Mirip Tapi Tak Sama! Ini Perbedaan Trauma dan Fobia

oleh -121 views
peredaan trauma dan fobia

ZETIZEN RADAR CIREBON – Istilah trauma dan fobia sering di gunakan untuk menggambarkan perasaan takut atau cemas berlebihan. Rasa takut sebenarnya wajar jika di sebabkan oleh hal-hal yang memang perlu di waspadai, misalnya diserang binatang buas atau melakukan kegiatan berbahaya. (herdi)

Namun, rasa takut atau cemas pada sesuatu yang semestinya tidak perlu bisa di golongkan dalam kondisi gangguan mental. Fobia merupakan istilah psikologis yang di gunakan untuk menyebut sebuah kondisi seseorang yang mengalami ketakutan berlebihan terhadap sesuatu, bahkan untuk hal yang tidak menakutkan bagi orang lain, seperti takut ketingggian atau akrofobia, takut kegelapan atau akluofobia, atau takut pada hewan-hewan tertentu.

Perbedaan Antara Fobia dan Trauma

Fobia

Jadi intinya, Fobia adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang mengalami ketakutan yang ekstrem dan irasional tentang suatu situasi, makhluk hidup, tempat, atau objek. Ketika seseorang memiliki fobia, mereka akan sering membentuk hidup mereka untuk menghindari apa yang mereka anggap berbahaya. Ancaman yang di bayangkan lebih besar daripada ancaman nyata yang di timbulkan oleh penyebab teror.

Fobia adalah gangguan mental yang dapat di diagnosis. Orang tersebut akan mengalami tekanan hebat ketika berhadapan dengan sumber fobia mereka. Ini dapat mencegah mereka berfungsi secara normal dan terkadang menyebabkan serangan panik. Bisa juga hal lebih aneh jadi sumber ketakutannya, misalnya tripofobia atau takut pada lubang-lubang kecil tak beraturan seperti yang di derita Kendall Jenner, juga Gigi Hadid yang mengalami klaustrofobia atau takut berlebihan saat wajahnya di pegang.

Trauma

Secara umum, trauma dapat di definisikan sebagai respons psikologis, emosional terhadap suatu peristiwa atau pengalaman yang sangat menyusahkan atau mengganggu. Ketika di terapkan secara longgar, definisi trauma ini dapat merujuk pada sesuatu yang mengecewakan, seperti terlibat dalam kecelakaan, menderita penyakit atau cedera, kehilangan orang yang di cintai, atau mengalami perceraian. Namun, itu juga dapat mencakup ekstrem yang jauh dan mencakup pengalaman yang sangat merusak, seperti pemerkosaan atau penyiksaan.

Karena peristiwa di lihat secara subjektif, definisi trauma yang luas ini lebih merupakan pedoman. Setiap orang memproses peristiwa traumatis secara berbeda karena kita semua menghadapinya melalui lensa pengalaman sebelumnya dalam hidup kita. Karena reaksi trauma terbagi dalam spektrum yang luas, psikolog telah mengembangkan kategori sebagai cara untuk membedakan antara jenis trauma. Di antaranya adalah trauma kompleks, gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan gangguan trauma perkembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.