Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (3)

oleh -71 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 3 dari episode 6. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (3)

Di luar. Menantu Yao dan teman- temannya mendengar suara Ning Yi dan Su Tan’er serta suara tempat tidur yang bergoyang- goyang. Mendengar itu, Menantu Yao dan teman- temannya merasa sangat senang.

Di dalam kamar. Ning Yi menggoyang- goyangkan tempat tidur sedikit untuk menipu Menantu Yao dan teman- temannya yang berada diluar. Lalu dia mengambil palu dan menghancurkan dinding yang memisahkan kamar mereka berdua.

Di luar. Menantu Yao memuji dengan kagum betapa hebatnya arak macan itu.

Di luar. Mendengar suara tempat tidur yang bergoyang semakin kuat dan suara keras di dinding, Menantu Yao jadi merasa khawatir.

“Gerak-gerik ini sangat bertenaga. Tidak baik terhadap tubuh putri kecilku,” kata Menantu Yao, cemas.

“Orang muda bertubuh sehat,” kata teman B, menenangkan.

“Aku harus menyiapkan obat tonik untuk putriku,” kata Menantu Yao, memutuskan.

“Baik. Aku akan membuatnya nanti,” kata teman C, menenangkan.

Didalam kamar. Setelah berhasil membuat lubang cukup besar, Ning Yi masuk ke dalam kamarnya melalui lubang tersebut.

“Kali ini sudah boleh,” kata Ning Yi, merasa puas. “Lain kali,  jika ketemu kondisi begini lagi, aku akan pulang dari sini. Nanti kamu tutupi dengan itu,” jelasnya sambil menunjuk ke arah tirai besar yang ada dikamar.

Begini sudah boleh?” tanya Su Tan’er, ragu. “Lalu, kenapa kamu masih begitu?” tanyanya, heran, karena Ning Yi masih menggoyang- goyangkan tempat tidur.

“Aku tidak begini, ibumu tidak akan pergi,” jelas Ning Yi, menjelaskan sambil mengelap keringatnya.

Melihat Ning Yi tampak sangat capek, maka Su Tan’er pun menggantikannya untuk mengoyangkan tempat tidur maju- mundur. Tapi dia mengoyang terlalu kuat, sehingga membuat Ning Yi merasa cemas.

“Kamu, kamu, kamu. Kamu pelan sedikit,” pinta Ning Yi, mengajarkan. “Aku tidak bisa membiarkan Ibu Mertua salah paham padaku,” jelasnya.

“Oh,” gumam Su Tan’er, mengerti. Lalu dia memelan sedikit. “Bagaimana dengan kekuatan ini?” tanyanya, memastikan.

“Kekuatan ini pas,” jawab Ning Yi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.