Alur Singkat Mr Queen Episode 2

oleh -86 views
mr queen

Alur Singkat Mr Queen Episode 2

Alur Singkat Mr Queen Episode 2 – Bong-hwan melakukan yang terbaik melawan rayuan King, akhirnya terus minum bersama dengan dia. Saat King Cheoljong pergi tidur sendirian, Bonghwan mencemooh. Bong Hwan tertidur dan mendengkur keras. (Dheva)

Saat dia terbangun, King Cheoljong hilang namun simpul pakaian dia terlepas. Bong Hwan meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia melepaskannya malam hari namun tetap saja, pikiran muncul padannya mungkin dia tidak miliki.

Sementara King Cheoljong kebingungan kembali menuju Bali Hujjeongjeon tampak lelah usai malam melelahkan sebab mimpi buruk. Bong Hwan juga lelah sebab terpaksa bertemu Ratu Agung.

Namun, dia merasakan kesempatan mempertanyakan Lady Coi megnenai wanita ini. Bonghwan terganggu ketika dia melihat Hwajin yang langsung dia sukai. Walaupun berusaha bersikap ramah tamah, Bonghwan tergelincir sedikit sebelum mengetahui wanita ini mungkin yang mendorong Queen Soyong menuju dalam danau.

Tetapi, Bong Hwan sama sekali tidak malu dan juga bergegas ke arahnya, bertanya terhadap gadis tersebut apakah mereka dapat berteman. Namun saja, ketika dia tersneyum ternyata Hwajin yakin dia mengubah taktiknya.

Raja datang, Bonghwan menjadi cemburu terhadap selir dan King saling menatapa satu sama lain dan juga pergi dengan gusar. Ketika dia pergi, King menyerahkan bunga kepada Hwajin.

Walaupun memilih Ratu Agung yang salah, Bonghwan berhasil pulih cukup lancar. Percakapan segera beralih menuju pernikahan dan bercinta, yang menurut Bonghwan berpengetahuan.

Bonghwan tiba bersama King menuju balai Injeongjeon. Mereka mengambil posisi di singgasananya masing-masing saat kita mengetahui mengenai klan Kim yang korup yang bertanggung jawab terhadap istana Kerajaan.

Bersama-sama, mereka pun bertanggung jawab mengumpulkan pajak dan juga menjerumuskan negara menuju dalam kesengsaraan. Mengingat King di gunakan sebagai boneka, pemimpin sebenarnya Jwageun yang mengusulkan memindahkan ayah mertua Queen menuju posisi berkuasa.

Ingin berada di pihak pemenangan, Bonghwan netral dan memberi tahu mereka semua yang dia pedulikan mengenai keselamatan Raja. Keputusan Ratu Agung, pada akhirnya Raja terpaksa mengalah terhadap permintaan Jwageun.

Usai pengadilan, King berbicara terhadap Bonghwan mengenai sikap agung mereka malam sebelumnya. Hal ini mengakibatkan dia semakin khawatir mengenai apakah mereka benar-benar bercinta ataukah tidak.

Sementara, Ratu Agung dan Jwaheun mendiskusikan kelakuan Bonghwan dan setuju Bonghwan tidak lagi bermain. Tetapi, mereka juga ingin mengetahui pasti siapa yang mendorong Ratu menuju dalam danau dan juga tidak begitu yakin itu Hwajin.

Bonghwan melakukan yang terbaik mencoba dan merayu Hwajin di kemudian hari, tidak bisa menjaga ketenangannya di sekitar dia. Dengan ruan kosong, dia pun bertanya apakah dia cenderung berbohong namun Hwajing mengatakan kepadanya dia tidak seperti itu. Namun, ini membuat dia semakin bingung.

Flash back, kita melihat King menuju luar dengan sekelompok sosok berjubah lain menyerbu dan mencari sesuatu berharga. King berhasil lolos dan tanpa tertangkap.

Ketika dia duduk dan juga bertanya-tanya apakah itu mungkin ada di Sarang Macan, Bonghwan datang bertanya mengenai malam mereka. Cheoljong tidak memberikan banyak hal namun menjelaskan kepadanya mereka bersenang-senang.

Ratu Agung mengisi danau dengan air lagi namun kini dia menolak. Begitulah, hingga Bonghwan berkompromi dan berjanji memberinya ahli waris jika dia memenuhi danau.

Bonghwan segera kembali dan juga memberi tahu King, ketika mereka menjalankan rencana mereka. Bertekad menemukan kebenaran, Bonghwan pergi dengan pakaian seperti laki-laki namun putus asa terhadap nama yang di berikan sebagai penyamaran.

Dengan jam malam di tetapkan jam 11, dia keluar berpakaian seperti seorang bangsawan. Sebelum dia pergi, Bonghwan mengetahui dari Hongyeon bahwa Ratu sebelumnya (sebelum roh Bonghwan berada pada tubuh Queen) terkenal sebab mencambuk semua orang yang menentang dia.

Bonghwan berterima kasih terhadap Hongyeon atas dukungan dia dan bersiap keluar. Rencana mulai di jalankan, Hwajin tidak terlalu senang dengan pengaturan pewaris saat ini.

Saat kita memotong waktu, kita melihat potongan-potongan dirinya dengan tangan dia yang tampaknya mendorong Kim dalam air. Berbekal peta, Bonghwan keluar dan mendapati dirinya di temani Kimhwan, salah satu kerabat Kim.

Dia mampu membodohi penjaga cukup lama untuk karate memotong jalannya yang menjadi sendirian. Bonghwan datang di Kisaeng House dan melempar setumpuk koin, mendorong para gadis terlibat dalam perayaan bersamanya.

Namun, tarian dan tarian yang ekstrim ini mengakibatkan Bonghwan menjadi terlalu mabuk dan mencari toilet. Dia muncul di ruangan pria dan menyadari dia tidak memiliki kelamin laki-laki.

Sementara, King, Hyungnim dan Hong mendiskuskan perebutan kekuasaan yang kini terjadi di Istana dan bertanya-tanya apakah mereka bisa menemukan dokumen membenarkan korupsi yang dipegang klan Kim.

King memutuskan menambahkan ayah mertuanya menuju posisi di pengadilan namun dengan melakukan hal itu, gunakan sebagai gangguan untuk apa sebenarnya mereka lakukan.

Seorang Bonghwan mabuk tersandung menuju ruangan King namun seketika mendengar bel alarm berbunyi dan dia bergegas keluar. Keitka dia melakukannya, Hyungnim dan Hong yakin ini adalah Ratu yang sedang menyamar, telah dikirim mematai dia.

Walaupun memohon kepada King tidak membiarkan emosinya mengganggu, dia pun keluar dan menghadapi King, menahan Bonghwan di ujung pedangnya.

Lihat juga : Alur Singkat Blue Birthday Episode 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.