Alur Singkat Mr Queen Episode 5

oleh -111 views
mr queen

Alur Singkat Mr Queen Episode 5

Alur Singkat Mr Queen Episode 5 – Tidak bisa melihat pria lain mengalahkannya, Bonghwan membuka episode ini dengan memberi tahu Ibu Surri bahwa dia berusaha bunuh diri dan memintanya tidak membunuh siapapun secara tidak perlu. (Dheva)

Dengan kain di tangan, Bonghwan ketahuan saat ditanya mengapa dia berusaha bunuh diri. Berpura-pura pingsan, Byeongin meraihnya dan pada akhirnya terlibat dalam kontak dengan Cheoljong, yang menyendok Hwajin yang pingsan.

Sementara Daebi Jo mempertimbangkan meracuni kepala panah dan juga mengejar ratu, Bonghwan di bawa kembali menuju rumah dan mempertimbangkan kapan harus membuka matanya.

Saat pelayan ratu dan Ayah menangis, Bonghwan menyadari ini momen yang mengerikan dan juga terpaksa mendengarkan semua orang menangis. Ayah Ratu tertatih kembali menuju Ganghwamun, berlutut di luar dan putus asa terhadap apa yang terjadi terhadap Ratu.

Di sana, dia berdiri bersama Byeongin yang merenungkan apa yang pasti di lakukan Raja yang mengakibatkan Soyong berusaha bunuh diri. Dia tidak sendirian di dalam pikiran tersebut.

Ratu Agung marah terhadap sikap kurang ajar Bonghwan dan mengakui Soyong datang mengunjunginya pada malam dia berusaha bunuh diri. Soyong berencana meninggalkan istana dan tidak tahan kesengsaraan sebab mempertahankan posisi Ratu.

Sementara, Bonghwan akhirnya bangun, kali ini dengan benar sebab dia tertidur menunggu lain berhenti menangis. Dia pergi dengan Hong Yeon, berniat menyelesaikan pekerjaannya di danau.

Namun, saat dia sampai di sana dia mengetahui pekerjaannya tidak akan selesai selama seminggu lagi berkat sumur mengering. Bonghwan berusaha menggelitik jalannya supaya bebas dari para pelayannya dan menghentikan dia untuk pindah namun tidak berhasil.

Sebaliknya, dia pun mengirim pejabat pemerintah yang bertanggung jawab terhadap danau itu sendiri. Itu pasti terisi sekarang, namun tampaknya tidak cukup mempertahankan penyelamannya yang dalam.

Namun dia di interupsi oleh Ratu agung yang meminta kehadiran dia. Berkat usaha bunuh dirinya, Ratu Agung ingin memastikan Bonghwan terpaksa tinggal di rumah dan juga tidak meninggalkan istana.

Mengingat dia langsung menantang otoritasnya selama insiden terhadap Hwajin, ini sepertinya hukuman. Bonghwan meminta kematian namun Ratu Agung menegaskan itu tidak akan ada bedanya.

Itu akan mengakibatkan masalah besar terhadap klan Kim, sehingga itu tidak akan di bahas. Saat itu tidak berhasil, Bonghwan justru memutuskan memerankan Ratu yang sempurna untuk mereka. J

wageun memperingatkannya dan melempar kain bordir, catatan bunuh diri lagnsung menuju dalam api. Jelas tidak ada cinta hilang dari King dan juga pangeran Youngpyeong terhadap dia juga.

Mengingat ratu membunuh seluruh klan mereka, mereka menunggu waktu dan juga menunggu saat tepat untuk menyerang. Saat memotong waktu, kita melihat Cheoljong berbicara terhadap Soyong yang putus asa di malam dia jatuh di danau.

Dia mengklaim sebagai alasan Soyong pada awalnya melompat menuju danau. Kunjungan dia menuju Bonghwan tidak membantu, terutama sebab mereka bertengkar dan juga hal tersebut akhirnya mengakibatkan Bonghwan melemparkan jepit rambutnya langsung menuju pintu dan menembus menuju sisi lain.

Usai menemukan danau sedang di penuhi terhadap permintaan Ratu, Cheoljong kembali melihat Hwajin namun di ganggu Hong dan pangeran Youngpyeong. Dia memberi feed back obrolannya yang membingungkan dengan Ratu dan berusaha mencari tahu apa sebenarnya dia lakukan.

Hwajin mengunjungi Oh-wol yang mengalami cedera lutut dan juga bibir terluka. Dia mengaku mendengar suara orang-orang yang membawanya namun tidak tahu wajah mereka. Namun, sebab dia tidak bisa melakukan tugasnya maka dia harus meninggalkan istana.

Kembali menuju rumah, Hwajin didera rasa bersalah terhadap apa yang terjadi pada temannya. Pangeran Youngpyeong datang menemuinya dan menyebutkan bagaimana dia mengunjungi Hong setiap kali dia merasa tidak enak, keduanya pun jelas menyala seperti rumah terbakar.

Usai itu, Youngpyeong yang kram di foto oleh Hwajin dan perasaan jelas mulai tumbuh di antara mereka. Desas-Desus beredar di istana, dan juga tepat pada waktunya penunjukan kerajaan baru.

Kepala Departemen Kehakiman sekarang yaitu Byeongin dan pengadilan menyetujui pengangkatannya dengan suara bulat. Cheoljong menandatangani perjanjian ketika raja boneka tersebut menyadari dia terjebak di posisi yang sama sekali tidak mempunyai kekuatan.

Berniat menjadi Ratu sempurna, Bonghwan tidak dapat menahan diri tidak ikut memasak usai makanan Ratu Agung dikirim kembali menuju Royal Chef tanpa tersentuh. Dia jelas senang dan juga bersemangat saat dia pergi, Bonghwan memasak, namun tetap berusaha tetap tenang.

Usai makan semua makanannya, dia memahami tema “COSI”. Ratu Agung juga memakan keseluruhan makanan usai tandu makanan cerdik. Hwajin didekati Daebi yang menceritakan semua kekejaman disebabkan Raja untuk klan Kim.

Dia memberi tahu Hwajin bahwa ini belum terlambat dan juga mendorongnya membantu berusaha dan menjatuhkan Ratu. Seperti kita lihat dari masa lalu malam di danau, Hwajin tahu Soyong berusaha membunuh Raja.

Ketika keduanya bertengkar, Soyong berjalan ke danau. Sementara itu Bonghwan mengagumi hujan lebat, menyadari itu dapat menjadi jalan kembali menuju kehidupannya yang lain, Raja melihatnya menari di tengah hujan.

Dia meminta maaf nanmun Bonghwan terpancing untuk kembali menuju kehidupan lamanya, dia hanya mengesampingkan kekhawatiran Raja dan jgua memberi tahu dia bahwa dia tidak akan tidur di ranjang sama.

Sementara itu Ratu terus menari, kekuatan kuat bergerak guna berusaha dan mencopotnya usai percobaan bunuh diri. Ratu melompat kembali menuju danau ketika hujan berhenti dan berusaha kembali ke kehidupan lamanya. Ketika dia menyelam, Raja berenang menuju arahnya dengan marah dan juga menarik gadis tersebut ke permukaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.