Patofisiologi Vertigo, Yuk Kenali Lebih Lanjut

oleh -50 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernahkah anda mendengar tentang patofisiologi vertigo? Kebanyakan orang mengenal vertigo sebagai sakit kepala tak tertahankan yang membuat penderitanya kehilangan keseimbangan karena merasa pusing yang berputar. (cva)

Namun apakah yang dimaksud dengan patofisiologi? Melansir dari Walden University, patofisiologi adalah gabungan patologi (studi tentang sebab dan akibat penyakit) dengan fisiologi (studi tentang bagaimana sistem fungsi tubuh).

Patofisiologi diartikan sebagai studi yang mempelajari bagaimana suatu penyakit yang mempengaruhi sistem tubuh. Sehingga patofisiologi vertigo adalah penjelasan bagaimana penyakit ini berawal dan memengaruhi tubuh.

Istilah vertigo berasal dari bahasa Latin “vertere” yang berarti memutar. Hal tersebut mengacu pada rasa berputar, rasa bergerak dari lingkungan sekitar, rasa ditarik, maupun rasa didorong yang dirasakan oleh penderita vertigo.

Patofisiologi vertigo

Mieke A. H. N. Kembuan dalam jurnal berjudul Patofisiologi Vertigo (2009) menyebutkan bahwa vertigo terjadi karena gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh yang sebenarnya dengan apa yang susunan saraf pusat rasakan.

Vertigo terjadi karena adanya asimetri pada sistem vestibular, yaitu sistem tubuh yang berperan dalam menjaga keseimbangan, koordinasi tubuh, postur tubuh, dan juga pergerakan mata. Asimetri tersebut dapat terjadi karena berbagai kondisi.

Tubuh mengalami proses kompleks kerja sama antara organ tubuh, alat vestibular, proprioseptor (reseptor sensoris), pengelihatan, juga sistem saraf pusat. Ketidakseimbangan dalam kerja sama tersebut dapat mengakibatkan persepsi vertigo pada seseorang.

Labuguen RH dalam buku berjudul Initial Evaluation of Vertigo (2006) menjelaskan bahwa asimetri dapat terjadi akibat kerusakan atau disfungsi pada sistem perifer, seperti labirin vestibular dan saraf vestibular, atau gangguan vestibular sentral pada batang otak.

Ketidakseimbangan antara labirin vestibular kanan dan labirin vestibular kiri pada tubuh menyebabkan menghasilkan gerakan tidak seimbang yang palsu pada otak. Membuat penderitanya merasa tidak seimbang dan tidak dapat mempertahankan postur tegak.

Vertigo juga dapat muncul akibat rangsangan yang berlebihan. Melansir dari Sociedad Mexicana de Podologia Medica Ca, kelainan organ akhir sistem vestibular yaitu kanalis semisirkularis akan memberikan sinyal pada otak dan membuat penderitanya merasakan sensasi berputar.

Inilah mengapa manusia mengalami pusing berputar setelah memutar tubuhnya dengan cepat.

Sumber: Walden University, Mexicana de Podologia Medica Ca, Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *