Toxic Positivity Dan Cara Menghindarinya

oleh -117 views
what is toxic positivity

ZETIZEN RADAR CIREBON – Toxic positivity menyoroti perilaku ‘positif’ sebetulnya tidak menunjukkan empati atau bersifat toksik. Singkatnya, toxic positivity adalah mendorong orang-orang untuk hanya menunjukkan emosi dan perasaan positif. Kamu mungkin pernah memposting suatu kalimat seperti “ ambil hikmahnya aja” atau “ be positif” atau quotes motivasi positif, itu bisa di anggap sesuatu yang toxic. Niatnya kamu mungkin ingin membantu menyemangati, tapi bagi sebagian orang membuat mereka merasa kecil diri bahkan bisa menjadi pemicu gangguan psikis. (herdi)

Perilaku mengabaikan rasa negatif ini mengabaikan perasaan negatif yang di rasakan dengan pemikiran negatif, yang malah tidak baik untuk mental. Perilaku ini tidak baik untuk kesehatan fisik ataupun mental, seperti dalam sebuah jurnal dari university of California, Berkeley, di mana orang-orang yang menolak merasakan emosi negatif, malah akan membuatnya bertambah besar.

Jika terbiasa seperti ini, emosi negatif bisa meledak yang memicu depresi, gangguan kecemasan, ataupun penyakit di tubuh. Selain itu, toxic positivity atau mengabaikan emosi negatif yang di rasakan, hanya membuat kita mengisolasi diri sendiri. kita jadi sulit terkoneksi dengan perasaan dan pikiran sendiri, sehingga memicu permasalahan hubungan dengan orang lain.

Lihat Kondisi Dan Jangan Abaikan Emosi Negatif Sebelum Merespon

Dilansir dari laman Detik Health, Veronica Adesla, seorang psikolog klinis dari Personal Growth mengatakan, toxic positivity adalah istilah untuk menggambarkan kata atau dorongan agar orang lain berpikir positif seburuk apa pun kondisi yang tengah dialaminya. Sayangnya, tak semudah itu untuk melihat sisi positif dari sebuah masalah, sehingga yang terjadi justru muncul perasaan yang sebaliknya.

Selama ini, Anda hidup dengan nilai sosial yang mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan semangat, sabar, dan selalu melihat sisi positif. Nah, demi menciptakan kondisi tersebut, Anda pun langsung memberikan kata-kata positif kepada mereka yang sedang dirundung duka. Ada baiknya mulai sekarang, sesuaikan ucapan Anda dengan situasi dan karakter kepribadian orang yang sedang diajak bicara. Menanggap enteng sebuah masalah akan berdampak menjadi beban pikiran kepada orang yang mempunyai masalah tersebut.

Cara Mengatasi Agar Bisa Terhindar Dari Toxic Positivity.

Terima Perasaanmu

Mari kita sama-sama akui bahwa life can be sucks. Hidup nggak selamanya happy. Kadang kamu bisa merasa kecewa, sedih atau marah terhadap sesuatu. Dan yang terpenting yang harus kamu sadari adalah perasaan-perasaan tersebut itu wajar. Alih-alih menjadi denial, sadari dan terima perasaan tersebut dengan terbuka.

Kurangi Membuka Media Sosial

Mari kita sama-sama akui bahwa life can be sucks. Hidup nggak selamanya happy. Kadang kamu bisa merasa kecewa, sedih atau marah terhadap sesuatu. Dan yang terpenting yang harus kamu sadari adalah perasaan-perasaan tersebut itu wajar. Alih-alih menjadi denial, sadari dan terima perasaan tersebut dengan terbuka.

Merasakan perasaan adalah bagian dari menjadi manusia

Semua perasaan seperti senang, kecewa, sedih, gugup dan kesal, adalah perasaan-perasaan yang menjadikanmu manusia. Merasakan perasaanmu terhadap sesuatu adalah bagian dari menjadi manusia. Jadi merupakan suatu hal yang wajar kalau kamu terkadang gak merasa bahagia.

Tulis Perasaanmu

Gak ada salahnya untuk mulai mencoba menulis tentang perasaanmu. Seperti kata seorang psikolog bernama Beth Jacobs, Ph.D, dalam bukunya yang berjudul Writing for Emotional Balance: A Guided Journal to Help You Manage Overwhelming Emotions, “Jurnal seperti sebuah checkpoint antara perasaanmu dengan dunia”. Apapun yang sedang kamu rasakan, coba deh, tuangkan kedalam tulisan.

Tidak Apa-Apa Untuk Tidak Menjadi Baik-Baik Saja

Kamu gak harus selalu merasa bahagia untuk jadi sukses. Gak masalah kalau terkadang kamu merasa tidak sedang baik-baik saja. Kamu harus bisa menyadari kenapa kamu merasakan perasaan yang sedang kamu rasakan, dan gak memaksakan diri untuk terlihat bahagia.

Itulah cara biar kamu terhindar dari toxic positivity. Apapun yang kamu rasakan, terima sepenuhnya, ya. Jangan sampai hal itu membuatmu menyangkal dan malah memendam perasaanmu. Memotivasi diri untuk jadi lebih baik memang perlu, namun jangan sampai hal tersebut malah menjadi racun yang bisa membahayakan diri kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.