Membuang-Buang Waktu Itu Tidak Sepenuhnya Buruk

oleh -129 views
energy management

ZETIZEN RADAR CIREBON – Membuang-buang waktu dengan bersantai, rebahan, bermain ponsel, ataupun menonton televise, seringkali di anggap sebagai suatu hal yang tidak baik. Walaupun tidak  salah juga, apalagi bila di lakukan secara berlebihan  Namun jika tidak berlebihan, membuang-buang waktu ini punya manfaat tersendiri. Berikut adalah penjelasannya. (herdi)

Baca Juga :Cara Mengatasi Depresi Secara Mandiri

Bagi mereka yang berpikir bahwa waktu adalah uang, ide sederhana untuk membiarkan menit berlalu tanpa melakukan apa pun bisa tampak gila. Namun, waktu bukanlah uang, waktu adalah kehidupan, dan mungkin kita harus memikirkan kembali bagaimana kita menggunakannya. Apakah sangat buruk membuang waktu?

Produktivitas, Efisiensi, dan Penundaan

Kata-kata seperti produktivitas, efisiensi, dan penundaan tidak hanya berhasil di masukkan ke dalam leksikon kita, tetapi juga telah membuat lubang dalam cara berpikir kita, menentukan bagaimana kita mengatur hari kita dan, lebih buruk lagi, bagaimana perasaan kita tentangnya.

Kami dengan panik mengejar produktivitas, sampai pada titik di mana kami tidak bisa benar-benar beristirahat. Saat kita berjalan-jalan, mengambil hari libur, atau bahkan saat membaca atau menonton film, pikiran kita tetap sibuk dengan hal-hal yang seharusnya kita lakukan. Jadi kita akhirnya di liputi rasa bersalah.

Merasa Bersalah Karena Membuang Waktu

Untuk menghilangkan rasa bersalah itu, kami menggunakan strategi terburuk yang mungkin: berselancar di Internet tanpa tujuan atau membenamkan diri dalam maraton televisi. Itu membuat pikiran kita relatif sibuk, tetapi itu tidak berkontribusi pada produktivitas kita, apalagi kebahagiaan.

Banyak orang jenius tahu bahwa membuang-buang waktu sama pentingnya dengan mengerjakannya. Faktanya, survei yang di lakukan oleh Netflix mengungkapkan bahwa 76% penggunanya mengakui bahwa mengikuti maraton seri sebagai obat untuk melepaskan diri dari kesibukan mereka.

Membuang-buang Waktu Sama Pentingnya dengan Memanfaatkannya

Karakter hebat seperti Gabriel García Márquez, Charles Dickens, dan Charles Darwin mengikuti jadwal yang cukup santai, bekerja lima jam sehari atau kurang. Di katakan bahwa Albert Einstein membutuhkan sekitar 10 jam tidur dan bahkan tidur siang sebentar.

Banyak orang jenius tahu bahwa membuang-buang waktu sama pentingnya dengan mengerjakannya. Mereka sadar akan pentingnya istirahat, relaksasi, dan tidur. Karena pada saat itu jaringan saraf bawaan di aktifkan di otak, yang justru di gerakkan untuk menghasilkan ide-ide paling orisinal dan kreatif.

Menjadi Lebih Produktif Bukan Berarti Bekerja Lebih Keras

Oleh karena itu, kita harus menghilangkan keyakinan bahwa produktivitas identik dengan bekerja lebih keras. Studi OECD menunjukkan bahwa negara-negara paling makmur dan produktif bekerja lebih sedikit. Istirahat, putuskan hubungan, lakukan sesuatu yang membuat Anda berhenti memikirkan pekerjaan. Ini adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan produktivitas Anda.

Istirahat Membuat Kita Berpikir Lebih Baik dan Lebih Kreatif

Istirahat juga akan memungkinkan kita untuk mengadopsi perspektif baru untuk menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah. Sebuah studi di University of Southern California menemukan bahwa kita membuat keputusan yang lebih baik ketika kita santai. Karena kita dapat lebih objektif mempertimbangkan pro dan kontra dari situasi yang kita hadapi. Jadi sekarang Anda tahu: ketika Anda tidak melakukan apa-apa, Anda’ re benar-benar melakukan kebaikan besar untuk diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.