Trauma dan Fobia! Penyebab Serta Penanganannya

oleh -202 views
trauma dan fobia

ZETIZEN RADAR CIREBON – Perlu di ketahui kalau trauma dan fobia bukanlah suatu hal yang sama, meskipun mereka di kategorikan dalam hal yang sama yang membuat pengidapnya takut akan suatu hal. Tapi definisinya berbeda. Karena itu penyebab dan cara menanganinya juga berbeda. Berikut adalah penjelasan penyebab dan cara mengatasi trauma dan fobia.

Baca Juga : Mirip Tapi Tak Sama! Ini Perbedaan Trauma dan Fobia

Penyebab Trauma dan Fobia

Trauma

Penyebab orang bisa mengalami trauma yaitu pernah mengalami suatu hal yang buruk dan sangat berdampak di psikologisnya. Contoh kejadiannya seperti kecelakaan, bencana alam, dan mungkin bisa saja pernah mengalami serangan teroris. Kejadian nya mungkin hanya sekali dalam seumur hidupnya tapi karena kejadian itu sampai membuat syok parah.

Alasan lainnya juga bisa di karenakan orang itu mengalami kejadian pahit yang sama berulang ulang. Bukan berarti orang yang mengalami kejadian tak menyenagkan berulang ulang, ia akan terbiasanya dengannya. Tidak! Justru perlu berhati-hati, bisa saja kejadian berulang itu membuat mentalnya syok berat hingga menjadi trauma buatnya.

Fobia

Fobia bisa di sebabkan oleh beragam hal. Berdasarkan jenis ketakutan yang timbul, fobia dapat di bagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Fobia spesifik

Jenis Fobia ini adalah fobia terhadap objek, hewan, situasi, atau aktivitas yang spesifik. Fobia ini biasanya muncul pada masa anak-anak atau remaja. Contoh fobia spesifik adalah fobia ruang tertutup (claustrophobia), fobia ketinggian, fobia pergi ke dokter gigi, fobia laba-laba (arachnophobia), atau fobia darah. Terkadang, beberapa orang juga memiliki fobia yang cukup unik, misalnya fobia hamil (tokophobia) dan fobia gelap.

Fobia kompleks

Jenis Fobia ini biasanya berkembang pada masa dewasa. Fobia jenis ini sering di hubungkan dengan ketakutan dan kecemasan pada suatu situasi atau kondisi. Fobia ini di bagi menjadi 2 jenis, yaitu

  • Agoraphobia, yaitu rasa takut berada di suatu tempat atau situasi yang membuat penderita sulit kabur, atau pada situasi tertentu yang akan menyulitkan penderitanya mendapatkan pertolongan.
  • Fobia sosial, yaitu rasa takut yang muncul dalam situasi sosial tertentu. Contohnya, penderita sangat takut berbicara di depan orang banyak, sehingga tidak dapat berbicara di tempat umum.

Cara Mengatasi Trauma

1. Terapi

Salah satu cara yang bisa Anda tempuh adalah dengan menjalani psikoterapi atau terapi psikologi. Cara ini di anggap salah satu yang paling efektif, khususnya jika sudah tidak bisa mengatasi kondisi ini secara mandiri atau dengan bantuan orang terdekat. Contohnya adalah CBT

  • Cognitive behavioral therapy. Cognitive behavioral therapy (CBT) adalah jenis psikoterapi yang bisa Anda jalani. Pada terapi ini, Anda akan di bantu untuk menerima dan mengevaluasi pikiran dan perasaan terhadap kejadian traumatis yang pernah terjadi.

2. Tindakan mandiri di rumah

Sebagai hal yang wajar setelah mengalami kejadian traumatis, trauma sebenarnya bisa hilang tanpa bantuan ahli medis. Namun, harus ada kemauan dari diri sendiri untuk terlepas dari trauma yang di alami. Untuk mengatasi trauma tanpa bantuan ahli medis, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, misalnya:

  • Tidur cukup dan konsumsi makanan bernutrisi. Saat mengalami trauma, Anda mungkin menjadi malas makan, tidak bisa tidur, dan hanya ingin diam sendiri di dalam kamar sambil bersembunyi di balik selimut. Sayangnya, itu bukan cara yang tepat untuk mengatasi trauma.
  • Rutin berolahraga. Bagi para pria mungkin cara ini sering di gunakan saat sedang merasa stress, depresi, sakit hati, bahkan trauma. Rutin erolahraga dapat memproduksi    hormone endorfin lebih banyak untuk meningkatkan suasana hati.

Fobia

Untuk mengatasi fobia, biasanya dokter akan menggunakan obat-obatan dan psikoterapi. Psikoterapi bisa berupa terapi eksposur untuk mengubah sudut pandang terhadap subjek atau situasi menakutkan dan cognitive behavioral therapy (CBT) yang menggabungkan terapi eksposur dengan terapi lain. CBT lebih di tekankan pada cara mengendalikan pikiran dan perasaan. Selain itu, pengobatan fobia juga bisa melalui pemberian obat-obatan yang di harapkan mampu mengurangi gejalanya.

Selain terapi CBT, ada juga cara lain yang bisa di lakukan sendiri untuk mengatasi fobia. Yaitu :

  • perubahan gaya hidup, seperti tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengurangi atau menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein.
  • Relaksasi, seperti melakukan teknik pernapasan untuk membantu pasien lebih rileks saat berhadapan dengan pemicu fobia.
  • Visualisasi, untuk membantu pasien mengatasi fobia yang di derita dengan membayangkan hal-hal positif saat menghadapi situasi dan benda yang memicu fobia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.