Alur Singkat Move To Heaven Episode 9

oleh -110 views
Move to heaven

Alur Singkat Move To Heaven Episode 9

Alur Singkat Move To Heaven Episode 9 – Di mulai beberapa video rumahan, membuka jalan menampilkan Seong-Min yang berusia 29 tahun. Dia di besarkan di AS, namun kesulitan menyesuaikan diri dan pada akhirnya di tangkap. Dia pun akhirnya kembali ke Korea, berusaha untuk menemukan Ibu kandungnya. (Dheva)

Pencarian ini pun tidak membuahkan hasil, dan juga diperparah ketidakmampuannya berbicara bahasa Korea yang kompeten. Dia juga mempunyai masalah jantung dan pada akhirnya mendapati dirinya yang tertidur untuk terakhir kalinya di antara lautan sampah dan juga mimpi yang hancur.

Sementara, Sang-Koo mulai mencuci van Move to Heaven bersama dengan Na-Moo. Ketika mereka berbicara, Sang-Koo lalu merasakan dia menyukai Geu-Roo. Ternyata tanggal tersebut sudah ada sejak dia berusia 6 tahun.

Bagaimanapun, pasangan tersebut pun segera disela panggilan lain yang masuk. Ini untuk Seong-Min, yang dikenal sebagai Matthew. Ternyata dia meninggal sebab kondisi genetiknya. Dia lalu meninggal di Chrisann Motel, yang akan dibersihkan pasangan itu.

Adegannya suram, dengan sampah berserakan di lantai dan juga noda darah di tempat tidur. Ketika mereka membersihkan, Geu-Roo lalu menemukan kalung untuk A-Ji, anjing Matthew.

Ketika Geu-Roo yang bergegas untuk menyelidiki lebih lanjut, Sang-Koo lalu menekan pekerja sosial yang bertanggung jawab terhadap kasus Matthew. Ibunya lalu memiliki “masalah” melihatnya dan juga ini pada dasarnya berasal dari pembubaran adopsi.

Kondisi jantungnya yang mengakibatkan dia mengirim Matthew menuju ke AS selama 30 tahun. Sekembalinya, dia merasa tetap bersikukuh bahwa dia tidak ingin melihat dia. Hal ini juga berarti dia tidak akan menerima barang milik Seong-Min. Sama seperti sebelumnya terhadap catatan, Geu-Roo yang menyatukan semua halaman buku, merekatkan kembali.

Otak jenius yang di miliki Geu-Roo membolak-balik halaman dan juga berhenti pada gambar Eun-Jeong, ibu kandung dari Seong-Min. Geu-Roo dan Sang-Koo lalu melacaknya dan juga menghadapi wanita itu mengenai meninggalnya Matthew.

Meskipun dia pada awalnya menolak percaya bahwa dia anaknya, segera menjadi jelas itu dia, secara tidak langsung. Ternyata dia selama ini membantu membesarkan Matthew di panti asuhan.

Matthew anak terakhir yang mereka miliki di rumah tersebut dan juga Seong-Min yakin bahwa dia merupakan ibunya selama ini. Tidak memahami bahasa Korea sepenuhnya, dan juga masih belajar, dia melihat gambar-gambar tersebut dan yakin bahwa mereka saling terkait.

Dengan bahasa Korea terpatah-patah, Matthew muncul di penandatanganan buku dan juga pada akhirnya berubah pikiran sebab memberi tahu namanya Seong-Min. Dia lalu memilih nama Amerikanya sebagai gantinya.

Pertemuan ini yang mendorongnya minum dan merobek halaman-halamannya sejak awal. Ini juga yang terjadi usai di beri tahu bahwa ibunya tidak ingin melihat dia. Sang-Koo lalu berbicara mengenai kekecewaan dan juga penyesalan, menggunakan pengalamannya sendiri sebagai cara menyalurkannya melalui kesengsaraan Eun-Jeong.

Usai itu, mereka ke pusat medis Hewan tempat Ah-Ji berada. Kerahnya di tempatkan kembali pada lehernya lagi. Pasangan tersebut pada akhirnya kembali menuju ke jalan namun laporan berita berhenti menampilkan Eun-Jeong.

Dia lalu menyampaikan siaran penuh semangat yang di tujukan kepada seluruh Korea tentang proses adopsi luar negeri yang cacat. Dia lalu memberi penekanan khusus mengenai bagaimana bayi seperti Matthew / Seong-Min yang terjebak di tengah semua ini.

Geu-Roo yang pintar dan juga mengungkapkan dia juga anak seperti itu. Kembali menuju ke rumah, Sang-Koo lalu menerima telepon dari Nyonya yang mengkonfirmasi pertarungannya pada pukul 11 ​​malam.

Sang-Koo lalu menuntut dokumennya di simpan dengan aman dan juga bersumpah mengejarnya jika tidak. Di pagi hari, Geu-Roo lalu terbangun dan juga menemukan Sang-Koo memasak sarapan, sama seperti di lakukan Jeong-Uh di hari kematiannya.

Geu-Roo yang segera curiga Pamannya akan meninggal dan juga menjadi khawatir dia sakit parah. Faktanya, dia pun bahkan menukar piring seperti episode pertama tersebut. Sang-Koo yang melirik keponakannya terakhir kalinya sebelum mengambil barang-barangnya dan juga pergi.

Ternyata itu piring lain di meja tersebut sebenarnya untuk Na-Moo. Ketika dia berbalik dan juga berjalan pergi, Sang-Kan lalu mengklaim dia tidak mempunyai rumah untuk Na-Moo yang datang.

Dia lalu segera masuk menuju ke dalam dan juga mengakui dia memiliki firasat buruk mengenai semua ini. Begitu pula dengan Geu-Roo, yang kebetulan telah mendengar obrolan yang mengancam Sang-Koo malam sebelumnya dengan Nyonya. Kembali menuju ke rumah, Geu-Roo dan juga Na-Moo mengungkap dokumen Punch mabuk dan juga menyadari bahwa Sang-Koo bisa dalam bahaya yang serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.