Alur Cerita Strangers From Hell Episode 5

oleh -148 views
strangers from hell

Alur Cerita Strangers From Hell Episode 5

Alur Cerita Strangers From Hell Episode 5 – Jung-woo jatuh pingsan namun segera dia kembali tersadar ketika tasnya jatuh ke wajahnya setelah gantungan tas tidak kuat. Moon-zo yang mengintip tertawa lalu keluar dari kamarnya membisikkan sesuatu kepada Deuk-jong 2. (Dheva)

Flash back, saat Deuk-jong 2 dan Moon-zo melihat dari atap saat Jong-woo pergi. Dia berfikir untuk menghabisi Jong-woo namun Moon-zo mengatakan kepada Deuk-jong 1 untuk tidak melihat orang dari
covernya. 

Jung-woo menghidupkan laptopnya dan menyadari bahwa ada seseorang telah masuk menggunakan laptopnya. Ini membuat Jong-woo marah dia menemui Mrs. Books-oon untuk memeriksa CCTV. Dalam CCTV dia mendapati Nam-bok berdiri depan kamarnya lalu setelah itu CCTV
rusak. Segera Jung-woo pergi ke kamar Nam-bok.

Jung-woo marah besar menarik kerah Nam-bok memintanya untuk mengaku.  Di saat itu semua penghuni kamar yang menakutkan keluar. Jung-woo merasa takut melihat senyum mereka dan menyadari mengapa si preman An Hee-joong dulu begitu ketakutan dengan situasi sama seperti dia alami.

Jong-woo segera masuk ke kamarnya untuk menenangkan diri. Segera Moon-zo meminta Jong-woo untuk berbicara.  Jong-woo mengikuti Moon-zo menuju lantai tas. Namun saat berada di lantai 4 dia menyadari bahwa dia mendengar suara.

Moon-zo mengatakan mungkin itu suara kucing sebab dulunya wanita pemilik kucing menjadi korban kebakaran dan kucing itu pasti masih berkeliaran. Suara itu sebenarnya dari si peramal yang masih hidup dalam kondisi terikat di kursi.

Sampai lantai 4, Moon-zo mempertanyakan mengapa dia begitu marah.  Jong-woo menceritakan bahwa seseorang ada yang masuk dan membuka laptopnya sebab dia telah menyiapkan debu di laptopnya. Jika seseorang membukanya debu itu akan tersingkir.

Jong-woo menganggap Nam-bok telah berdiri di depan pintunya setelah menangkap CCTV. Moon-zo lalu mengatakan bahwa Jong-woo pasti merasa tidak cocok di tempat tersebut dan merasa berbeda, namun juga takut dan khawatir jika seperti mereka serta khwatir tinggal di sini. 

Moon-zo meminta Jong-woo untuk tidak cemas. Di saat itu dia menerima telepon dari ibunya dia menuruni tangga. Ibunya meminta uang sebab saudaraya di rawat di UGD dan ibunya tidak ada uang.  

Di kamar Jong-woo berfikir sepertinya Moon-zo nampak marah. Jong-woo tidur dan dia kembali mimpi buruk. Pagi harinya dia bertemu dengan Polisi Jung-hwa yang menegurnya. Jung-hwa merasa Jong-woo nampak terlihat pucat.

Jong-woo memberikan catatan milik dari pemilik kamar sebelumnya. Dia juga menjelaskan bahwa dia telah mendengar suara semacam benturan di lantai 4. Gun-woo lalu meninggalkan Jung-hwa dengan agak ketakutan setelah melihat Mrs. Bok-soon mengamatinya dari jauh. 

Mrs. Bok-soon memberi tahu Moon-zo bahwa Jong-woo sering menemui polwan. Moon-zo mengatakan bahwa dia akan mengurus Jong-woo. Mrs. Bok-son kedatangan pemuda calon penghuni baru dia berusaha melihat-lihat dulu apartemennya.

Setelah itu  Mrs. Bok-soon menemui seorang ibu tua dengan memberikannya minuman yang membuat ibu tua tersebut tidak sadarkan diri dan kemudian Mrs. Bok-soon mencari berkas.  Di kantor, Yoo-chol datang berkunjung. Di saat itu Jong-woo sendirian di kantor.

Yoo-chol meminta untuk mengambilkannya gunti kuku di meja Byeong-min. Dia melihat foto Yoo-jung di simpannya. Selanjutnya Yoo-chol memintanya untuk membuatnya air dan makanan.

Yoo-chol bertanya kepada Jong-woo apa yang sedang di tulisnya dan Jong-woo mengatakan criminal.  Yoong-chol yang menyadari Jong-woo tinggal di kontrakan dan memintanya untuk membayangkan ada pembunuh berantai tinggal di sana dan terdapat mayat di sana.

Jong-woo lalu berbicara bahwa penghuni di sana tidak tampak tertekan melainkan menikmatinya. Ini mengejutkan Yoong-cheol. Segera karyawan lain tiba dan Byeong-min menyadari Jong-woo telah membuka lacinya.

Jong-woo mengatakan dia di minta oleh Yoo-cheol mengambil gunti kuku. Jong-woo lalu berkata “bolehkah aku melanjutkan pekerjaanku?” dengan penuh emosi.

Polisi Jung-hwa menuju apartemen Eden. Dia memeriksa apartemen di lantai 4 di saat itu Nam-bok sedang mengancam dengan pisau ke leher si peramal. Jung-hwa terus mencari sementara Nam-bok mengikuti Jung-hwa. Namun Jung-hwa segera keluar di mana Jung-hwa tidak menyadari Nam-bok ada di sana dan mengikutinya.  

Sementara Si peramal berusaha untuk kabur dan Nam-bok berupaya mencari si peramal. Ketika Si peramal berhasil keluar, di depan apartemen dia bertemu dengan Moon-zo sehingga Moon-zo membawa dia kembali masuk ke apartemen. Si peramal kembali di tahan. Para penghuni menghakimi si peramal di mana Mrs. Bok-soon memaksa Si peramal meminum ramuan buatannya yang akan membuatnya mati.  

Sementara itu, usai makan di kedai bersama teman kantor, Jong-woo melihat seorang Ibu tua menjual bunga. Jong-woo membelinya sebab dia teringat dengan ibunya.

Jong-woo lalu memberikan bunga tersebut kepada Yoo-jung yang membuat Yoo-jung merasa senang.  Flash back Jong-woo menghampiri ibunya yang berdagang di pasar dan dia mengabari bahwa dia mendapat pekerjaan dari temannya (Jae-ho).  

Waktu sekarang, Jae-ho mengatakan kepada Jong-woo bagaimana dengan Yoo-jung yang menyukainya namun Jong-woo mengatakan dai sudah punya Ji-eun. Jong-woo meminta kepada Jae-ho agar dia dapat tinggal di kediamannya selama seminggu. Ketika Jong-woo ingin menjelaksan alasannya segera dia karyawan lain menghampirinya sehingga dia berhenti berbicara.  

Saat berbicara dengan Yoo-jung, Yoo-jung merasa senang ada Jong-woo bersama mereka. Segera ini membuat Byeong-min cemburu menabrakkan badannya ke tubuh Jong-woo dari belakang.

Di saat itu, Jong-woo mendapati pesan “Tidakkah kamu ingin membunuhnya?” Ini membuat Jong-woo merasa di ikuti dan mencari keberadaan orang tersebut. Dia merasa Moon-zo mengikutinya. Dia pun berusaha mencari keberadaannya namun dia terkejut ketika di kejutkan oleh orang lain yang melintas di gang.  

Jong-woo bergabung bersama rekan kerjanya dan dia mabuk berat. Rekan lainnya meninggalkannya kecuali Byeong-min. Jong-woo meminta Byeong-min untuk berhenti bersikap mesum di kantor dan ini membuat Byeong-min marah.

Tiba-tiba Yoo-jung kembali meminta mereka berhenti memberi tahu mereka bahwa Jae-ho sedang berkelahi dengan pengunjung lain. Segera Jung-woo yang mabuk berat berusaha untuk melawan si pegunjung tersebut namun di relai oleh mereka.   

Jong-woo yang mabuk berat segera di masukkan ke dalam taksi. Jong-woo yang mabuk mengatakan kepada supir taksi bahwa dia tidak ingin pulang sehingga Sopir membawanya ke kantor polisi. Si sopir mengatakan kepada polisi Jung-hwa bahwa dia tidak mau di bawa ke apartemennya. Jong-woo yang tidur di sopa menjatuhkan handphone miliknya.  

Jae-ho meminta untuk bertemu dengan Ji-eun di apartemennya namun Ji-eun menolak dia ingin menemui Jong-woo di apartemennya setelah dia mengetahui Jong-woo mabuk berat. Jong-woo bangun dan Jung-hwa bertanya mengapa dia tidak balik.

Jong-woo dia takut terhadap penghuni apartemen. Sementara itu Ji-eun tiba di apartemen eden bertemu dengan Moon-zo. Jong-woo melihat handphonenya dimana dia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Ji-eun.  

Lihat juga : Mengungkap Pembunuhan Berantai Hwaseong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.