7 Alasan Kenapa Orang Memutuskan Untuk Bunuh Diri

oleh -106 views
alasan bunuh diri

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sulit membayangkan apa yang menyebabkan seorang teman, anggota keluarga, atau selebritas melakukan bunuh diri. Mungkin tidak ada tanda peringatan yang jelas, dan Anda mungkin bertanya-tanya petunjuk apa yang mungkin Anda lewatkan. Seringkali, banyak faktor bergabung untuk mengarahkan seseorang pada keputusan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Dan berikut adalaha beberapa factor tersebut. (herdi)

1. Penyakit kejiwaan

Kebanyakan orang membuat keputusan untuk mencoba bunuh diri sesaat sebelum melakukannya secara impulsif daripada merencanakannya secara ekstensif.

Meskipun ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk bunuh diri, yang paling umum adalah depresi berat. Depresi dapat membuat orang merasakan sakit emosional yang hebat dan kehilangan harapan, membuat mereka tidak dapat melihat cara lain untuk menghilangkan rasa sakit itu selain mengakhirinya. kehidupan mereka sendiri.

Penyakit mental lain yang dapat meningkatkan risiko bunuh diri meliputi:

2. Stres Traumatis

Seseorang yang memiliki pengalaman traumatis, termasuk pelecehan seksual masa kanak-kanak, pemerkosaan, kekerasan fisik, atau trauma perang, memiliki risiko lebih besar untuk bunuh diri, bahkan bertahun-tahun setelah trauma.

3. Penggunaan Zat dan Impulsif

Narkoba dan alkohol juga dapat memengaruhi seseorang yang merasa ingin bunuh diri, membuat mereka lebih impulsif dan cenderung bertindak berdasarkan dorongan mereka daripada saat mereka sadar. Penggunaan zat dan alkohol dapat berkontribusi pada alasan lain orang melakukan bunuh diri, seperti kehilangan pekerjaan dan hubungan.

Tingkat penggunaan zat dan gangguan penggunaan alkohol juga lebih tinggi di antara orang-orang dengan depresi dan gangguan psikologis lainnya. Gabungkan ini dan risikonya meningkat.

4. Kehilangan atau Takut Kehilangan

Seseorang mungkin memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri ketika menghadapi kehilangan atau ketakutan akan kehilangan. Situasi ini dapat mencakup:

  • Kegagalan akademik
  • Ditangkap atau dipenjara
  • Bullying, mempermalukan, atau penghinaan, termasuk cyberbullying
  • Masalah keuangan
  • Akhir dari persahabatan dekat atau hubungan romantis

5. Keputusasaan

Keputusasaan, baik dalam jangka pendek atau sebagai sifat yang bertahan lebih lama, telah ditemukan dalam banyak penelitian untuk berkontribusi pada keputusan untuk bunuh diri. Orang tersebut mungkin menghadapi tantangan sosial atau fisik dan mungkin tidak melihat cara untuk memperbaiki situasi.

sementara mungkin tampak jelas bagi pengamat luar bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih baik, orang-orang dengan depresi mungkin tidak dapat melihat ini karena pesimisme dan keputusasaan yang menyertai penyakit ini.

6. Menangis untuk Bantuan

Kadang-kadang orang mencoba bunuh diri bukan karena mereka benar-benar ingin mati, tetapi karena mereka tidak tahu bagaimana mendapatkan bantuan. Upaya bunuh diri bukanlah tangisan untuk perhatian tetapi seruan minta tolong. Ini menjadi cara untuk menunjukkan kepada dunia betapa mereka terluka.

Sayangnya, teriakan minta tolong ini terkadang terbukti berakibat fatal jika orang tersebut salah menilai tingkat kematian dari metode yang mereka pilih. Orang yang melakukan percobaan gagal juga memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mencoba lagi, dan percobaan kedua mereka jauh lebih mungkin mematikan.

7. Isolasi sosial

Seseorang dapat menjadi terisolasi secara sosial karena berbagai alasan, termasuk kehilangan teman atau pasangan, mengalami perpisahan atau perceraian, penyakit fisik atau mental, kecemasan sosial, pensiun, atau karena pindah ke lokasi baru. Isolasi sosial juga dapat disebabkan oleh faktor internal seperti harga diri yang rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.