Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (5)

oleh -67 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai guys, pada kesempatan ini kami akan menyajikan potongan sinopsis drama Cina, drama ini berjudul My Heroic Husband. Berikut part 5 dari episode 6. Jika kamu belum membaca sinopsis episode pertama kamu dapat klik di sini(IND)

Cuplikan Sinopsis My Heroic Husband Episode 6 (5)

“Ayah berharap aku melakukan tugasku yang seharusnya. Membantu suami dan mendidik anak. Namun, itu bukanlah yang kuinginkan,” kata Su Tan’er, bercerita dengan sedih. “Perselisihan beberapa kali di antara kami, lama-kelamaan menjadi tak ada perkataan yang perlu diucapkan. Ayah juga tak ingin menemuiku.”

Flash back

Saat Su Tan’er ketahuan sedang memotong kain, Su Boyong menasehatinya agar tidak perlu memikirkan bisnis keluarga dan jangan berpikir untuk mengerjakan kain. Dia ingin Su Tan’er belajar dengan tekun saja. Dan Su Tan’er tidak mengerti, kenapa dia tidak boleh melakukan itu, kepadahal dia sangat menyukai membuat kain dan dia juga tidak kalah dari Su Wenxing dalam hal berbisnis. Su Tan’er bercita- cita untuk meneruskan usaha Toko Kain Su di masa depan dan menjadi wanita pebisnis yang berbakat di Jiang Ning.

“Omong kosong, wanita sepertimu mengurus toko kain apaan?” bentak Su Boyong dengan sikap keras. “Kamu tahu, jika memilih jalan ini, kamu akan menderita di kemudian hari,” jelasnya.

“Kenapa jika wanita? Kenapa pula jika pria? Asalkan itu jalan yang kupilih, bukanlah masalah,” balas Su Tan’er, bersikap keras kepala.

Mendengar itu, Su Boyong merasa sangat emosi. “Nanti jika kamu masih ingin berbisnis, jangan akui Ayahmu ini lagi. Jika susah kelak, tak boleh pulang ke rumah dan menangis,” tegasnya. Lalu dia mengambil semua kain yang Su Tan’er pegang. “Kenapa aku bisa mempunyai putri sepertimu,” gumamnya sambil menghela nafas.

Dengan sedih, Su Tan’er diam sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.

Flash back end

Ning Yi menyarankan agar Su Tan’er mencari kesempatan dan berbicara dengan Su Boyong. Tapi Su Tan’er tidak berani, sebab dia merasa kalau Su Boyong tidak akan mau memahaminya.

“Beberapa waktu lalu di dapur, aku pernah membuat janji dengan Ayahmu. Mengatakan pasti akan membantumu merebut stempel pemimpin Keluarga Su,” kata Ning Yi, memberitahu. “Setelah direbut, tidak peduli kamu ingin bercerai, atau menikah lagi, ataupun berpacaran tanpa perjodohan, semua tergantung padamu. Tapi, Ayahmu berkata padaku merebut stempel pemimpin adalah keinginan terbesarmu. Membiarkanku membantu sekuat tenagaku,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.