,

Kenali Ragam Awan Rendah yang Kerap Kamu Lihat

oleh -232 views

Zetizen Radar Cirebon – Kita tentunya sering menjumpai beragam bentuk awan yang berada di langit. Tahukah kamu? Rupanya ragam awan tersebut terklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan ketinggian dan juga bentuknya, loh! (Susan)

Di samping itu, ternyata pengelompokan jenis-jenisnya terbagi menjadi 4 golongan berdasarkan ketinggiannya. Yakni awan rendah, awan sedang, awan tinggi, dan awan vertikal.

Berikut adalah bentuk klasifikasi awan rendah, ada awan apa saja ya? Mari simak pembahasan berikut!

• Awan Rendah

Awan rendah berada pada ketinggian di bawah 2000 meter di atas permukaan air laut. Jenis awan inilah yang kerap kali terlihat oleh para pendaki gunung ketika telah sampai di puncak.
Awan ini terbagi atas Awan Stratus, Stratokumulus, dan Nimbostratus. Langsung saja, mari kita bahas ragam awan rendah satu per satu.

1. Awan Stratus

Awan Stratus
Awan Stratus

Stratus berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘lapisan’. Oleh sebab itu Stratus ini bentuknya menyerupai kabut yang berlapis-lapis tipis dan melebar pada langit dengan warna putih keabu-abuan. Pada umumnya bentuk awan ini sangat teratur meski terkadang ada pula yang tidak beraturan. Kadang kala, Stratus memiliki volume yang cukup tebal sampai-sampai dapat menutup cahaya matahari. Stratus sering muncul pada saat cuaca sedang sangat panas, hal ini menandakan sebuah kestabilan tekanan udara pada atmosfer. Awan ini dapat menghasilkan gerimis kecil.

2. Awan Stratokumulus

Awan Stratokumulus
Awan Stratokumulus

Stratokumulus berasal dari bahasa Latin yaitu ‘stratus’ yang berarti ‘lapisan’, dan ‘kumulus’ yang berarti ‘tumpukan’ atau ‘gumpalan’. Sehingga Stratokumulus ini berbentuk seperti gulungan dengan warna yang bervariasi dari abu-abu hingga ke putih cerah. Salah satu tandanya yang paling umum dari awan ini ialah memiliki celah terang dari sinar matahari. Awan ini dapat turut membawa hujan dalam intensitas kecil.

3. Awan Nimbostratus

Awan Nimbostratus
Awan Nimbostratus

Nimbostratus berasal dari bahasa Latin yaitu ‘nimbus’ yang berarti ‘awan hujan’, dan ‘stratus’ yang berarti ‘lapisan merata’. Sehingga Nimbostratus ini memiliki warna abu-abu berbentuk seperti lapisan. Awan ini bersifat rapat dan tanpa bentuk, sehingga keberadaannya menyebabkan jarak pandang yang rendah maupun menghalangi cahaya matahari. Biasanya Nimbostratus hadir bersama dengan cuaca yang sedang buruk, sehingga kehadirannya mampu menghasilkan hujan yang stabil dan bersifat lama. Nimbostratus terklasifikasikan lagi menjadi dua macam. Yakni Nimbostratus Pannus yang menyebabkan hujan ringan hingga sedang, dan Nimbostratus Pracepitatio yang menyebabkan hujan sangat deras.

Baca juga : Polar Night, Fenomena Malam Hari Selama 24 Jam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.