumam Su Tan’er, sedih.

Ning Yi mengecek gudang kain. Di ana dia menemukan sebuah jejak kaki yang sangat mencurigakan. Lalu tiba- tiba dia terpikir akan sesuatu.

Su Zhongkan menggunakan kejadian ini untuk menjelek- jelekan Su Tan’er dihadapan Su Yu. Dan Menantu Yao berusaha untuk melindungi Su Tan’er.

“Aku sudah bilang bahwa keponakanku ini kurang berpengalaman. Sekarang adalah musim hujan, harus memeriksa dengan lebih teliti. Tidak pernah ada kesalahan seperti ini di toko keluarga anak kedua,” komentar Su Zhongkan, membuat seolah- olah Su Tan’er tidak teliti dan tidak bekerja dengan benar.

Manajer Toko Xi berlutut dan meminta maaf kepada Su Tan’er, karena dia telah lalai. Dan Su Tan’er merasa tidak enak melihat Manajer Toko Xi berlutut dihadapannya, jadi dia meminta Manajer Toko Xi untuk berdiri. Tapi Manajer Toko Xi tidak mau berdiri dan tetap berlutut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.