Perbedaan Budaya! Mengenal Budaya Individualis

oleh -423 views
budaya individualis

ZETIZEN RADAR CIREBON – Budaya merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana orang berpikir dan berperilaku. Salah satu faktor yang sering di pelajari oleh psikolog lintas budaya melibatkan perbedaan dan persamaan antara budaya individualis dan budaya kolektivis. (herdi)

Budaya individualis adalah budaya yang menekankan kebutuhan individu di atas kebutuhan kelompok secara keseluruhan. Dalam jenis budaya ini, orang di lihat sebagai orang yang mandiri dan otonom. Perilaku sosial cenderung di tentukan oleh sikap dan preferensi individu. Budaya di Amerika Utara dan Eropa Barat cenderung individualis.

Sedangkan kita di Negara Indonesia lebih menganut budaya kolektivis di bandingkan individualis, memang kebanyakan Negara di asia menganut budaya kolektivis, kecuali Negara besar seperti Jepang. Meskipun Jepang salah satu Negara di asia yang maju, tidak bisa di pungkiri bahwa masyarakatnya lebih cenderung individualis.

Sifat Budaya Individualis

Kemungkinan Anda pernah mendengar istilah budaya individualis dan kolektivis sebelumnya, seringkali dalam konteks mencatat perbedaan perilaku dan sikap antara kedua jenis masyarakat. Jadi apa sebenarnya yang membuat budaya individualis berbeda dari budaya kolektivis?

Beberapa karakteristik umum dari budaya individualistik meliputi:

  • Menjadi tergantung pada orang lain sering di anggap memalukan atau memalukan
  • Kemerdekaan sangat di hargai
  • Hak individu menjadi pusat perhatian
  • Orang sering lebih menekankan pada menonjol dan menjadi unik
  • Orang cenderung mandiri
  • Hak individu cenderung di dahulukan

Dalam budaya individualis, orang di anggap “baik” jika mereka kuat, mandiri, tegas, dan mandiri. Ini kontras dengan budaya kolektivis di mana karakteristik seperti rela berkorban, dapat di andalkan, murah hati, dan membantu orang lain lebih penting.

Budaya Individualist vs. Kolektivis

Budaya individualis sering di bandingkan dan di kontraskan dengan budaya yang lebih kolektivis. Di mana kolektivisme menekankan pentingnya kelompok dan kerja sama sosial, individualisme menghargai hal-hal seperti:

  • Otonomi
  • Kemerdekaan
  • Kemandirian
  • Keunikan

Di mana orang-orang dalam budaya kolektivis mungkin lebih mungkin untuk meminta dukungan keluarga dan teman selama masa-masa sulit, mereka yang hidup dalam budaya individualistik lebih cenderung melakukannya sendiri.

Budaya individualis menekankan bahwa orang harus mampu memecahkan masalah atau mencapai tujuan sendiri tanpa harus bergantung pada bantuan dari orang lain. Orang sering di harapkan untuk “menarik diri dengan bootstrap mereka” ketika mereka menghadapi kemunduran.

Kecenderungan untuk berfokus pada identitas dan otonomi pribadi ini merupakan bagian yang meresap dari budaya yang dapat memiliki pengaruh besar pada bagaimana suatu masyarakat berfungsi. Misalnya, pekerja dalam budaya individualis lebih cenderung menghargai kesejahteraan mereka sendiri daripada kebaikan kelompok.

Bandingkan ini dengan budaya kolektivis di mana orang mungkin mengorbankan kenyamanan mereka sendiri demi kebaikan orang lain. Perbedaan tersebut dapat mempengaruhi hampir setiap aspek perilaku mulai dari karir yang di pilih seseorang, produk yang mereka beli, dan masalah sosial yang mereka pedulikan.

Pendekatan perawatan kesehatan, misalnya, di pengaruhi oleh kecenderungan ini. Budaya individualis menekankan pentingnya setiap orang menjaga diri nya sendiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Mereka yang berada dalam budaya kolektivis mungkin malah menekankan berbagi beban perawatan dengan kelompok secara keseluruhan.

Efek pada Perilaku Individualis dan Kolektivis

Pengaruh budaya terhadap perilaku individu adalah topik utama yang menarik dalam bidang psikologi lintas budaya. Psikolog lintas budaya mempelajari bagaimana faktor budaya yang berbeda mempengaruhi perilaku individu. Mereka sering fokus pada hal-hal yang universal di antara budaya yang berbeda di dunia, serta perbedaan di antara masyarakat.

Salah satu fenomena menarik yang di amati oleh psikolog lintas budaya adalah bagaimana orang-orang dari budaya individualis menggambarkan diri mereka sendiri di bandingkan dengan bagaimana mereka dari budaya kolektivis menggambarkan diri mereka sendiri.

Orang-orang dari masyarakat individualis memiliki konsep diri yang lebih fokus pada kemandirian daripada saling ketergantungan. Akibatnya, mereka cenderung menggambarkan diri mereka sendiri dalam hal karakteristik dan sifat pribadi mereka yang unik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *