Pernah Merasakan Déjà Vu! Apa itu Berbahaya?

oleh -114 views
Deja Vu

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernahkah Anda merasa bahwa Anda telah melakukan sesuatu atau melalui situasi baru sebelumnya? Sepertinya Anda tahu apa yang akan terjadi selanjutnya? Perasaan itu sering di gambarkan sebagai déjà vu. Pepatah itu berasal dari bahasa Prancis, yang berarti “sudah terlihat.” (herdi)

Beberapa orang berpikir bahwa déjà vu adalah tanda dari fenomena psikis yang potensial. Tetapi mungkin ada penyebab lain untuk pengalaman déjà vu Anda.

Pengalaman Déjà Vu

Sekitar 60% hingga 70% orang dengan kesehatan yang baik mengalami beberapa bentuknya selama hidup mereka. Pemandangan atau suara yang familiar dapat memicu perasaan tersebut. Anda mungkin berjalan ke sebuah ruangan di gedung yang belum pernah Anda kunjungi namun merasa seperti Anda mengenalnya secara dekat. Sebagian besar perasaan déjà vu menghilang dengan cepat, yang dapat membuat Anda sulit mengingat detail spesifik tentang pengalaman itu.

Déjà vu paling sering terjadi pada orang berusia antara 15 dan 25 tahun. Kita cenderung mengalami perasaan kurang seiring bertambahnya usia. Jika Anda sering bepergian atau sering mengingat mimpi Anda, kemungkinan besar Anda akan mengalaminya daripada yang lain. Seseorang yang lelah atau stres mungkin juga rentan terhadap perasaan déjà vu. Kebanyakan orang mengalaminya pada malam hari atau pada akhir pekan.

Penyebab

Memori di simpan di lobus temporal otak. Bagian otak ini membantu kita mengenali pengalaman yang sudah di kenal. Sementara sains belum membuktikan bahwa pengalaman déjà vu sehari-hari adalah hasil dari ingatan yang tersimpan di area temporal, beberapa peneliti percaya ada hubungan antara keduanya.

Satu eksperimen yang di lakukan untuk menguji teori yang menghubungkan déjà vu dengan memori melibatkan pembuatan skenario realitas virtual berdasarkan dunia video game Sims. Banyak orang yang berpartisipasi dalam proyek ini akhirnya mengalami berbagai pengalamannya terkait dengan adegan-adegan yang mirip dengan yang di lihat sebelumnya.

Beberapa orang sering merasa bahwa deja vu dapat membantu mereka memprediksi kejadian di masa depan. Tetapi percobaan menemukan bahwa individu tidak menjadi lebih mungkin untuk menebak jalan yang benar atau menghasilkan jawaban yang lebih akurat saat memainkan skenario realitas virtual. Penelitian lebih lanjut sedang di lakukan untuk mencoba mencari tahu persis mengapa orang memiliki perasaannya.

Déjà Vu Dari Medis

Kebanyakan orang mengalaminya tanpa efek kesehatan yang merugikan. Dalam kasus yang jarang terjadi, déjà vu bisa menjadi tanda gangguan neurologis. Individu dengan epilepsi sering mengalami kejang fokal yang terjadi di satu area otak, terkadang di lobus temporal tempat kita menyimpan ingatan. Ini di sebut kejang lobus temporal.

Kejang melibatkan semburan aktivitas listrik yang tidak terkendali yang menyebabkan sel-sel saraf di otak Anda macet. Kejang fokal yang singkat dan fakta bahwa orang biasanya tetap terjaga ketika itu terjadi membuat sulit untuk mengenali apa yang terjadi. Orang mungkin salah mengira seseorang yang mengalami kejang fokal sebagai melamun atau menatap ke kejauhan.

Kejang lobus temporal dapat menghasilkan perasaan déjà vu. Tanda-tanda bahwa Anda mungkin mengalami kejang lobus temporal versus pengalaman déj regular vu biasa meliputi:

  • Perasaan yang tiba-tiba dan tidak dapat di jelaskan, seperti kegembiraan atau kemarahan
  • Masalah mengendalikan otot Anda
  • Kedutan di otot Anda
  • Memiliki sensasi yang melibatkan penglihatan, rasa, penciuman, pendengaran, dan sentuhan
  • Merasa seolah-olah Anda akan mengalami kejang

Kejang lobus temporal memengaruhi kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain. Sebagian besar dari mereka berlangsung dari 30 detik hingga menit. Anda mungkin kehilangan kesadaran akan lingkungan Anda atau menyadari bahwa Anda telah duduk dan menatap ke kejauhan. Orang lain mungkin mengamati Anda memukul bibir atau terus-menerus mengunyah dan menelan selama kejang.

Haruskah  Menemui Dokter?

Anda harus mendapatkan evaluasi dari dokter jika Anda menduga bahwa kejang temporal atau masalah neurologis lainnya dapat menyebabkan perasaan déjà vu Anda. Dapatkan bantuan segera jika Anda:

  • Mengalami kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit
  • Mengalami kesulitan mengendalikan pernapasan Anda setelah kejang
  • Tetap tidak sadar setelah mengalami kejang
  • Mengalami kejang kedua setelah yang pertama
  • Memiliki masalah medis lain seperti diabetes
  • Sedang hamil
  • Menyakiti diri sendiri saat kejang‌

Mintalah saran dari dokter jika ini adalah pertama kalinya Anda mengalami kejang. Kejang temporal yang sedang berlangsung dapat mengecilkan hippocampus, bagian otak yang membantu Anda belajar dan mengontrol memori Anda. Anda juga bisa kehilangan sel-sel otak, yang menyebabkan masalah memori lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *