Makan Banyak Kok Kurus? Mungkin Ini Sebabnya

oleh -409 views
Sumber: Lancang Kuning

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pasti setiap wanita mendambakan berat badan yang ideal. Berat badan ideal dalam bidang medis menjadi ukuran bahwa tubuh kamu sehat. Salah satu cara mengukur apakah berat badan kamu sudah ideal atau belum, yaitu menggunakan ukuran Body Mass Index (BMI). Bukan hanya sekedar terlihat kurus atau berisi. (Nd)

Ukur berat badan dengan BMI

What is Body Mass Index (BMI) and How to Calculate Your BMI? - The  Scientific World | News Logged
Sumber: newslogged.com

Body Mass Index (BMI) merupakan cara mengukur berat badan ideal yang paling mudah. Cara menghitungnnya yaitu menggunakan rumus sebagai berikut:

BMI = Berat Badan : Tinggi Badan (m)^2

Angka BMI yang normal berkisar antara 18.5 – 24.9, berat badan berlebih (overweight) berkisar 25.0 – 29.9. Sedangkan apabila angka BMI kamu di bawah 18.5 maka menunjukkan berat badan kamu kurang (underweight), dan angka BMI lebih dari 30 menunjukkan kamu mengalami berat badan berlebih (obeses). Beauties sudah coba mengukur BMI, gimana nih hasilnya?

Sebagian wanita selalu berusaha mengatur porsi makan untuk menjaga berat badannya. Bagi wanita yang merasa memiliki berat badan berlebih, maka cenderung akan mengurangi porsi makan agar timbangan tidak terus naik.

Namun, tahukah kamu bahwa ada keadaan yang sebagian orang alami. Yaitu meski sudah makan banyak, namun timbangannya tak kunjung naik dan badannya tetap kurus. Apakah kamu salah satunya?

Hal yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori.

Badan tetap kurus, meski makan banyak? Mungkin tubuhmu memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi.

Sistem Metabolisme

Energi tubuh butuhkan selama 24/7, bahkan saat beristirahat dan tidur sekalipun, makanan dan nutrisi yang masuk diubah menjadi energi yang tubuh butuhkan untuk bernapas, sirkulasi darah, pertumbuhan dan perbaikan sel, dan lain sebagainya. Seberapa cepat metabolisme pada tubuh bekerja, ditentukan oleh gen yang kamu miliki.

Dr. Chih-Hao Lee, profesor genetika dan penyakit kompleks Harvard’s T.H. Chan School of Public Health, menyatakan bahwa “Setiap orang mungkin memiliki metabolisme yang cepat, lambat, atau rata-rata, terlepas dari ukuran dan komposisi tubuh mereka”.

Ketika metabolisme yang lambat membakar lebih sedikit kalori, yang artinya lebih banyak lemak yang disimpan dalam tubuh. Nah kamu yang memiliki metabolisme yang cepat/tinggi (fast metabolism) kalori yang dibakar juga lebih cepat, itulah mengapa meski makan banyak, namun tidak menambah berat badan kamu, Beauties.

Seiring dengan bertambahnya usia, metabolisme akan melambat, Beauties. Jadi, jangan khawatir ketika kamu memiliki fast metabolism, mungkin suatu saat kamu juga bisa meningkatkan timbanganmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.