Mengenal Tentang Dissociative Identity Disorder!

oleh -459 views
Dissociative identity disorder

ZETIZEN RADAR DISORDER – Dissociative identity disorder (DID disorder) atau kepribadian ganda dalah kondisi yang membuat penderitanya mengembangkan satu atau lebih kepribadian alternatif yang di ketahui secara sadar maupun tidak oleh penderitanya. Kondisi ini memiliki banyak sebutan di antaranya adalah split disorder, multiple personality disorder, atau kepribadian ganda. (herdi)

Dissociative identity disorder merupakan salah jenis utama dari gangguan disosiatif, menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Gangguan disosiatif sendiri merupakan penyakit mental yang menyebabkan kerusakan memori, identitas, dan fungsi mental lainnya yang mendukung seseorang untuk beraktivitas dengan lancar.

Seberapa umumkah Dissociative Identity Disorder ini?

Dissociative identity disorder adalah penyakit mental yang cukup langka terjadi namun bisa menyerang segala usia. Di lansir dari laman Cleveland Clinic, penyakit mental ini lebih banyak di temukan pada wanita ketimbang pria.

Tanda & Gejala DID

Gejala khas pada orang dengan DID disorder adalah memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian lain yang di miliki penderitanya ini di sebut dengan kepribadian alternatif, sementara kepribadian aslinya di sebut dengan kepribadian inti.

Setiap kepribadian alternatif pada orang dengan multiple personality disorder, memiliki ciri individu dan cara berpikir yang berbeda. Kepribadian alternatif yang di miliki juga bisa memiliki nama dan perilaku yang berbeda. Bahkan, mungkin saja memiliki jenis kelamin yang berbeda.

Saat kepribadian alternatif muncul, penderitanya akan mengalami amnesia (hilang ingatan). Itulah sebabnya, si penderita umumnya tidak menyadari adanya kepribadian alternatif maupun ingatan mengenai apa yang di lakukan saat kepribadian alternatif mengambil alih.

Ada beberapa cara utama di mana proses psikologis DID mengubah cara seseorang mengalami hidup, termasuk yang berikut:

  • Depersonalisasi. Ini adalah perasaan terlepas dari tubuh seseorang dan sering di sebut sebagai pengalaman “keluar dari tubuh”.
  • Derealisasi. Ini adalah perasaan bahwa dunia ini tidak nyata atau tampak berkabut atau jauh.
  • Amnesia. Ini adalah kegagalan untuk mengingat informasi pribadi penting yang begitu luas sehingga tidak dapat di salahkan pada kelupaan biasa. Ada juga mikro-amnesia di mana diskusi yang di lakukan tidak di ingat, atau isi percakapan yang bermakna di lupakan dari satu detik ke detik berikutnya.
  • Kebingungan identitas atau perubahan identitas. Kedua hal ini melibatkan rasa kebingungan tentang siapa seseorang. Contoh kebingungan identitas adalah ketika seseorang mengalami kesulitan mendefinisikan hal-hal yang menarik minat mereka dalam hidup, atau sudut pandang politik atau agama atau sosial mereka, atau orientasi seksual mereka, atau ambisi profesional mereka. Selain perubahan yang nyata ini, orang tersebut mungkin mengalami distorsi dalam waktu, tempat, dan situasi.

Faktor Risiko dan Risiko Bunuh Diri

Orang yang pernah mengalami pelecehan fisik dan seksual di masa kanak-kanak berada pada peningkatan risiko memiliki kepribadian ganda. Sebagian besar orang yang mengembangkan DID telah mengalami trauma berulang yang luar biasa di masa kanak-kanak. Di antara orang-orang dengan DID di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa, sekitar 90 persen telah menjadi korban pelecehan dan penelantaran masa kanak-kanak.

Upaya bunuh diri dan perilaku melukai diri sendiri lainnya adalah umum di antara orang-orang dengan kepribadian ganda. Lebih dari 70 persen pasien rawat jalan dengan DID telah mencoba bunuh diri.

Baca Juga : Serial Killer! Menguak Tentang Persona Psikopat

Apa Perawatan untuk DID?

Saat ini tidak ada guildelines formal berbasis bukti untuk mengobati DID. Banyak perawatan di dasarkan pada laporan kasus atau bahkan kontroversial.

Meskipun juga tidak ada “obat” untuk dissociative identity disorder, pengobatan jangka panjang dapat membantu, jika pasien tetap berkomitmen. Perawatan yang efektif meliputi:

  • Psikoterapi: Juga di sebut terapi bicara, terapi ini di rancang untuk bekerja melalui apa pun yang memicu dan memicu DID. Tujuannya adalah untuk membantu “menyatukan” ciri-ciri kepribadian yang terpisah menjadi satu kepribadian terkonsolidasi yang dapat mengendalikan pemicunya. Terapi ini seringkali melibatkan anggota keluarga dalam terapi.
  • Hipnoterapi. Di gunakan bersama dengan psikoterapi, hipnosis klinis dapat di gunakan untuk membantu mengakses ingatan yang di tekan, mengontrol beberapa perilaku bermasalah yang menyertai DID serta membantu mengintegrasikan kepribadian menjadi satu.
  • Terapi tambahan. Terapi seperti terapi seni atau gerakan telah terbukti membantu orang terhubung dengan bagian pikiran mereka yang telah di matikan untuk mengatasi trauma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *