Mengenal Obsessive Compulsive Disorder (OCD)!

oleh -305 views
Obsessive Compulsive Disorder

ZETIZEN RADAR CIREBON – Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan mental di mana penderitanya tertekan karena pemikiran yang berulang sehingga menyebabkan penderita tersebut melakukan suatu tindakan secara berulang. Pada dasarnya penderita gangguan ini menyadari bahwa mereka terkena gangguan OCD, namun mereka tidak bisa mengontrol diri nya untuk berhenti melakukan tindakan tersebut. Misalnya, seorang penderita OCD akan mencuci tangannya berulang kali karena ia berpikir belum mencuci tangannya dengan bersih. (herdi)

Berdasarkan studi yang di publikasikan The Journal of clinical psychiatry pada 2020, sekitar satu persen orang di dunia mengalami obsessive compulsive disorder. Adapun wanita 1,6 kali lebih mungkin mengalami OCD di bandingkan pria.

Penyakit ini pun sering di mulai pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa muda. Umumnya, gejala mulai muncul saat usia di bawah 20 tahun. Gejala tersebut seringkali dapat di atasi, tetapi tidak dapat di hilangkan sepenuhnya. Bahkan penyebab dari penyakitnya pun belum di ketahui secara pasti, namun pasti berhubungan dengan genetik, struktur dan fungsi otak, dan juga lingkungan pertumbuhan.

Gejala OCD yang paling sering terjadi

Umumnya, gejala yang di temukan pada penderita OCD adalah sering merasa resah, takut, khawatir dengan hal-hal sekitar, dan sering berpikiran negatif. Di bawah ini merupakan gejala dan tipe yang bisa di temukan pada penderita OCD.

1. Washers

Jika Anda sering merasa kurang atau bahkan tidak pernah merasa bersih ketika mencuci tangan sehingga Anda akan melakukannya berulang kali, bisa jadi Anda menderita OCD. Gejala ini merupakan gejala umum yang paling sering di alami penderita OCD.

Gejala ini menjelaskan saat seseorang selalu takut akan terkontaminasi bakteri, kuman, atau kotoran yang berpindah ke tubuh mereka. Penderita umumnya akan mencuci tangan atau bagian tubuhnya yang di rasa kotor secara berulang kali. Penderita OCD tidak segan untuk membersihkan rumah, tubuh, dan apapun yang mereka takuti kotor, demi memenuhi kenginan kompulsifnya agar terhidar dari kuman atau kotoran yang di hindari. Gejala seperti ini akan terus terjadi karena adanya dorongan kuat dalam pikiran penderita.

2. Checkers

Gejala OCD yang satu ini menyerang penderitanya untuk selalu memeriksa sesuatu berulang kali. Pada tipe ini, umumnya tidak berbeda dengan penderita tipe washers. Penderita OCD akan melakukan pengecekan berulang kali kepada hal, benda, atau barang yang berbahaya. Contoh yang paling umum seperti mengecek kunci pintu rumah, mematikan kompor atau lampu dengan melakukan pengecekan berkali-kali. Para penderita merasa bahaya selalu mengintai, dan jika terjadi sesuatu yang bersifat celaka mereka tak segan menyalahkan diri nya sebagai yang harus di salahkan.

3. Symmetry dan Orderliness

Pada gejala tipe ini, Anda sering mengalami fokus untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris dan sejajar. Contohnya Anda tidak akan suka jika barang yang telah Anda rapikan di sentuh dan di ubah posis nya oleh orang lain. Perilaku ini akan selalu menuntut Anda untuk menghasilkan pikiran yang sama dan berulang.

4. Hoarding

Hoarding merupakan gejala di mana Anda suka atau berkeinginan untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang Anda temukan. Anda berpikiran bahwa barang itu penting dan akan berguna bagi Anda ke depannya. Jika di dalam rumah atau ruangan Anda banyak barang dan terasa penuh, bisa jadi Anda salah satunya.

Baca juga : Hoarding Disorder! Apa Kamu Salah Satunya?

Pengobatan OCD

Pengobatan penderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD) meliputi dua terapi, yaitu obat-obatan, psikoterapi atau bisa juga kombinasi dari keduanya. Beberapa dari penderita tetap akan mengalami gejala walaupun sudah dalam pengobatan. Obat-obatan yang di gunakan adalah golongan serotonin reuptake inhibitors (SRIs) dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Penggunaan obat tersebut harus dipantau oleh dokter karena merupakan golongan obat anti depresi.

Psikoterapi merupakan terapi yang efektif untuk penderita OCD baik dewasa maupun anak-anak. Salah satu terapi yang cocok untuk penderita OCD adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behaviour therapy/ CBT). Studi menunjukkan penurunan gejala kompulsif pada penderita OCD dengan terapi pencegahan eksposur dan respons (salah satu tipe CBT) bahkan pada penderita OCD yang tidak merespons pada obat SRI.

Penyakit OCD ini tidak dapat di cegah. Diagnosis dini dan terapi yang sesuai dapat mengurangi waktu yang pasien habiskan karena penyakit ini dan bisa meningkatkan kualitas hidup penyandang OCD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *