Alur Cerita Strangers From Hell Episode 6

oleh -175 views
strangers from hell

Alur Cerita Strangers From Hell Episode 6

Alur Cerita Strangers From Hell Episode 6 – Ji-eun berbicara dengan
Moon-zo bahwa dia ingin bertemu dengan Jong-woo. Ia mengatakan kepada Ji-eun bahwa Jong-woo pernah bercerita bahwa Ji-eun cantik. Moon-zo mengajaknya untuk masuk ke apartemen. Ji-Eun masuk ke dalam dan dia memegang pinggiran anak tangga yang membuatnya tangannya kotor. Segera dia bertemu dengan Mrs. Bok-soon yang membawanya masuk ke dalam. (Dheva)

Sementara itu Jong-woo bersama dengan Jung-ha dan polisi lain tiba di apartemen Eden dan dia merasa khawatir dengan kondisi Ji-eun yang sulit dia hubungi. Jong-woo legah setelah dia bertemu Ji-eun dalam kondisi baik-baik saja. Di mana Ji-eun sedang bersama dengan Nam-bok dan Deuk-jong yang sedang bermain. Mrs. Bok-soon terkejut dengan kedatangan polisi. Jung-hwa lalu mengatakan bahwa ada kesalahpahaman.

Jong-woo membawa Ji-eun keluar dari apartemen Eden. Jong-woo mengatakan bahwa penghuni Eden berbahaya namun Ji-eun justru menganggap mereka biasa saja. Jie-eun kemudian dia di antar pulang
oleh Jung-hwa setelah dia menolak ajakan Jong-woo. Moon-zo membaca buku “metamorphosis” di sana dia mendapati foto Ji-eun dan Jong-woo.

Jong-woo meminum vitamin yang di berikan oleh Mrs. Bok-soon sehingga membuatnya merasa pusing dan menyadari bahwa Mrs. Bok-soon telah memberikan campuran terhadap minumannya tersebut sehingga dia jatuh pingsan di kamarnya. Mrs. Bok-soon menemui Moon-zo. Mrs. Bok-soon menghampiri Moon-zo bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri Jong-woo. Moon-zo berdiri mengelus Mrs. Bok-soon memintanya untuk tenang dan dia akan menghabisi semuanya.

Jong-woo bermimpi Ji-eun bersama dengan penghuni lainnya. Ketika Ji-eun menengok, dia nangis darah. Jong-woo pun terbangun dari tidurnya. Dia masih merasa sedikit pusing pergi ke
dapur untuk minum. Di sana dia bertemu dengan Nam-bok. Nam-bok mengatakan “jujur saja. Mintalah aku membunuhmu. Aku akan membunuhmu dalam sekejap”. Ini membuat Jong-woo marah dan dia menantangnya dengan mengatakan “ bunuh aku jika kau bisa”.

Nam-bok segera pergi dan berteriak dengan menyebutnya gila. Segera Deuk-jong 1 keluar dia merasa tersinggung segera marah dan ingin menyerang Jong-woo. Namun Deuk-jong 2 menahannya dan mengambil gantungan baju dari tangan Deuk-jong 1 berusaha untuk menyerang Jong-woo. Namun saat itu Moon-zo hadir dan Deuk-jong 2 berhenti.

Moon-zo meminta untuk berbicara dengan Jong-woo namun saat itu Deuk-jong 2 menganggap Moon-zo bertingkah aneh dan Deuk-jong 2 menginginkan untuk mengakhiri sekarang. Moon-zo menjadi marah menghampiri Deuk-jon 2 dengan mengatakan “Aku sudah tersenyum dan bicara baik-baik. Pikirmu aku lucu? Apa? Mau melawanku?” Deuk-jong 1 meminta Deuk-jong 2 untuk meminta maaf. Segera Deuk-jong 2 pergi dari hadapan Moon-zo.

Moon-zo berbicara dengan Jong-woo di atap. Moon-zo menjelaskan mungkin mereka marah karena semalem Jong-woo mabuk dan mengumpat di lorong dan mengetuk semua pintu kamar. Jong-woo tidak mempercayainya sehingga Moon-zo meminta Jong-woo untuk memeriksa CCTV.  Jong-woo menemui Mrs. Bok-soon memeriksa CCTV.

Di dalam video CCTV, Jong-woo dalam delusi menghampiri Nam-bok dengan mengatakan dia mesum. Sementara itu Deuk-jong 1 keluar karena merasa terganggu karena berisik. Jong-woo segera menghampiri Deuk-jong 1. Deuk-jong 1 lari ke kamarnya. Jong-woo menghampirinya dengan mengatakan “sinting”. Dia kembali ke Nam-bok di saat itu Moon-zo keluar dari kamarnya. Jong-woo berbicara dengan Moon-zo dengan mengatakan “Tahu tidak, kamulah yang paling seram” sambil menunjuk ke wajah Moon-zo.

Malam hari, Jae-ho bertemu denga Ji-eun. Ji-eun mengatakan bahwa Jong-woo nampak kesulitan beradaptasi di Seoul. Jae-ho juga sepemikiran dengan Ji-eun dan menjelaskan bahwa Jong-woo juga membuat onar di restaurant dan memiliki masalah dengan seniornya di tempat kerja. Jae-ho mengajak Ji-eun bertemu di hari minggu. 

Jong-woo menyadari bahwa Nam-bok kembali membuka pintunya. Jong-woo memperhatikan Nam-bok sedang menggunting gambar wantia seksi. Dia lalu melihat di kaki Nam-bok semacam alat mungkin seperti menaikkan hasratnya. Sementara itu di kediaman So Jung-hwa, dia terus menyaksikan video masa kecil Deuk-jong bersaudara. Dia masih bingung misteri orang hilang.  

Ayah Jung-hwa menghampiri Jung-hwa yang nampak serius. Jung-hwa bertanya pendapat ayahnya misteri orang hilang dan apartemen Eden Ayahnya mengatakan kepada Jung-hwa bahwa mereka pasti bekerja secara kelompok sehingga terorganisir dengan baik dan orang terkuat dalang dari itu semua. Jung-hwa kemudian meminta ayahnya bersiap untuk pergi ke nonton.  

Jong-woo sibuk mencari kontrakan baru. Dia terus menulusuri tempat-tempat kontrakan namun tidak ada yang murah. Sementara itu saat Jung-hwa berada di lokasi alat make-up dia merasa telah melihat Moon-zo dokter giginya dari kejauhan namun ketika dilihat lagi Moon-zo menghilang. Dia pun memberi tahu ayahnya mengenai hal ini.  

Di taman Jong-woo terus memikirkan uang sewa kontrakan dan saat itu pasangan sedang memaduh kasih. Ketika dia meliaht Jong-woo, mereka pergi sebab merasa ketakutan dengan tatapan dari Jong-woo.

Di saat itu Jong-woo merasa meliaht Moon-zoo namun dia kembali menghilang. Kejadian ini rupanya dilihat oleh Jung-hwa yang memperhatikan Jong-woo nampak aneh. Ayah Jung-hwa meminta Jung hwa untuk segera pergi sebab dia merasa lapar.  

Tidak lama, Jong-woo kedatangan Ji-eun. Jong-woo menjelaskan kepada Ji-eun bahwa dia telah diikuti oleh salah satu penghuni kontrakannya. Ji-eun mulai gelisah melihat tingkah Jong-woo sehingga membuatnya marah.

Ini menjadi perdebatan diantara mereka. Ji-eun pun memutuskan untuk pergi. Jong-woo yang merasa mulai dihantui, dia pergi ke supermarket membeli pisau. Sampai di apartemen, dia memegang pisau hingga ke kamarnya.

Ketika berada di kamarnya, penghuni baru mengetuk pintu Jong-woo untuk meminjam cash-an handphone. Dimana dibalik pintu, Jong-woo memegang pisau. Jong-woo menutup pintunya dan kemudian membuka kembali memberikan pinjaman cash-an kepada pria tersebut.

Ketika pria ini masuk ke kamarnya, ternyata pria ini nampak aneh, dimana dia mengecas handphonenya dan cash-an milik Jong-woo diletakkan di atas meja.  

Di lantai 4, Deuk-jong 2 yang merasa kesal diejek oleh Nam-bok yang menganggapnya takut dengan Jong-woo. Ini membuat Deuk-jong 2 kesal dan dia ingin membuktikannya bahwa dia akan membunuhnya.

Sementara itu Jong-woo mendengar suara di lantai 4, bergegas kesana untuk mencari tahu dengan membawa pisau. Ketika Deuk-jong 2 ingin menunjukkan bahwa dia akan membunuh Jong-woo, ternyata Deuk-jong 2 dibunuh oleh Moon-zo.  

Jung-woo kembali setelah menerima telepon dari ibunya. Sementara Moon-zo memperingatkan Deuk-jong 1 yang merasa sedih dan Nam-bok untuk menuruti perintahya dan jika ada yang mengurusih tugasnya dia tidak segan membunuh mereka. Tidak lama Mrs. Bok-son datang dan melihat ini.  

Ibu Jung-woo mengatakan kepada Jung-woo bahwa dia bermimpi dan berfirasat tidak enak. Ibunya meminta Jung-woo untuk waspada terhadap orang lain sebab manusia itu makhluk yang paling mengerikan.

Jong-woo meminta ibunya untuk tidak mengkhawatirkannya. Ketika Jong-woo berada di kamar dia mengalami delusi dan berjalan keluar dari kamarnya dan melihat seseorang mirip dengannya yang tersenyum kepadanya di kamar penuh dengan bercak darah. 

Lihat juga : Mengungkap Pembunuhan Berantai Hwaseong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.