Gangguan Memori! Kenali Lebih Dalam Tentangnya

oleh -81 views
Mengenal Gangguan Memori

ZETIZEN RADAR CIREBON – Gangguan memori adalah kondisi di mana otak memiliki kesulitan untuk menyimpan, mengendalikan, dan mengingat kembali memori. Gangguan memori dapat menjadi lebih buruk, misalnya menyebabkan penyakit Alzheimer. (herdi)

Beberapa masalah ingatan, serta sedikit penurunan kemampuan berpikir, adalah bagian yang cukup umum dari penuaan. Namun, ada perbedaan di antara perubahan ingatan yang normal dengan jenis kehilangan ingatan yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan gangguan yang terkait. Dan beberapa masalah memori adalah hasil dari kondisi yang dapat di obati.

Tipe-Tipe Gangguan Memori

Ada beberapa macam tipe dari gangguan memori (memory disorder), salah satunya adalah kehilangan atau perubahan ingatan (memory loss atau memory change). Kehilangan ingatan atau perubahan ingatan adalah hilangnya ingatan secara sementara atau permanen, yang di sebabkan oleh gangguan fisik maupun psikologis. Kehilangan ingatan juga dapat bersifat sementara maupun permanen. Untuk itu, penting untuk mengetahui penyabab yang mendasarinya supaya perawatan yang tepat dapat efektif.

Apa Penyebab Gabgguan Memori?

  • Obat-obatan. Satu obat atau kombinasi tertentu dari obat-obatan dapat menjadi penyabab.
  • Trauma atau cedera kepala ringan. Cedera kepala akibat terjatuh atau kecelakaan, bahkan cedera ynag tidak di sadari dapat menyebabkan masalah memori.

Depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya. Stres, kecemasan atau depresi dapat menjadi alasan yang menyebabkan lupa, linglung, kesulitan berkonsentrasi dan masalah lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Alkoholisme. Alkoholisme kronis dapat dengan serius merusak kemampuan mental. Alkohol juga dapat menyebabkan kehilangan ingatan jika berintetaksi dengan obat-obatan.
  • Kekurangan vitamin B-12. Vitamin B-12 membantu menjaga kesehatan sel-sel saraf dan sel-sel darah merah. Kekurangan vitamin B-12 sering terjadi pada orang usia lanjut dan dapat menyebabkan masalah memori.
  • Hipotiroidisme. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) memperlambat pengolahan nutrisi untuk menciptakan energi bagi sel (metabolism). Oleh karena itu, penyakit ini dapat menyebabkan lupa dan masalah berpikir lainnya.
  • Tumor. Tumor di otak dapat menyebabkan masalah memori atau gejala seperti demensia lainnya.

Hal Yang dapat Terjadi Pada Otak Saat Gangguan Memori

Kelupaan sederhana, seperti lupa tempat meletakkan kacamata, dan kesulitan mengingat nama, tanggal, dan peristiwa dapat menjadi bagian dari proses penuaan yang normal. Ada banyak proses memori, termasuk mempelajari informasi baru, mengingat informasi dan mengenali informasi yang sudah di ingat. Masing-masing dari proses tersebut bisa terganggu yang menyebabkan lupa.

Namun, bila kesulitan mengingat di sertai dengan menurunnya kemampuan pemecahan masalah, kesulitan bahasa, dan kemunduran umum dari kemampuan berpikir dan perubahan perilaku yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, mungkin kamu mengalami gangguan memori.

Berikut hal-hal yang dapat terjadi pada otak saat mengalami gangguan memori:

1.Kelupaan yang Parah

Orang yang mengalami gangguan memori dapat melupakan kejadian yang baru saja terjadi, mengulang pertanyaan yang sama dan cerita yang sama, terkadang lupa nama teman dekat dan anggota keluarga, sering lupa janji temu atau acara yang di rencanakan, dan sering salah tempat.

2.Masalah dalam Berbahasa

Gangguan memori juga menyebabkan seseorang mengalami masalah dalam berbahasa, seperti sulit menemukan kata-kata yang di inginkan, dan sulit memahami informasi tertulis atau verbal.

3.Kehilangan Fokus

Pengidap gangguan memori juga mudah teralihkan dan perlu menulis catatan untuk melakukan sesuatu, bila tidak, ia akan lupa.

4.Kesulitan Melakukan Tugas Sehari-hari

Orang dengan gangguan memori juga tidak dapat melakukan tugas sehari-hari yang kompleks, misalnya membayar tagihan, minum obat, berbelanja dan mengemudi.

5.Menurunnya Kemampuan untuk Memecahkan Masalah

Gangguan memori juga memengaruhi fungsi otak seseorang dalam berpikir rasional dan memecahkan masalah. Akhirnya, mereka akan mengandalkan orang lain (seperti pasangan mereka) untuk membuat keputusan atau menjawab pertanyaan yang sebelumnya dapat ia tangani dengan baik.

6.Bergantung Pada Orang Lain Dalam Tugas Merawat Diri

Pada kasus yang sudah parah, memori, bahasa, dan kognisi yang sudah sangat rusak membuat pengidap tidak dapat merawat diri mereka sendiri tanpa bantuan orang lain. Pengidap bisa tidak mandi, memakai pakaian yang sama berulang-ulang, sambil bersikeras mengatakan bahwa ia sudah mandi atau sudah mengenakan pakaian bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *