Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 4 (5)

oleh -54 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 5 dari episode 4. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 4 (5)

“Pasti hari itu sangat ramai, kami terlalu terburu-buru dan terjadi pengulangan angka. Kedua tamu jangan marah,” kata Su Tan’er, menjelaskan kepada dua pelanggan. “Di toko kami, masih cukup persediaan kain awan senja. Aku jamin kalian masing-masing akan mendapatkan kain,” katanya, menenangkan mereka berdua. “Erhu, bawa kedua tamu pergi mengambil kain,” perintahnya sambil tersenyum tenang.

Setelah dua pelanggan tersebut mengikuti Erhu pergi, Manajer Toko Xi melapor kepada Su Tan’er bahwa mereka tidak bisa seperti ini. Bila terjadi kesalahan sekali, maka tidak apa- apa, tapi hari ini saja sudah ada tiga tamu yang memiliki nomor yang sama. Jadi jika ini dibiarkan, maka kerugiaannya akan semakin besar.

Mendengar itu, Su Tan’er terdiam dan berpikir.

Menteri Utama Dinasti Wu: Qin Siyuan

Menantu Pria Dinasti Wu: Kang Xian

Kang Xian bermain catur bersama Ayah mertuanya, Qin Siyuan. Tapi setiap dia menjalankan pion caturnya, dia selalu merasa ragu dan merubah- rubah langkahnya. Jika Qin Siyuan bersuara sedikit saja, dia langsung takut. Melihat itu, Qin Siyuan tertawa. Lalu dia memutuskan supaya permainan ini dianggap seri saja. Dan dengan senang hati, Kang Xian mengiyakan.

“Pemain catur di dunia ini, tak ada yang bisa mengalahkanmu,” puji Kang Xian, dan Qin Siyuan tertawa. “Membosankan,” keluhnya sedikit.

Ning Yi kebetulan lewat didekat sana dan melihat sikap lucu Kang Xian saat bermain catur bersama dengan Qin Siyuan. Awalnya mereka berdua tidak mengetahui keberadaan Ning Yi. Tapi saat Kang Xian melihat burung serta ingin menangkapnya, barulah Qin Yuan menyadari keberadaan Ning Yi.

“Teman kecil, kau juga tahu cara bermain catur?” tanya Qin Yuan dengan sikap ramah.

“Tak berani bilang mengerti. Hanya bisa main saja,” jawab Ning Yi, merendah.

“Sini, teman kecil, silahkan,” ajak Qin Yuan.

“Baik,” balas Ning Yi sambil tersenyum dan memberikan hormat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.