Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (1)

oleh -43 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 1 dari episode 6. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (1)

“Masalah bisnis keluarga kami sudah ditentukan. Tapi, aku berpikir…” kata Menantu Yao sambil memberikan kode tanda kutip. “Masalah internal kedua suami istri seharusnya semakin hari semakin baik,” jelasnya dengan pelan kepada teman- temannya.

Mendengar itu, teman- teman Yao merasa bingung, masalah internal apa. Dan akhirnya, Menantu Yao pun berbicara secara terus terang, yang dia maksud masalah internal adalah masalah melahirkan anak untuk meneruskan garis keturunan keluarga Su.

“Tentu saja masalah anak adalah hal penting. Tapi sekarang, Tuan Menantu masih tinggal di ruang samping, sangat tidak cocok,” kata Pelayan Yao, menjelaskan kepada semuanya.

“Masih di ruang samping?” gumam teman- teman Yao, terkejut.

“Aku juga tidak ingin,” jelas Menantu Yao sambil tersenyum malu. “Tapi, sebagai seorang ibu… Aku juga tidak bisa terus-menerus mendesak Tan’er, kan?” jelasnya. “Jadi, aku berpikir untuk meminta bantuan kalian kakak beradik untuk memikirkan ide,” pintanya.

“Tak perlu dicemaskan. Aku mempunyai sebuah resep. Resep ini direndam di dalam arak,” kata teman B dengan percaya diri. “Kukatakan pada kalian, saat itu suamiku meminumnya. Benaran bertenaga,” bisiknya sambil tertawa malu- malu.

“Kamu membawanya?” tanya Menantu Yao, bersemangat.

Saat Ning Yi pulang, Menantu Yao dan teman- temannya sedang berkumpul didalam kamarnya. Melihat mereka, Ning Yi merasa agak bingung. Lalu saat Menantu Yao memperkenalkannya kepada teman- temannya, dia menyapa mereka dengan sopan. Tapi setelah itu, dia langsung ditarik untuk duduk, dan diberikan sebotol arak macan.

“Bibi dan Tantemu ini secara khusus menyiapkanmu sesuatu untuk menambah darah dan tenaga,” jelas Menantu Yao, bersemangat.

“Belakangan ini, darah dan tenagaku cukup. Tidak perlu penambahan,” tolak Ning Yi dengan canggung.

“Kami juga memikirkanmu yang kelelahan. Untuk menambah nutrisi,” kata Menantu Yao sambil menuangkan segelas arak untuk Ning Yi.

“Benar!” kata teman- teman Yao, setuju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.