Alur Singkat Mr Queen Episode 15

oleh -79 views
mr queen

Alur Singkat Mr Queen Episode 15

Alur Singkat Mr Queen Episode 15 – Rekap gerakan jari menyilang yang di ajarkan Bonghwan kepada Raja. Ini tentu saja, berarti berbohong dan kini Ratu kita menyadari alasannya. Bonghwan memainkan perannya dengan baik, menangis sambil menyentuh gadis tersebut. (Dheva)

Dia menyadari Damhyang sebenarnya masih hidup dan sama sekali belum diracuni. Di tepi danau, Bonghwan mengakui kebenaran terhadap Ratunya. Dia memberi gadis tersebutt cairan dikenal sebagai Mafeisan.

Bagaimanapun Hong datang dan juga memberi tahu mereka bahwa anak tersebut aman, sebab King menyebutkan bahwa Ibu juga akan bergabung dengan dia. Dan tidak lama kemudian, kita melihat mereka bersatu kembali.

Kini perhatian beralih menuju buku besar dan juga khususnya yang dipercaya Bonghwan yang memegangnya. Dia mempersempitnya menjadi Janda Ratu atau Hwajin. Di tengah pemikiran, Bonghwan tertidur.

Pagi hari, Bonghwan menugaskan Ms Choi untuk membawa Ayahnya menuju istana. Namun, ternyata dia sudah ada. Dia datang dan bersama-sama, keduanya meminta maaf pada saat bersamaan.

Usai menyelesaikan basa-basi mereka dengan tawa yang riuh, Bonghwan bertanya langsung mengenai buku besar itu. Bonghwan membahas list tersangka yang berbeda di kepalanya dan juga memutuskan mengejar mereka yang melakukan kesalahan padanya.

Dengan tatapan yang ganas dan juga berapi-api di matanya, Bonghwan bertekad mendapatkan kembali buku besar tersebut. Bonghwan mengenakan baju besi terindah menghadapi Ratu Agung.

Dengan melakukan itu, Ratu mempersembahkan hidangan mencerminkan apa yang di berikan kepadanya, dengan minuman buah es penuh dengan es batu. Janda Ratu menolak minum, Ratu melangkah meminumnya sendiri.

Memecahkan es batu, gerakannya berani menunjukkan dia bukan orang yang harus di dorong lagi. Selanjutnya Janda Ratu, yang melihat Bonghwan tiba dan juga segera tidak menghormati orang lebih tua, memegang setumpuk dupa dan juga membakarnya dengan sembrono.

Usai melempar tongkat yang terbakar ke atas meja, Janda Ratu menyebut dia gila. Bonghwan mencemooh, menjelaskan kepadanya bahwa dia benar-benar gila. Faktanya, dia gila sehingga dia perlu untuk berhati-hati.

Bahkan, dia bahkan mengancam dia dan memperingatkan bahwa jika dia menyentuh sehelai rambutnya, dia tidak akan pernah mampu melihat putranya lagi. Hwajin yang Bonghwan ajak bicara di tepi danau.

Dia memberi tahu Hwajin bahwa dia perlahan berubah menjadi monster dan juga menyarankan gadis tersebut melihat ke cermin dan melihat betapa jeleknya dia. Hwajin terpeleset tampaknya akan jatuh ke danau, Bonghwan menyelamatkannya dan menarik dia kembali.

Ini tentu saja merupakan anggukan langsung terhadap apa yang terjadi di danau di malam yang menentukan di masa lalu, sebab Hwajin tidak menyelamatkannya. Kembali menuju pengadilan, Hwageum berhenti dari perannya sebagai seorang Menteri perang.

Bagaimanapun pertemuan di mulai namun Cheoljong segera melenturkan otot kerajaannya dan juga memutuskan dia akan membuat organisasi yang berspesialisasi dalam anti-korupsi guna menyingkirkan semua korupsi di pengadilan.

Para menteri menggerutu dan memprotes, Cheoljong mencap kertas tersebut sendiri, ketika Byeong-in di angkat menjadi Menteri Perang baru. Usai itu, Cheoljong duduk bersama Hong dan Pangeran Youngpyeong, mendiskusikan situasi di saat ini dan juga mempertimbangkan cara terbaik mengatasinya. Cheoljong langsung menyerang.

Dia pun menugaskan Youngpyeong untuk mengawasi Ijungcung sementara Hong dikirim menuju 3 kota berbeda di Selatan untuk dapat melakukan penyelidikan. Ms Choi tiba di Dapur kerajaan tempat Manbok berusaha menemukan sesuatu.

Tetapi, mereka berdua mengeluhkan subjeknya dan juga menyadari, setidaknya untuk sementara bahwa mereka berdua mempunyai banyak kesamaan. Di luar istana, Kimhwan mendekati Hong dan mampu mendapati kebenaran mengenai mengapa dia tidak menyukainya.

Pangeran datang setelahnya dan juga membawanya pergi, meyakinkan Kerajaan untuk tidak menangis lagi. Kembali ke dalam, Shim Og datang di hadapan Bonghwan dan dia pun segera mengenalinya sebagai orang yang menyabotase popcorn-nya.

Usai permintaan maafnya, Bonghwan menghadiahi pria tersebut dengan posisi pemerintahan, sebagai seorang kasim. Tentu, ini hanya tipuan untuk membalas dendam dan pada saat dia di bawa pergi, dia pun tidak mampu menahan senyum.

Dia juga membalikkan keadaan musuh-musuhnya juga, sebab percakapan singkat Byeong-in dengannya membuka jalan untuknya memberi makan kembali kepada Janda Ratu Agung bahwa sebenarnya Hwajin yang bertanggung jawab terhadap penipuan itu.

Cheoljong mendekati Hwajin dan menjelaskan bahwa Janda Ratu menyewa seseorang menanam tubuh di dalam sumur dan juga mempertanyakan apakah benar Oh-wol di temukan di sana ataukah tidak.

Dengan benih keraguan di tanam di istana, Hwajin mendapati dirinya berjuang berkonsentrasi pada panahannya. Pangeran Yongpyeong menunjukkan menggemakan apa yang dia pikirkan, bahwa tubuh sebenarnya bukan Oh-wol, dia bertanya-tanya apakah dia di perankan Janda Ratu.

Kembali menuju istana, Bonghwan dan Cheoljong terus menjadi lebih dekat bersama ketika dia seketikan bertanya apakah Soyong orang yang menyelamatkanya. Dia pun mengakuinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.