Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (2)

oleh -43 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 2 dari episode 6. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (2)

Jangan menyia-nyiakan kebaikan kami,” pinta Menantu Yao dengan halus sambil sedikit memaksa Ning Yi untuk meminumnya.

Demi kesopanan, Ning Yi pun meminum arak yang dituangkan untuknya. Tapi rasanya agak aneh dan dia menolak untuk minum lagi. Namun Menantu Yao dan teman- temannya terus memaksanya untuk minum lagi dan lagi. Dan karena tidak bisa melawan serta menolak, maka Ning Yi pun terus meminumnya.

Setelah Ning Yi agak mabuk, Menantu Yao dan teman- temannya membawa Ning Yi ke dalam kamar Su Tan’er dan menyuruhnya untuk segera beristirahat.

“Ini adalah kamar Tan’er,” kata Ning Yi, menolak untuk masuk ke dalam kamar Su Tan’er.

“Kenapa masih dibagi punyamu dan dia? Ini adalah kamarmu,” kata Menantu Yao, mendorong Ning Yi untuk masuk saja.

“Benar. Cepat masuk,” kata teman- teman Yao, ikut mendorong Ning Yi. “Masuklah. Masuklah,” seru mereka dengan bersemangat.

“Cepatlah, biarkan Ibumu mendapat cucu,” pinta Menantu Yao.

“Baik, baik, baik,” kata Ning Yi, menyerah. Lalu dia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya.

Tepat ketika Ning Yi menutup pintu kamar, dia langsung bertemu tatap dengan Su Tan’er yang menatapnya dengan terpaku.

“Sudah kubilang aku tidak minum arak, ibumu masih saja menuangkan. Aku minum sedikit,” kata Ning Yi, berusaha menjelaskan.

“Menuangkan arak untukmu?” gumam Su Tan’er, heran.

Setelah Ning Yi masuk ke dalam kamar, Menantu Yao dan teman- temannya langsung bersembunyi dibelakang pohon untuk memperhatikan.

Su Tan’er duduk dengan gugup di tempat tidur.

Ning Yi mulai merasa sangat kepanasan, jadi dia terus meminum teh yang ada dimeja dan mengipas- ngipas dirinya.

Melihat Ning Yi yang tampak sangat kepanasan, Su Tan’er bertambah gugup. “Kamu baik-baik saja, kan?” tanyanya, perhatian.

Mendengar itu, Ning Yi langsung meletakkan kipas yang dipegangnya ke meja. Lalu dia berdiri dan mulai membuka pakaiannya. “Tan’er, panas sekali. Aku sudah tidak tahan lagi. Maafkan,” jelasnya. Lalu dia berlari ke arah Su Tan’er.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.