Alur Singkat Move To Heaven Episode 6

oleh -69 views
Move to heaven

Alur Singkat Move To Heaven Episode 6

Alur Singkat Move To Heaven Episode 6 – Seorang lelaki tua yang bernama In-Su bekerja sebagai petugas kebersihan, mengangkat kotak dan juga tas yang berat. Tetapi dia tertabrak mobil ketika bergerak dan itu melukainya dengan parah. Dengan berpakaian, dia lalu mengabaikan nasihat dokter dan kemudian pergi sendiri. (Dheva)

Dia menuju kamar sebelah tempat istrinya kebetulan berada. Lucunya, dia kemudian bertemu dengan Sang-Koo di luar sedang merokok. Dia mendorong pria tersebut untuk mematikan rokok ketika pasangan itu melanjutkan perjalanan mereka.

Dia lalu bahkan menyebut Sang-Koo “tuan” sebagai tanda hormat. Sementara, Na-Moo mengunjungi Pengacara Oh dan kemudian terus mengungkapkan keprihatinan mengenai Sang-Koo, mendiskusikan semua kesengsaraan yang telah dia sebabkan pada Geu-Roo.

Akan tetapi periode tiga bulan masih berlaku alhasil tidak banyak lagi yang bisa dia lakukan. Dia menyebut Na-Moo sebagai “pohon baik” Geu-Roo. Sang-Koo menunjukkan nilainya juga, melimpahkan pujian terhadap Na-Moo kepada ibunya pada saat mereka berpapasan.

Na-Moo pergi sendiri, Sang-Koo dan Geu-Roo bekerja sama dan juga mempersiapkan permintaan lain. Walaupun, Sang-Koo menyebutnya perintah memulai sampai keponakannya mengoreksinya.

Mereka lalu berdua muncul dan juga menemukan catatan yang ditulis pasangan lansia kita, meminta maaf terhadap orang-orang yang “datang untuk membersihkan setelah kami” dan uga membenarkan mereka meninggalkan dunia bersama.

Ternyata itu merupakan permintaan dari tiga hari lalu datang ketika In-Su masih hidup dan juga dia sangat sadar bahwa dia akan mati. Dia lalu ingin melakukannya dengan caranya sendiri bersama dengan istrinya, Mi-Seon. Dia juga pasien jangka panjang di panti jompo.

Sang-Koo yang tidak senang dan juga menyamakannya dengan pembunuhan. Dia pada akhirnya menuju ke luar, yang mengejek gagasan itu dan juga menolak untuk membersihkan. Geu-Roo masuk ke dalam dan membersihkan barang-barangnya, memberi tahu kepada Sang-Koo bahwa dia akan menarik uang dari dia.

Pada akhirnya Sang-Koo yang benar-benar muncul dan juga membantu namun pada saat dia membuka jendela, mendapati pintu tersembunyi yang mengarah menujuke rumah kaca yang indah. Pekerja sosial lalu menantang gagasan Sang-Koo mengenai bunuh diri setelah melihat hal ini, menjelaskan kepadanya bahwa itu tindakan cinta.

Geu-Roo lalu memutuskan tidak membersihkan area ini untuk saat ini, menetap mengunjungi Blok 105 dari blok apartemen seberang jalan. Sampai di sana, Geu-Roo lalu mulai mengetuk pintu yang berbeda, mencari mengembalikan tanaman dari rumah kaca.

Dalam hal ini flash back yang jitu mengenai In-Goo dan waktunya bersama dengan pemilik blok apartemen. Seorang gadis muda yang membantu mengumpulkan dana untuk membelikannya AC, namun dia mengabaikan hadiah tersebut, menyuruh lelaki tua tersebut untuk membelinya sendiri.

Sementara Sang-Koo duduk bersama dengan pekerja sosial, Yoo-Sin, yang membenarkan pasangan itu meminum pil dari rumah sakit. Dia tentu saja jelas salah dan ini hanya diperparah situasinya dengan Soo-Cheol.

Sang-Koo menghadapi promotor klub yang berambut hitam itu dan menjelaskan kepadanya bahwa itu salahnya jika Soo-Cheol meninggal. Dia lalu memohon padanya membawanya kembali apa pun yang terjadi.

In-Su didiagnosis menderita kanker pankreas terminal, memutuskan untuk mengabulkan keinginan istrinya dan pulang bersama. Untuk pemakaman, geng itu menyadari bahwa tidak ada keluarga namun mereka mulai mengumpulkan semua bunga yang berbeda ditempatkan sebagai tanda penghormatan.

Masing-masing mempunyai arti berbeda dan dengan Min-Ji kecil berada di sana juga, mereka pun semua memberi penghormatan.
Sang-Koo menundukkan kepalanya juga, pada akhirnya mengumpulkan karangan bunga dari pemakaman di sebelah di gunakan untuk In-Su.

Faktanya, di tambah dengan kartu nama lama tahun 1981, ni sudah cukup untuk Geu-Roo pergi ke aula pemakaman untuk di bagikan kepada orang yang berbeda. Sebagian besar banyak tidak mengenali siapa In-Su namun ketika Ketua menunjukkan, dia tentunya pasti melakukannya.

Dengan tongkat, dia ke kamar sebelah dan melihat bunga-bunga di tata. Dia lalu menyalakan dupa, yang menandakan jalan untuk semua pekerja lain ini untuk bergabung dan juga membungkuk. Hal itu pertanda indah dan juga yang melihat pekerja sosial kita yaitu Yoo-Rim, semakin dekat dengan Sang-Koo.

Geu-Roo kemudian memperhatikan ini juga dan usai memberikan kartu, memberi Sang-Koo tanaman dari rumah kaca Kim untuk dijaga. Hal ini dari Yoo-Rim dan juga memiliki arti yang signifikan.

Di malam itu, Sang-Koo yang menerima telepon dari Soo-Jin yang terisak-isak, yang mengklaim Soo-Cheol dalam keadaan kritis. Dengan melawan air mata, Sang-Koo yang keluar rumah dan juga menuju rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.