Kisah Mahasiswi UPI yang Jadi Volunteer Bakti Milenial

oleh -192 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bakti Milenial merupakan sebuah program yang dirancang untuk mengajak kaum muda untuk berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi dan gagasan ide guna memberikan solusi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian lintas disiplin ilmu yang terbuka untuk masyarakat umum. (cva)

Eka Oktapiani Putri Durahman, atau yang akrab dipanggil Teh Eka. Merupakan satu-satunya mahasiswi UPI KAMPUS CIBIRU jurusan PG-PAUD 2018 menjadi volunteer yang akan diberangkatkan ke Lombok dalam program Bakti Milenial oleh Indonesia Milenial Connect dari Yayasan Karya Anak Milenial Indonesa (KAMI) dengan Bapak Sandiaga Uno sebagai Dewan Penasehat. Kegiatan ini akan berlangsung di Pulau Gili Asahan, Lombok Barat pada tanggal 13 Agustus hingga 23 Agustus 2021.

Ketika ditanya tentang tujuannya mengikuti kegiatan ini, ia menjelaskan bahwa dirinya tergerak untuk ikut serta mensukseskan pendidikan di Indonesia, khususnya di Lombok Barat.

“Selain mencari pengalaman, hal pertama dan utama yang menjadi alasan saya mengikuti program ini yaitu karena mau belajar banyak hal tentang pengabdian. Saya ingin mengabdi kepada negeri dan turut aktif berpartisipasi dalam membantu mensukseskan pendidikan di Indonesia. Salah satu caranya ya ikut dalam program Bakti Milenial ini,” jelasnya.

“Berdasarkan beberapa artikel yang saya baca, pendidikan di daerah sana masih minim. Hanya ada 1 SD, dan juga guru yang mengajar hanya satu orang. Apalagi disana belum ada PAUD, karena saya kuliah jurusan pendidikan PG-PAUD, jadi hati saya tergerak untuk mengikuti program volunteer tersebut,” ujar Eka.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah untuk menebarkan kebermanfaatan untuk banyak orang. Ia ingin ikut berkontribusi nyata bagi Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat khususnya dalam pengembangan kesejahteraan dan kemajuan bangsa di era new normal.

Perjuangan

Eka mengaku, perjalanannya selama ini tidaklah mudah. Banyak kesulitan yang kerap ia alami. Walaupun begitu, ia terus semangat dalam menjalani hari-harinya.

“Sebenernya capek juga, karena setiap harinya bener-bener sibuk ngurusin berkas. Tidur berkurang, lupa makan juga, pernah juga tuh sampe jatuh sakit. Sempat ditegur oleh keluarga karena terlalu sibuk megang HP. Persepsi mereka, saya mengerjakan hal-hal nggak penting, kerjaannya main HP terus. Padahal mah justru sebaliknya. Saya sibuk mengimplementasikan project saya untuk ke depannya,” kata Eka.

Namun, dibalik semua derita yang ia alami, saat ini ia merasa bangga karena sudah mendapat hasil yang ia dambakan. Akhirnya ia terpilih menjadi salah satu volunteer dari sekian ribu pendaftar.

“Kesan yang didapat, saya bangga sama diri saya karena sudah bisa melangkah sejauh ini. Biarpun waktu tidur berkurang, tapi banyak sekali hikmah dan hasil yang saya dapatkan. Hasil dari kerja keras saya berbuah manis. Dari ribuan peserta yang mendaftar, saya bisa terpilih menjadi salah satu volunteer,” ujarnya bahagia.

Motivasi Eka untuk terus berprestasi tidak lain karena ingin membanggakan keluarga, almamater UPI KAMPUS CIBIRU, dan ingin turut berpartisipasi aktif mengabdi bagi Indonesia.

“Tujuan saya ikut berbagai kegiatan tidak lain karena ingin membahagiakan orangtua. Motivasi lainnya adalah ketika saya sedang berada di zona yang tak nyaman. Hal tersebut mendorong saya untuk bertekad melakukan hal yang lebih baik di setiap harinya. Saya ingin terus memperbaiki diri, dan menebarkan kebermanfaatan dalam segala hal. Karena kita tidak tahu, kebaikan mana yang akan menghantarkan kita akan menuju kesuksesan,” katanya.

Prestasi

Mahasiswi kelahiran Garut, 10 Oktober 2000 ini memang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan volunteer sebelumnya. Ia pernah menjadi volunteer dalam program Scholars Jawa Barat, GAS (Gerakan Ahli Sedekah) Indonesia, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Cisompet.

Selain terpilih menjadi salah satu volunteer di program volunteer Bakti Milenial, ia pun memperoleh banyak penghargaan. Salah satunya, ia menjadi Juara 1 Model Hijab 2020 dan Top 5 Duta Inspirasi Jawa Barat 2021.

Ia mengaku senang dapat terpilih di kegiatan ini. Ia bercerita, banyak sekali ilmu yang ia dapat selama ia berkecimpung di dunia pengabdian. Mulai dari hal-hal kecil hingga pelajaran kehidupan.

“Setelah saya terjun di dunia pengabdian, banyak sekali ilmu kehidupan yang saya dapatkan disana, dan tentunya semakin memperkaya wawasan dan pengalaman berharga. Saya belajar tentang arti kehidupan, bahwa diatas langit masih ada langit dan dibawah langit pasti ada langit juga. Maka jangan bangga berada di atas langit, karena jika kita lihat ke atas pasti ada langit yang paling atas dan jika kita melihat kebawah ya jelas masih ada langit di bawahnya. Jadi tetaplah bersyukur dalam setiap keadaan,” tutupnya.

Bagi teman-teman yang ingin berinteraksi dengan Eka, bisa langsung follow instagramnya di @khadijahputrioktaviani_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.