Sebuah Ingatan yang Berubah Menjadi Trauma

oleh -141 views
ingatan berubah menjadi trauma

ZETIZEN RADAR CIREBON – Banyak orang yang melempar kata trauma dengan begitu enteng, seolah bisa jadi kata ganti dari rasa takut. Padahal, trauma psikologis lebih dalam dari sekedar rasa takut. Perasaan ini bisa muncul saat sense of security atau perasaan aman dalam melakukan sesuatu, hilang. Membuat orang tersebut merasa tidak ada lagi yang bisa menolongnya di dunia ini. (herdi)

Trauma psikologis bisa membuat Anda sulit menjalani kegiatan sehari-hari. Perasaan ini akan membuat Anda berkutat dengan rasa sedih, ingatan buruk dan kecemasan yang berlarut-larut. Selain itu, memiliki suatu trauma juga bisa membuat Anda merasa kehilangan kepercayaan terhadap orang lain, termasuk kerabat terdekat.

Dalam hidup, kita pastinya punya banyak pengalaman hidup atau peristiwa. Tapi hanya sebagian yang mungkin kita ingat sebagai pengalaman “berkesan” entah itu yang menyenangkan membahagiakan atau malah menyakitkan. Nah! Pengalaman yang berkesan ini biasanya punya umur “ingatan emosional” atau kalau saat kit ingat, bukan Cuma kejadiannya saja yang muncul tapi juga emosi yang menyertainya juga.

Sebagai Contoh

Pengalaman pertama kali jatuh cinta, pertama kali di tolak, gaji pertama, kecelakaan yang pernah di alami, kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup. Emotional memory ini jugalah yang kadang menjadi alasan kita nggak bisa gampang move on dari lawan jenis. Karena manis yang mungkin menyertai.

Berawal Dari Ingatan Masa Lalu

Lalu bagaimana sebuah ingatan tersebut bisa berubah menjadi trauma ? Secara alami kita ingin melindungi diri dari kejadian atau ingatan yang buruk tersebut. Akhirnya di bangunlah sebuah tembok besar di dalam pikiran yang seringkali di sebut sebagai “mental block”.

Akhirnya tembok inilah yang membatasi kita untuk tidak bertindak lebih jauh, takut mengambil keputusan, takut mencoba, dan mashi banyak lagi lainnya.

Trauma yang tidak di selesaikan dan terus di tekan bisa berubah menjadi sebuah kepercayaan (belief) yang salah maupun sebuah ketakutan yang tidak masuk akal (fobia). Jika di jelaskan secara biologis, maka bagian otak kita yang merespon ketakutan(amigdala) menjadi lebih sensitive terhadap beberapa stimulus yang padahal biasa saja.

Kita bisa sensitive terhadap pesawat terbang, anjing, balon, badut, dan objek lainnya yang bagi orang lain bukan sumber ketakutan.

Tanda dan Gejala Trauma Secara Emosional

Gejala emosi yang yang sering muncul pada orang yang mengalami trauma antara lain:

  • Denial atau tidak bisa menerima kenyataan
  • Marah
  • Sedih
  • Emosi yang meluap-luap
  • Merasa malu
  • Menganggap dirinya bersalah akan apa yang terjadi
  • Menarik diri dari pergaulan

Biasanya, emosi yang membuncah ini akan dilampiaskan ke orang-orang di sekitarnya, seperti saudara dan teman-teman. Inilah alasannya, kesulitan yang timbul akibat trauma psikologis tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Karena ketika mereka ingin membantu, orang tersebut justru mendorong mereka keluar dan lebih jauh dari lingkaran permasalahan.

Tanda dan gejala trauma secara fisik

Secara fisik, trauma psikologis juga bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Pucat
  • Lemas
  • Tubuh terasa lelah
  • Sulit konsenterasi
  • Jantung berdegub kencang
  • Nyeri dan sakit di badan tanpa sebab yang jelas
  • Otot yang tegang
  • Sulit tidur atau sering mengalami mimpi buruk

Gejala fisik yang timbul pada orang yang mengalami trauma tidak boleh diremehkan. Sebab, meski penyebabnya tidak jelas dan berhubungan dengan kondisi psikis, tapi mereka benar-benar kesakitan dan perlu penanganan medis.

Cara menyembuhkan trauma psikologis

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kehidupan setelah mengalami pengalaman yang traumatis.

  • Memahami bahwa gejala trauma yang dialami adalah hal yang normal, terutama sesaat setelah peristiwa tersebut terjadi.
  • Cobalah untuk tetap menjalani kegiatan Anda sehari-hari.
  • Namun, apabila menghadapi suatu permasalahan, selesaikan dengan perlahan agar tidak menambah stres dalam pikiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.